BUDAYA ITU MEMPERKUAT AGAMA

Memang tidak smeua orang sependapat bahwa budaya itu perlu diuri uri untuk memperkokoh sebuah kayakinan.  Sebagian orang menerimanya dan sebgian lainnya menolak keras, yang justru menghariskan dipisahkannya agama dari segala macam budaya. Sebaliknya bagi mereka yangmenerimanya terkadang juga keblabasan yakni seolah budaya tersbeut dapat menggantukan posisi agama.  Untuk masalah ini harus dicermati benar bahwa  budaya itu hanyalah memperkuat posisi agama  bukan menggantikannya. Dengan pemahaman sebagian orangbtersbeut, lalu banyak muncul pihak lain yang mencoba untuk menghardik agama dnegan menggunakan tangan bid’ah khurafat yang memang sangat diharamkan oleh agama.

Mereka kemudian menggunakan alat kebiasaan yang Sudha mengakar di kalangan umat yang juga memelihara budaya tersebut, semacam budaya  mensika[I orang yang meninggal dunia yang  memang  menurut keyakinan sebagian besar umat islam itu harus didoakan karena memang ada hads nabi Muhammad saw yang maksudnya  ketika seseorang mati maka seluruh amalnya akan berhenti terkecuali tiga hal, yakni shadaqah jariyah,  ilmu yang bermnafaat dan anak yang shalik=h yang mendoakan oranh tuanya. Dari berbmula dari situlah kemudian  diambil bahw amendoakan orang yang mati itu baik dan akan mendapatkan pahala.

Satu sisi lainnya budaya yang sudah ada sejak sebelum kedatangan sialm adalah memperingati kematian tersebut sejak tujuh hari, empat puluh hari serratus hari hingga seribu hari, lalu budaya etrsebut tetap dipelihara dan  diisi dnegan kegiatan islami yang justru akan emmperkuat keberadaan doa itu sendiri dan akan semakin memberikan nuansa keagamaan bagi masyarakat,lalu dibagungkanlah keduanya yakni kegiatan agama yang berupa dzikr, membaca shalawat, membaca alquran dan lainnya dnegan budaya memperingati orang mati tersbeut. Jadilah saat ini  orang mati itu tetap diperingati  namun dalam peringatan etrsebut disikan  kegiatan agama yang bermnafaat baik bagi orangyang meninggal mapun orang yang memperingatinya tersbeut.

Ada lagi budaya yang sudah snagat digemari oleh masyarakat semacam menyanyi, lalu kita juga ingin menampakkan  ajaran islam dengan dakwah dan lainnya, lalu digabungkanlah keduanya, yakni menyanyi tetapi yang dinyanyikan bukan lagu lagu cinta dan asmara, melainkan lagu lagu islami yanag mengajak kepada kebajikan dan menjauh dari kemaksiatan. Demikian juga dnegan budaya lainnya semacam seni drama, film dan lainnya yang semua itu dapat diisi dengan dakwah Islamiyah  sehingga  akan memberikan kemanfaatan yang lebih bagi masyarakat.

Sebagai sebuah bangsa kita tentu mempunyai banyak ragam buadya yang hidup dan bertahan hingga saat ini, dan jika kita lestarikan tentu akan tetap baik, apalagi jika kita mampu menkominasikannya dnegan  ajaran islam yang  sangat luwes untuk diterapkan pada  apapun, teramsuk melalui budaya lokal dan lainnya.  Kita sesungguhnya snagat kaya budayadan smeuanya  secara substansial tidak bertentangan dnegan agama kita, hanya saja jika kita tidka mampu mengelolanya bias jadi perwujudnannya melah menyimpang dari agama. Karena itulah menjadi kewajiban kta Bersama untuk berusaha menghidupka budaya dan megisinya dnegan ajaran agama kita.

Kita tahu bahwa ada kalanya jika ajaran agama kita tersebut kita laksanakan dan ajarkan sebagaimana adanya, terkadang tidak menarik dan lama lama akan ditinggalkan oleh pemeluknya, karena itu perlu diupayakan agar ajaran agama tersbeut masih tetap disukai oleh umatnya  dengan cara mengubahnya  melalui tampilan yang berbeda melalu srana budaya local yang ada. Dengan bervariasinya penampilan tersebut diharapkan  ajaran agama akan smekain menarik dan digemari oleh anak anak kita sehingga  kidah dan amaliahnya akan semakin baik  dan menghiasi kehdupannya kelak kemudian hari.

Kberadaan budaya itu sendiri jika mampu dikombinasikan dnegan ajaran Islam, maka bukan saja akan semakin menarik tampilan agama, melainkan juga akan semakain emmeprkuat posisinya. Kita arus yakin bahwa  jika mengkombinasikan  antara budaya dan agama tidak ada yang boleh mendominasi, semacam budaya menagalahkan agama, melainkan  sebagai umat beragam kita justru akan menampakkan agama dalam budaya tersbeut sehingga warna agama dalam budaya tersebut akan Nampak sehingga secara lahir pun kita tidak akan kehilangan warna agama. Namun jika warna agama justru dilarutkan ke budaya dan sampai sama sekali tidak tampak, maka itu yang harus kita ingatkan.

Memang kita menyadari bahwa ada kalanya budaya yang dipengaruhi dari negara lain yang mungkin snagat digemari oleh anak anak muda itu ternayat secara esensial bertentangan dnegan ajaran  sebuah agam. Nah, kalau kenyataannya demikian maka kita harus mampu untuk menjauhkan anak anak kita dari budaya tersebut dan berupaya pula unuk memunculkan budaya lain yang juga digemari oleh anak anak mudah tetapi justru tidak bertentangan dnegan ajaran seuah agama. Budaya pergaulan bebas diantara wanita dan Priya  tengty snagat tidak cicok uny=tuk diterapkan di negara kita dan lingkungan kita, dan karena kitu kita harus mampu untuk mengambil pengaruh  tersebut dari keburukan yang ditimbulkannya.

Artinya kita harus berusaha untuk membuat budaya islami yang snagta menarik anak anak mudah tetapi tetap sopan dalam menjalannya serta tetap memelihara akhlak yan baik. Kita yakin bias melakukan hal tersebut. Diantara seniman muslim yang baik itu ada banyak yang mampu membuat sesuatu yanag menarik hati para anak muda dan tetap menjaga ajaran Islam. Karena itu kita harus emnghimbau kepada mereka untuk ikit amnil bagian berjihad untuk mengemas budaya islami  agar dijalankan dna digemari oleh anak anak mudah kita.

Kita tidak ingin dan tidka rela jika anak anak muda kita justru diambil oleh mereka yang  merusak budaya  islam, kita harus ambil kembali pemngaruh tersbeut dna menyingkirkan budaya  barat serta menggantinya dnegan budaya local yang justru tidak kalah menarik dari buadaya import tersebut, semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.