SHALAT WAJIB LIMA WAKTU

Semua orang Islam mengerti kalau ada ayat dalam alquran yang menyatakan tentang kewajiban  menjalankan shalat lima waktu, yang intinya ialah  sesunguhnnya shalat itu bagi orang mukmin adalah diwajibkan dan  tertentu waktunya. Semua umat muslim juga mengetahuai bahwa pelaksnaaan shalat wajib itu terdiri atas dhuhur, asar, maghrib, isya’ dan juga subuh dan waktunya juga dibatasi> dengan dmeikian  sebegai seorang mukmin memang harus menyempatkan  diri unutk menjalankan shalat  minimal lima waktu sebagaimana tersebut dengan penuh kesungguhnan dan bukan karena karena terpaksa atau karena tujuan lainnya.

Sebagaimana diketahui pula oleh seluruh umat bahwa shalat itu merupakan satu satu kewajiban bagi umat muslim yang harus dijalankan  tanpa ada alasan untuk meninggalkannya, karena jika shalat itu dijalankan dengan seksama dan bertanggung jawab, maka akan mampu membuat sluruh  aktifitas dan amal manusia menjadi baik pula, dan sebaliknya jika shalatnya buruk, maka seluruh amaliyahnya juga akan ikut buruk.  Tuhan juga memberitahukan melalui nabi  Muhammad saw bahwa shalat itu merupakan amal ynag untuk pertama kalinya nanti aakn dipertanggung jawabkan di akhifrat sebeluam amal lainnya ditanyakan.

Jadi shalat itu memang amat penting dana menentukan, bukan saja  akan memberikan justifikasi terhadap keseluruhan amal, melainkan juga akan mampu membuat baik amal lainnya karena turut terpengaruh oleh kebaikan shalat. Umta muslim sejak zaman rasulullah saw juga selalu menjalankannya tanpa putus, sehingga kita dapat mempercayainya sedemikian rupa kuat karena di  kota suci Makkah dan madinah sejak zaman Nabi tidak pernah ada stagnan  orang tidaka menjalankan shalat di kedua masjid di kota suci tersebut. Dengan dmeikian saat ini kita tidak mampu untuk meragukan sedikitpun dengan kebenaran hal tersebut.

Sesungguhnya kualitas seorang mukminjuha dapat dil;ohat dari sisi pelaksnaan shalatnya, apakah dia peduli terhadap kewajiban shalat ataukah sebaliknya sama sekali tidak mempedulikannya. Pada saat anak masih kecil, Nabi Muhammad saw juga menganjurkan kepada orang tuanya untuk membelajarinya dengan shalat. Nabi pernah mengatakan “ suruhlah atau perintahkanlah anak anakmu yang sudah berusia tujuh tahun untuk menjalankan shalat, tetapi jika mereka sudah berusia sepuluh tahun dan meninggalkan shalat, maka berilah mereka sanksi yang mendidik dan bukan menyakiti. Jadi sejak mereka masih kecil harus dibiasakan untuk menjalankan shalat, sebelum kewajiban lainnya diperintahkan juga.

Allah swt juga menjamin bahwa jika shalat tersebut dijalankan dnegan penuh  kesungguhan dan  kesadaran serta pemahaman yang tepat, maka akan mampu membuat pelakuknya  menjadi baik,  dan menjuahi  segala macam kemaksiatan.  Penyataan Tuhan bahwa shalat itu akan mampu menahan dari perbuatan fakhsya’ dan mungkar memag benar adanya. Hal tersebut jika shalat dijalankan dnegan peuh tanggung jawab dab kesadaran penuh, karena dnegan ungkapan  sebagaimana yang diucapkan dalam shalay lalu dibuktikan dan diwujudkan dalam kehidupan nyata di dunia ini, maka perilaku manusia pasti akan menjadi baik dan terjauhkan dari segala perbuatan mungkar yang dilarang oleh Allah swt.

Kita juga mengetahuai bahwa shalat waji tersebut pelaksnaaannya juga ditentukan waktunya sebagaimana disebutkan di atas.  Waktu sebagaimana disebutkan tersbeut hanya ada lima waktu sebagaimana yang diwarisi dari rasulullah saw, meskipun untuk pelaksnaan shalat sunnah  masih banyak lagi yang diapat dimanfaaatkan, seperti shalat dluha yang waktunya tertentu pagi hari sampai sebelaum datangnya waktu dhuhur, shalat tahajjud, yang ektunya malam hari setelah tidur dan sepertiga terakhir malam hari. Demikian juga dnegan shalat sunnah rawatib yang waktunya mengikuti waktu shalat yang ada karena rawatib dijalankan ada kalanya sebelum dan ada kalanya setelah shalat wajib atau maktubah.

Jika kita pernah mendengar dnegan istilah waktu yang hanya tiga sebagaimana yang ditulis oleh Fazlurrhaman itu disebabkan oleh kondisi negara Amerika yang ditempati oleh beliau  memaksanya demikian, yakni  terkadang di sana  waktu siang itu lebih sedikit ketimbang waktu  sianga, sehingga waktu siang  hanya sibuk digunakan untuk bekerja secara maksimal. Karena itu waktu dhuhur dan asar biasnaya dijadikan satu atau yang biasa dikenal dengan istilah jamak shalat atau mengumpulkan shalat. Menjalak shalat itu sendiri mempunyai banyak alasan,  sebagaimana pada masa anabi  Muhammad saw dahulu pada sata hujan saja  para sahabat boleh menjamak shalat  maghrib dan isya’, sehingga tidak aneh jika  pada saat wajtu siang begitu mendesak, waktu shalat dhuhur dan asar dapat juga dijadikan satu. demikian juga dnegan waktu maghrib dnegan isya’.

Dengan dmeikian jadinya waktu shalat itu seolah hanya ada tiga saja, yakni waktu siang, senja dan pagi hari. Secara substansial  jamak tersbeut juga dipraktekkan sendiri oleh nabi Muhammad saw beeserta para sahabatnya. Karena yang tidak boleh dilakukan ialah meninggalkan shalat sama sekali dnegan alasan apapun, tyidak sebegimana kewajiban lainnya seperti puasa yang boleh ditringgalkan manakala ada alasan yang dapat dipertanggung jawabkan, seperi sakit atau sedang bepergian. Demikian juga kewajiban  zakat yang boleh tidak dijalankan manalaka memang tidak mempunyai harta dan demikian juga dnegan kewajiban haji.

Dengan begitu sangat jelas bahwa kewajiban shalat bagi setiap mukmina ialah kewajiban yang tidak ada  dispensasi meskipun sedang sakit atau sedang bepergian, dan hanya adaa keringanan untuk menjalamak dan atau beserta mengqasar, jika sudah memenuhi persyaratannya. Bagi umat muslim, waktu itu memang sangat menentukan  baik keselamatan maupun kesuksesannya, karena dnegan waktu itulah seseornag akan mampu untuk merencanakan sesuatu yang baik bahi dirinya maupun bagi kepentingan banyak orang. Untuk itu sekali lagi kita memang harus memeprhatikan persoalam waktu, terutama untuk menjalankan shalat yang wajib aar kta selalu ingat  kepada Allah dan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki dari Nya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.