PLUS MINUS MENTERI AGAMA DARI MILITER

Saat ini masih banyak pihak yang terkaget kaget karena Menteri agama  dari militer meskipun sudah purnawirawan, apalagi ada pihak tertentu yang sangat kecewa kenapa bukan dari kelompoknya dan lainnya. Rupanya kita mudah lupa bahwa para era orde baru kita juga pernah mempunyai  Menteri agama dari kalangan militer bahkan dua kali, yakni Alamsyah ratu perwira negara dan juga Tarmidzi thahir. Prsiden mengangkat Menteri yang dari kalangan militer tentu mempunyai pertimbanagn tersendiri dan target tertentu yang ingin diraihnya.

Memang banyak kalangan  yang mengusulkan agar Menteri agama itu bukan dari partai politik, karena  tidak akan sehat dalam perjalanannya. Mungkin menterinya baik, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa  pasti ada oknum parp[ol yang akan memanfaatkan kementerian tersebut untuk menrik keungungan. Nah, saat ini keinginan tersebut sudah dipenuhi oleh presdien, namun masih saja banyak yang kecea karena tenrytaa dia adalah seorang perwira mamta TNI padahal keinginan merka ialah akan diambil dari kelangan mereka dan seterusnya.

Namun kalau kita mengikuti keinginann bnayka orang sudah pasti tidak mungkin akan memuaskan smeua pihak, karena keinginan masing masing pihak itu bebeda. Saat ini kita nikmati saja apa yang baru saja dilantik dan kita menunggu apa yang akan dilakukan oleh Menteri tersebut. Harapannya tentu kementerian akan lemenjadi lebih baik dalam melani umat dan dalam mengelola Pendidikan  agama dan keagamaan. Kita berharap   militer itu biasnaya disiplin, sehingga kementerian ini akan menjadi lebi berisiplin tinggi dalam menjalankan aktifitasnya dan dalam mengelola asset asset yang dipunyainya.

Demikian juga ada ketegasan dalam memberikan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pegawainya  sehingga  kementerian ini akan menjadi lebih baik dan bersih. Merk yang sudah ada niat untuk melakukan kecurangan juga akan menjadi takit menjalankannya karena sanksi sudah di depan matanya. Dari aspek ini tentu kita akan mndukung penh dan juga dalam menggunakan anggaran kiranya dapat dilakukan dnegan system yang lebih baik dan mengedepankan asas keadilan diangtara satker yang ada. Artunya seluruh aktifiyas kementerian akan menjadi lebih baik, transparan dan akuntabel sehingga secara umum akan menjadi semakin membaik.

Namun jika niat awalnya ingin memerangi radikalisme yang ada, mungkin ada sedikot kesalahan atau kis informasi, karena justru yang banyak  radikalisme nya bukan di kementerian ni, melainkan di kementerian l;ainya. Wa;laupu  kita mengakui  dim kementerian in juga sudah ada benih benih dan virus radikalisme, namun belum terlalu membahayakan dan tidk perlu dilakukan  secara khusus dalam memberantasnya. Kita tahu  bahwa kementerian ini banyak dihuni oleh mereka yang justru  anti radikalisme, karena itu kalau hanya sekedar untuk antisipasi saja idak mengapa karena itu memang harus dilakukan dan semua akan mendukung usaha tersebut.

Namun secara keseluruhan kita  akan menunggu  apa yang akan terjadi di kementerian ini dan tentunya kita berharap akan menjadi semakin membaik siappun menterinya.  Kita juga tahu bahwa Menteri bukanlah  seorang yang menentukan segalanya dan menguasi semua persoalan, karena disana sudah ada eselon 1 dan juga pejabat di bawahnya yang akan menjalankan roda organisasi dengan pimpinan Menteri. Karena itu yang terpenting ialah bagaimana nantinya Menteri ini mampu memimpin kementerian ini dnegan sangat baik dan menghasilkan kondisi yang kondusif untuk menjalankan peran dan fungsi kementerian.

Bagi sebagian orang yang belum terbiasa behubungan dnegan milter mungkin akan menganggap bahwa Menteri dari militer akan  mengahalangi komunikasi yang selama ini sudah terjalin dnegan baik, karena biasanya militer itu kaku dan lainnya. Dengan kondisi tersebut sangat mungkin akan terptus komunikasi yang selama ini sudah bias aterjalin, sepetri komunikasi para pimpinan perguruan gtinggi dengan Menteri dan lainnya. Mungkin kalau itu terjadi sesungguhnya maish ada jalan lain, yakni komunikasi melelaui dirjen dan sekjen yang ada. Bahkan kalau para pimpinan perguruan tinggi mampu menhkomunikasikan hal hal pemting tertengtu langsung kepada ,enteri, justru akan jauh lebih manjur, seperti tentang anggaran dan  lainnya.

Artinya setiap sesuatu itu  pasti ada plus dan minusnya, namun kita dapat mengambil plusnya sehinggga akan emmberikan manfaat yang lebih untuk instansi dan organisasi kita. Hanya saja kita tidak boleh melakukan sesuatu untuk kepentingan secara individual, karena kalau itu dilakukan maka akan rusaklah system yang sudah ada, dan kebanyakan diantara  kita biasnya malah melakukan hal tersbeut. Saat ini kenyataannya Menteri agama kita ada;ah milter meskipun sudah purna, namun kita justru dapat memanfaatkannya unuk memperbaiki kondisi kementerian kita dari sisi aspek yang memerlukan ketegasan dan keseriusan.

Sementara  untuk hal hal yang terkait dnegan pelaksanaan  kinerja dalam berbagai aspek, dapat dilakukan dnegan pendekatan yang   baik nutk mendapatkan  peluang menjalankan kinerja dnegan penuh tanggung jawab dan baik.  Saya yakin meskipun pak Menteri itu dari militer, bukan berarti tidak emmpunyai kepekaan terhadap hal hal sipil yang bias aterjadi di kalangan para pegawai dan itu dapat didekati dnegan hati dan cara yang memungkinkan. Jadi nintinya kita harus tetap optimis bahwa  Menteri dari kalanganmiliter pun akan tetap dapat menjalankan ugasnya dnegan baik di kementerian ini yang meliputi banyak peran termasuk di dalamnya Pendidikan.

Kioita hatus mengembangkan sifat husnudzdzan  kepada siapapun dan kita harus  yakin bahwa kita akan mampu menjalankan uas  dan tanggung jawab dngan baik. Dengan dmeikian kita tidak perlu pesimistis terhadap figurmilter, melainkan harus optimis bahwa dengan begitu kementrian kita akan jauh lebih baik dan prospektif dalam mengembangkan peran dan fungsinya ke depan, semoga

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.