KEHEBATAN WUDLU

Kenapa kalau kita akan menjalankan shalat utamanya, maka kita harus berwudlu terlebih dahulu karena kita ingin dalam shalat tersbeut dalam kondisi suci, baik dari hadas kecil maupun juga mandi untuk menghjilangkan hadas besar jika memang kita sedang berhadas. Namun yang lebih biasa ialah hanya menjalankan wudlu karena kebanyakan orang hanya  berhadas kecil ketikla sedang menjalankan aktifitas bekerja dan lainnya.  Untuk itu memang  berwudlu tersbeut menjadi penting artinya bagi kita dan kita juga harus mampu menyelami  perbuatan wudlu tersebut serta membiasakannya dalam setiap waktu. Memang ada perbedaan  pendapat menganai kegiatan selain shalat yang  sebagainanhya menharuskan suci dari hadis, dan lainnya tidka emnganggap wajib, dan hanya dianjurkan saja atau sunnah saja.

Rasulullah sw sendiri snagat menyulai dna mengajurkan kepada umatnya untuk selaluy memelihara  wudlu tersebut dalama kondisi apapun, sehingga setiap kali  batal, akan segera mengambil wudlu lagi, meskipun tidak sedang menjalankan kegiatan keagamaan. Bahkan  untuk membaca alquran saja  kebanyakan ulama tidak mewajibkan berwudlu, terkeculia menyentuh mushaf itu  mayotritas ulama mengharuskannya. Namun jika kita mampu menjalankannya, maka  mendaimkan  atau melanggengkan wudlu itu sangat baik dan banyak manfaatnya bagi kehidupan kita, setidaknya akan mampu mengantarkan kota kepada hal hal yang baik,karena kita selalu dalam kondisi suci.

Ada seorang yang sangat dikenal sebagai sulthan auliya’, yak ni  Abdul Qadil al-jilani yang  dikenal sebagai orang yang selalau berwudlu dalam kondisi apapun, sehingga dalam kisah hidupnya kita mengenalnya sebagai wali yang tidak pernah dalam kondisi tidak suci, sehingga banyak karomah yang didapatkannya dari Allah swt. Bahkan ketika beliau  akan digoda oleh iblis saja  langsung diselamatkan oleh Allah dnegan menyadarkannya bahwa Allah itu tidak akan mungkin untuk memerintahkannya auntuk berbuat maksiat. Saat itu Iblis  datang dengan  seolah menjelma sebagai Tuhan dan kemudian memberikan keringanan kepadanya untuk menghahalkan segala yang haram, lalu dnegan secepat kilat beliau dadar dan menghadrik iblis tersebut untuk segera enyah dari dekatnya.

Konon  verita menurut  sebuah riwayat bahwa wudlu tersbeut akan banyak hal yang diddapatkan. Salah satu keutamananya ialah bahwa  air wudlu yang masih menempel di anggota bag=dan wudlu tersbeut akan menjelma sebagai malaikat sehingga tidak duanjurkan kepada umat untuk tidak mengsap dan menfreringkan anggota wa=udlu setelah selesai berwudlu, karena itu berarti menghilangkan malaikat yang melekat dalam anggota tubh kita. Meskipun itu bukana benaran, namun  itu merupakan sebuaha penggambaran abhwa wudlu tersebut memang penting dan snagat dianjurkan dalam kondisi apapun karena akan membuat anggota tubuh kita menjadi bagus.

Dalam sebuah riwayat yang shahih juga disebutkan bahwa  nanti di hari kiamat bekas wudlu tersebut akan dapat  memancarkan sinar terang sehingga akan memberdakan dengan angota tubuh lainnya yang tidak disentuh oleh wudlu. Nakun ada satu hal yang sesungguhnya juga berlaku umum bahwa  dalam menjalankan wudlu, jangan sekali kali kota berisraf atau berlebihan karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Bahkan  banyak sekali keterangan yang menyebytkan bahwa jika kita berulang kali dalam membasuh anggota wudlu kita, maka kita biasa disebut dengan was was sehingga harus dicegah, apalagi kalau dalam kondisi slit air dan hatus membelinya misalnya.

Bewudlu sendiri sudah diatur oleh syariat, yakni hanya anggota tubuh  tertentu saja  tang harus dibasuh atau diusap dana bukan sleuruhnya. Hal yang pokok dan wajib dibasuh saat berwudlu ialah  wajah, lalu kedua tangan hingga sampai dnegan siku dan juga kaki sampai ke mata kaki sert6a mengusap kepala atau sebagian kepala.  Sementara itu  para ulama kemudian juga merumuskan  rukun wudlu yang kemudian dikenal dengan  fardlunya wudlu, yakni  harus berniat untuk menghilangkan hadas kecil, lalu membasuh wajah , membasuh tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala dan membasuh kaki hingga mata kaki dan tertaib  atai urut sebagaiman tersebut. Karena itu jika dijalankan tidak secara tertiba, maka dianggap tidak sah. Namun jika hanya tidak menerus atau muwalah dan jaraknya tidak terlalu lama, maka masih ditoleransi atau diperbolehkan, seperti pada saat sudah mengusap kepalanya, lalu air habis, lalu dia  pergi ke mushala dan di sanalah dia meneruskan  dengan membasuh anggota wudlu lainnya, maka itu masih diperbolehkan.

Kelihatannnya berwudlu tersbeut memang ringat dan snagat mudah untuk dijalankan, namun terkadang masih ada yang salah terutama bagi mereka yang tidak cermat, karena jika masih ada celah untuk tidak dibasuhnya anggota badan wudlu, maka wudlunya tidka dianggap sah. Pada zaman nabi dahulu ternah ada seorang sahabat bekiau yang sudah berwudlu tetap Nabi justrui mengatakan dnegana sangat keras bahwa  celaka bagi mereka yang mempunyai tumit atau mata kali. Lalu orang yang menjadi sasaran tersebut bertanya kenapa ya Rasul, lalu pada saatnya nabi mengatakan abhwa ada  bolong di anggota badan wudlunya yang belum terken air, sehingga itu menyebabkan dia tidak saha wudlunya, dan karena itu rasul menyruruhnya untuk mengulang wudlunya dnegan cermat dan seluruh anggota tubh wudlunya terkena air.

Memang kita tidka boleh meremehkan sebuah perintah meskuipun  kelihatrannya ssangat sepele, karena sesuatu yang kita anggap sepele justru terkadang dapat membuat susah kita saat dia khirat nanti. Untuk itu kita memang harus memperhatikan semua perintah, termasuk  perintah untuk berwudlu tersebut. Tujuannnya agar kita tidak salah dan nantinya justru akan menyesalinya saat kita sudah tidak ada kesempatan mengulangnya lagi. Mai kita  lenggengkan wudlu dan jadikanlah diri kita sebagai pihak yang selalu dalam kondisi suci dalam kondisi apapun. Lebih lebih saat kita akan tidur kita sebaiknya menyempatkan diri kita untuk berwudlu sehingga saar=t tidu kita akan merasakan ketenangan yang hakiki. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.