SYUKUR NIKMAT

Mungkin terdengar sangat ringan dan mudah dnegan kata kata syukur nikmat, namun sesungguhunya itu merupakan sebuah kondisi yang snagat sulit, gerutama bagi mereka yang belum menyadari tentang kesadaran total terhadap smeua pemberian Allah swt kepada kita. Bagaimana tidak,  sedangkan kebanyakandiantara kita ialah mencintai dnia danberorientasi kepada materi, sehingga kita dengan mudahnya tidaka mengingat karunia Tuhan, padaha karunia tersebut selalu saja diberikan kepada kita setiap saat. Biasnya kalau nikmat itu selalu saja secara rutin diberikan kepada kita, biasanya kemudian kita sama sekali tidak merasakannya dan  kita anggap sebagai sesuatu yang sudah biasa.

Jusru hal hal baru yang sederhana terkadang malah kita ingat jika masih barusemenatra nikmat yang begiu banyak justru malah kita ingkari seolah tidak ada sama sekali.  Kenikmatan yang diberikana oleh Allah swt  setiap saat kepada kita, seperti kehidupan, keseluruhan dari anggota badan kita dna lainnya yang smeuanya itu merupakan pemberian Allah swt yang paling besar, namun terkadang malah kita anggap sebagai sesuatu yang biasa saja, sehingga kita tidak perlu mengungkapkan kesyukuran kita. Allah telah memberikan kesehatan kepada anggota badan kita ,ulai dari kepala, mata, telinga, mulut, gigi, leher, perut, tanga, kaki dan sleuruh anggota tubuh baik yang diluar maupun yang didalam badan. Itu semua diberikan kepada kita secara hratis dan tanpa  pamrih.

Biasanya manusia baru menyadari kenikmatan tersebut jika  nikmat tersebut dicabut dan dihilangkan. Sebagai contoh jika masih  nikmat tersebut utuh, manusia biasanya tidak menyadari nikmat tersebut tetapi jika telah dicabut kenikmatan tersbeut, barylah dia menyadari bahwa saat sebagaimana biasnya itu merupakan sebuah kenikmatan, yakni seperti saat gigi kita dicabut kenikmatannya alias menjadi sakit, maka bru kita merasakan betapa gigi sehat itu begitu nikmat. Demikian juga saat kepala kita sakit alias  nikmat sehat kepala sedang dicabut, barulah kita menyadari betapa nikmtnya sehat.

Mata juga demikian, mulut juga demikian dan leher, perut, tangan, kaki dana juga organ dalam badan kita seperti jantung, paru paru, ginjal dan lainnya. Jadi persoalannya saat ini ialah bagaimana kita mampu menyadari semua kenikmtan etrsebut setiap saat sehingga setiap saat pula kita akan dapat mensyukurinya dengan mengungkapkan  semua itu kepada Tuhan yang telah memberikannya. Jika kita mampu mengungkapkan kesyukuran tersbeut, maka hati kta akan  menjadi tenang dan jiwa kita pun juga akan nyaman. Itulah salah satu sifat Nabi Muhammad saw yang telah beliau praktekkan  pada seluruh hidupnya.

Karena itulah beliau mendapatkan pujian langsung dari Allah swt, yakni melalui firman Nya dan sesungguhnya engkau wahai Muhammad  adalah berada dalam akhlak yang agung. Di lain ayat Allah swt juga menyanjung beliau dnegan menyatakan bahwa  sesungguhnya dalam diri Rasulillah saw ada teladan yang snagta bagus khususnya bagi mereka yang menginginkan hari ahir dana juga banyak berdzikir kepada Allah swt. Terkait dnegan kenikmatan yang sangat banyak yang telah dilimpahkan  Allah swt kepada kita tersebut sudah semestinya kita mensyukurinya dan bukan malah mengingkarinya atau menganggap biasa biasa saja seolah tidak ada  kenikmatan etrsbeut.

Berhubung banyaknya jenis menudia yang selalu mengingkari kenikmatan Allah swt tersebut maka Allah kemudian menegur manusia dengan pernyataan  “ dan kenikmatan Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan?” secara berulang kali, semata hanya untuk mengingatkan manusia agar selalu mengingat nikmat Tuhan yangtelah diberiakn kepada manusia. Mensyukuri nikmat adalah kebiasaan Nabi Muhammad sw yang selalu ditunjukannya dalam setiap kesempatan, termasuk menghargai setiap apapun nyang disajikan kepadanya, dan sama sekali beliau tidak pernah  menecela atau tidak menyukai makanan atau minuman yang dihidangkan. Dengan dmeikian beliau juga sekaligus  menghargai siapapun yang sudah berjasa kepadanya.

Kesyukuran atas nikmat tersebut sekaligus juga akan membuat orang  mampu untuk menjaga dirinya tidak marah atau emosi ketika menyaksikan ada kekurangan atau hal yang mengecewakannya. Demikian juga dengan terus mensyukuri nikmat tersbeut  seseorang akan terhindar dari sifat dendam dan sakit hari yang biasa mudah menimpa banyak orang.  Hanya mereka yang mampu mengendalikan nafsunyalah yang akan beruntung dan terhindar dari godaan setan dan akan selamat dari kemungkinan untuk tercebur dalam kesalahan yang fatal, karena selalu mendahulukan pikiran ketimbang perasaan dan nafsunya.

Ada motivasi juga dari Tuhan bahwa siapapun yang mau mensyukuri nikmat maka Tuhan akan melipat gandakan kenikmatan tersebeut dan itu bukan hanya sebuah motivasi kosong, melainkan betulan dan dalam prakteknya smeua orang akan dapat menyyaksikannya, baik saat masih di dunia ini, apalagi nanti ketika di akhirat. Biasnya orang mengungkapkan rasa syukur tersebut dnegan bergabgi kepada sesama khususnya kepada mereka yang kurang mampu sehingga mereka juga akan dapat menikmati apa yang kita dapatkan. Jadi jika kita berbagi dan bersedakah, maka bukannya nikmat kita akan berkirang dan semaki miskin, elainkan sebaliknya kita akan semakin bertambah rizki dan kelapangan  harta, dan itu harus diyakini sepenuhnya tanpa ada keraguan sedikit pun.

Dari keseluruhan tersbeut yang terpenting ialah siapapun yang mau mensyukuri nikmat tersbeut, maia  hati dan pikiran akan dapat terkendali dan tidak akan terjerumus kepada hal hal buruk yang  biasnya akan menyertai kehidupan mereka yang tidak mensyukuri nikmat.  Secara nalar juga dapat diterima bahwa jika koita  mensyukuri nikamt yang kita dapatkan, maka kita akan semakin  tenang dan tidak berharap sesuatu yang sulot didapatkan sehingga hidup kita akan semakin nyaman dan tidak  dikejar kejar oleh apa yang menjadi keinginan  nafsu kita. Semoga kita akan sellalu mensyukuri nikmat yang sudah kita terima setiap saatnya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.