PERSIAPAN IJAB TEMANTEN

Biasanya masyarakat kita akan menjalankan adat kebiasaan yang sudah berjalan  dan semua adat tersebut sesungguhnya dimaksudkan untuk kebaikan, namun masih ada saja  diantara masyarakat kita yang menyalah gunakannya untuk melanggar aturan main. Semisal sebelum melangsungkan akad nikah antara calon mempelai biasanya mengikat kan diri dnegan apa yang disebut sebagai peningset atau dalam Bahasa mudahnya  yang calon pengantin putri ditalini biar tidak mengalihkan perhatiannya kepada yang lain.

Artinya jika dua orang lain jenis sudah sepakat untuk menjalankan akad untuk membangun rumah tangga tentu mereka harus sama sama menjaga diri agar tidak tertarik ke[ada yang lain, dengan dmeikian peningset tersebut dimaksudkan untuk mengikat agar tidak kemana mana sampai akad nikah dijalankan dan kalua bias untuk seterusnya. Dengan peningset tersebut juga sekaligus memberitahukana kepada pihak manapun untuk tidak mengganggu para calon karean mereka sudah sepakat untuk menjalin rumah tangga  yang baik.

Ada larang dari Nabi Muhammad saw untuk menjalin rencanaa  yang sama dengan orang lain setelah orang mengikatkan diri untuk menjalin rumah tangga. Namun dmeikian  ada yang masih belum diperbolehkan meskipun Sudha mengikatkan diri, yakni melakukan hubungan sebadan layaknya suami isteri. Inilah yang paling penting yang harus diketahii dan diataai, karena saat ini sudah banyak yang melanggarknya, dan menganggap bahwa karena sudah mengikatkan diri dengan tali ingin menikah, lalu mereka menganggap seolah hubungan mereka sudah sah, dan terjadilah hubungan yang diharamkan.

Dalan kaitannya dengan ini, peran orang tua tentu sangat penting, karena jika orang tua gemati dan masih melarang  hubungan diantara kedua calon untuk melakukan hal hal yang dilarangh, tentu akan  terputus keinginan merwka untuk melanggar aturan. Namun kalua keluarga malah membiarkannya sedemikian rupa dan bahkan mendukung hubungan terlarang tersebut, maka tatanan pasti akan rusak dan hubungan mwereka pstinya akan semakin tidak bagus ke depannya.

Dalama tradisi masyarakat kita biasanya juga selalu ada jalinan hubungan antara calon besan yang biasa dinamakan dengan sosokan atau rembukan untuk menjalin  hubungan perbesanan, dan biasanya  pihak calon besan akan mengundang para tetangganya untuk menghadirinya. Maksudnya ialah agar mereka mengetahui rencana menikahkan anak anak mereka dan jika memungkinkan juga disampaikan  pula rencana pelaksanaannya. Ini juga sekalgus menandakan kepada khalayak  bahwa   akan  terjadi sebuah ikatan pernikahan sehingga siapapun tidka boleh menggoda atau mengganggunya.

Namun  saat ini ada tradisi yang kurang baik jika dijalankan, karena  sangat sulit untuk mengomntrolnya, yakni berfoto Bersama dalam istilahnya saat ini ialah foto pra wedding dan biasanya hasil fotinya akan dipasang dalam undangan. Mengapa maslaah ini diperdebatkan, kafrena ternyata dalam pelaksanaannya saat foto mereka sudah bergandengan tangan dna bermesra mesraan  bahkan ada yang sudah berpelukan segala  dengan pakaian yang mini atau terbuka auratnya. Karena itu untuk foto pra wedding ini banyak ulama yang melarangnya untuk menjjaga  kebaikan saja.

Namun kalua pra wedding tersebut hanya sekdar berfoto Bersama dan tidak sampai melanggar atuaran syariat tentu juga tidak dilarang, dan larangan tersebut hanay bersifat umum untuk menjaga agar tidak terjadi hal hal yang dapat menimbulkan dosa dan fitnah. Intinya persiapan apapun Namanya  sebelum pernikahan resmi, maka  selama itu tidak melanggar aturan syariath dan kepatutan, maka  tetap di[erbolehkan, namun jika sudah mengarah kepada pelanggaran terhadap Syariah tentu harus dilarang. Semuanya ini tentu juga sangat dipengaruhi oleh orang tua masing masing, sebab kalau mereka ingin anak anaknya tetap shalih  dan menetapi ajaran Syariah maka sebaiknya hal hal yang menyerwmpet larangan dijauhi.

Sehari sebelum pelaksanaan akad biasnya juga diadakan malam midodareni di pihak calon penganten perempuan. Apa yang dilakukan dalam malam tersebut jika tidak melanggar aturan Syariah tentu juga tidak ada masalah seperti ada sebagiannya yang justru untuk doa dan pembacaan shalawat Bersama para tetanagga dan sejenisnya tentu hal tersbeut akan tetap menjadi baik, tetapi jika  kegiatannya justru malah bertentangan dnegan aturan yang ada pastinya harus dihindari.

Hal terpenting dalam persiapan penikahan ialah kesiapan smeua pihak dalam menjalani kehidupan rumah tangga dan itu akan menjadi sanat bagus jika persiapannya tersebut difokuskan kepada pemberitahuan kepada khalayak agar mereka nantinya mengetahui dan sekaligus juga mendoakan untuk kebaikan.  Demikian juga setelah nantinya akd nikah telah dijalankan, pemberitahuan kepada masyarakat juga sangat perlu agar tidak terjadi kesalah pahaman diantara mereka.

Khusus untuk acara sungkeman setelah akad nikah itu juga baik karena dimaksudkan ialah untuk mengormat dan menghargai orang tua yang selama ini telah merawat dan mendidiknya sehingga  menjadi dewasa serta untuk memohon doa restunya dalam memasuki gerbang rumah tangga agar senangtiasa diberikan kesejahteraan dana kemuliaan hidup serta dijauhkan dari segala kesulitan dan marabahaya. Bagi para mempelai tentu juga harus dengan tulus meminta doa restu kepada orang tua mereka sserta  meminta selalu didoakan untuk kesuksesan hidup mereka.

Pendeknya  semua harus dipersiapkan sedemikian rupa agar  nanginya  dapat berjalan dnegan nyaman, dan rumah tangga tidak akan mengalami keruntuhan serta berakhir dengan bubrahnya rumah tangga. Iyulah mengapa Rasulullah sw berpesan kepada para pemuda  agar menikah bilamana sudah cukup ongkosnya, baik u=ongkos untuk pelaksanaan nikah, ongkos untuk hidup neberumah tangga dan juga ongkos untuk ,engantarkan anak anak mereka  memasuki dunia  yang serba kompetitif, termasuk dalam hal penyiapan dana Pendidikan merka, kesehatan mereka dan lainnya.

Semoga kita  selalu diberikan kemudahan oleh Allah swt dalam menjalani hidup, baik untuk diri kita sendiri maupun  untuk anak anak kita nantinya, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.