KENAPA HARUS BAITULLAH?

Seluruh umat islam di dunia  mengenaal apa itu baitullah, karena memang dalam setiap harinya minimal seorang muslim harus menghadapkan  dirinya kea rah baitullah lima kali. Itu  dilakukan pada saat menjalankan ibadah shalat maktubah sebagaimana yang sudaha diajarkan oleh nabi Muhammad saw dan dijalankan hingga saat ini, di mana pun muslim itu berada. Secara harfiyah baitullah itu  bermakna rumah Allah, namun apakah benar Allah swt mempunyai rumah sebagaimana makhluk lain, tentu ini merupakan persoalan tauhid yang tidak dapat dijawab dnegan begitu saja, karena akan dapat membahayakan  keimanan seseorang.

Allah itu mempunyai sifat laisa kamislihi syaiun atau Allah itu berbeda dnegan makhluk Nya, karena itu Allah tentu tidak bertempat sebagaiamana manusia  bertempat tinggal di sebuah rumah. Nah, Baitullah, kenapa dikatakan sebagai rumah Allah, karena semua umat muslim memang harus emnghadapkan wajahnya ke sana pada saat menjalankan shalat. Jadi hanya sebagai lambing pesatuan semata,  dan hakekatnta Allah tidak bertempat di sana. Dalam sebuah ayat alquran  dikatakan bahwa ke manapaun engkalu memalingkan wajahmy, maka di sanalah Allah berada. Jadi Allah itu tidak bertempat di sebuah tempat tertentu, melainkan  karena  kemaha Besarannya, maka Allah itu  berada di mana mana.

Pada saat kita menjalankan shalat kita juga selalu mengungkapkan kata Allahu akbar yang berarti Allah itu Maha Besar, namun terkadang kebanyakan umat tidka menyadarinya padahal mengucapkannya setiap waktu. Karena  kebaradaannya itulah seluruh umat muslim sangat merindukan untuk dapat melihat secara langsung baitullah etrsebut, dan bahkan untuk pertama kalinya biasanya orang akan menangis karena terharu akan kebesaran Allah tersebut. Orang rela untuk memberikan apapun  atau menjual apapun yang dimiliki hanya semata ingin beremu langsung dnegan baitullah tersbeut.

Kalau dilihat dari bentuknya mungkin  hanyalah tumpukan batu hitam  yang  dapat dibuat oleh siapapun juga, namun setelah direnungkan ternyata bukan hanya bentuknya yang kita lihat, melainkan kemuliaannya dan betapa umat muslim seluruh dunia rela mendatanginya hanya untuk menyembah kepada Allah swt pemilik seluruh alam.  Semua orang harus menghadapkan wajahnya ke arah baitullah yang menjadi kiblat bagi mereka. Kiblat itulah yang kemudan dikenal sebagai baitullah atau rumah Allah swt, namun sekali lagi bukan rumah dalam arti sesungguhnya atau dalam arti fisik.

Istilah rumah Allah itu memang sngat cocok dan pas untuk meneunjukkan bahwa tempat tersebut digunakan ungtuk meneyembah kepada Allah dan ungtuj memohon ampunan kepada Nya.  Bahkan saat ini  banyak masjid yang kemudian juga disebut sebagai rumah Allah dengan menyeutkan beberapa sifat Nya, sepetri Baitul Rahman, Baitul Rahim, Baitul huda dan lainnya  Ini semakin memberikan pencerahan kepada kita bahwa makna Baitul itu bukan semata mata rumah dalam arti sebagaimana rumah manusia melainkan sebagai tempat suci untuk memuja kepada Allah swt. Dengan penjelasan tersebut diharapkan tidak ada lagi orang yang mempercayai bahwa baitullah itu memang benar benar rumah Allah dan Allah berada di sana.

Baitullah yang dikenal juga sebagai ka’bah itu berada di dalam masjid haram Makkah, dan dibangun untuk pertama kalinya oleh nabi Ibrahim. Kisah tentang perjalanan Ibrahim beserta putranya Ismail dan isterinya  hajar itulah yanag saat ini terus dilestarikan sebagai bentuk ibadah haji bagi seluruh umat muslim. Napak tilas perjalanan mereka tentu merupakan sesuatu yang diperintahkan sendiri oleh Allah swt, karena Ibrahim itu  sebagai bapak umat Islam dan selalu disebut juga dalam pelaksanaan shalat sebagaimana disebutnya nabi Muhammad saw dalam shalat juga.

Sesungguhnya semua umat msulim  sudah mengerti tentang baitullah tersebut yakni ka’bah yang menjadi tempat tertumpunya menghadapkan wajah dari selurh penjuru dunia. Baitullah etrsebut memanag sebuah tempat yang disucikan oleh seluruh umat  islam dunai sehingga  siapapun  ahrsu menghargai dan menghormatinyas ebagai tempat suci karena setiap menjalankan shalat seseorang harus menghadapkan dirinya kepada baitullah etrsebut. Namun  yang harus dipahami dan dicamkan oleh umat muslim bahwa menghadap baitullah itu bukan identic dnegan mneyembah ka’bah atau menyembah sesuatu yang bukan Allah, melainkan hanya sebagai pemersatu  saja  agar seluruh umat muslim  satu dalam kiblatnya.

Persatuan umat itu memang harus ada yang mempersautukan, Tuhannya hanya satu u=yaitu Allah swt, Nabinya juga hanya satu yakni nabi  Muhammad saw, kitab sucinya juga satu, yakni alquran, dan kiblatnya juga satu yakni baitullah.  Lantas pertanyaannnya  ialah bagaimana  masid masjid  dinakana dnegan baitullah juga agtau rumah SAllah juga padahal masjid itu jumlahnya jutaan di dunia ini, apakah ini tidak ada perstuan dalam penamaannya?. Tentu jawabannya ialah  bahwa masjid itu sebagai tempat beribadah umat muslim yang tersebar di sleuruh jagat raya, maka jumlahnya memnag harus banyak, karena kewajiban menjalankan shalat itu sehari semalamnya sebanyak lima kali.

Tengtu akan terasa berat jika masjid itu hanya ada satu saja  di dunai ini karena  untuk menjalankan shalat secara berjamaah harus  menuju ke masjid yang hanya satu tersebut, karena itu masjid memang harus banyak, meskipun dnegan dinamakan dnegan sifat Allah, tetapi itu bukan dimaksudkan sebagai lambang persatuan umat. Justru masjid itu sebagai lambing kesyiaran  islam yang harus diperbanyak sesuai dengan jumlah umat muslim yang  ada.

Kiranya hanya baitullah yang dimaksudkan sebagai kiblat bagi umat sajalah yang hanya satu dan itu menjadi lambang kesatuan umat muslim di manapun, dan kita memang  akan terus mempertahankan  keberadaan dan kesuciannya sehingga akhir zaman. Apapun yang menimpa kepada umat, kita tetap harus mengakui hanya baitullah atau ka’bahlah tempat menghadap seluruh umat di dunia ini dalam menjalankan shalatnya, semenatra masjid sebagai tempat ibadah tetap harus diperbanyak guna memberikan kesempatakn kepada umat untuk dapat menjalankan ibadahnya kepada Allah swt dnegan menghadapkan dirinya ke baitullah agtau ka’bah etrsebut, smeoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.