SELAMAT HARI SANTRI

Tanggal 22 oktober memang menjadi sangat istimewa bagi kalangan santri dan pesanten karena tanggal etrsebut saat ini sudah baku menjadi hari santri nasional dan itu merupakan perjuangan Panjang yang cukup melelahkan yang akhirnya gol. Karena itu tidak ada kata lain yang patut diunbgkpakan terkecuaali hanya bersyukur kepada Allah swt. Lalu apa dan bagaimana kita menyikapi hari santri tersebut, apakah kita Sudha puas  dengan hanya dijadikannya tanggal tersebut sebagai hari snatri, lalu kita berdiam diri dna bahkan mungkin tidur, tentu tidak, kita  kalangan snatri harus gterus berupaya untuk memberikana warna bagi negara ini denagn warna khas santri, terutama dalam hal akhlak dan  kebaikan lainnya.

Memang masih banyak diantara umat di negeri ini yang pesimistis dengan santri yang dianggap sebagai kolot, tradisional dan terbelakang. Kelau kita mengingat kesan santri pada zaman dulu memang kita tidak dapat mengelak dnegan sebutan yang sangat menyaktkan, yakni santri ityu identic dengan penyakit gatal atau gudik, kemproh dan tidak disiplin. Namun saat ini kesan tersebut sudah hilang dari pesantren itu sendiri, yang sudah menerapkan bagaiman menjaga kesehatan Bersama, bagaimana kita lihat hamper tidak ada pesantrena yang identic dnegan gudik, karena tempatnya juga Sudha bersih dan tidak terkesan kumuh dan sejenisnya.

Mungkin memang masih ada diantara pesantren yang masih berpegang kepada  kitab kuning secara harfiyah, utamanya yang berkaitan dnegan hubungan antara laki laki dna perempuan yang sudah tidak sesuai dnegan kondisi zaman saat ini. Dengan kondisi etrsbeut kemudian muncul kesan tertentu yang meremehkan santri. Padahal yang masih kolot dnegan berpegang secara jarfiyah terhadap kitab kuning yang dmeikian iu hanyalah segelintir saja, dan selebihnya Sudah meninggalkannya, meskipun sebagai bacaan dan pengetahuan tengtu masih dibaca.

Sebagai contohnya ialah kitab uqudul lujain yang berisikan  ketengtuan ketengtuan yang sama sekali tidak menghargai peran perempuan, bahkan ada semacam intimidasi kepada kaum perempuan untuk mengabdikan diri secara total kepada suaminya.  Namun yang jelas para kiyai dana mereka yang mengkaji kitab tersebut sudah tidak menjalankannya secara lahir melainkan justru sudah beradaptasi sedemikian rupa sehingga mereka sudah sangat mengharagi dan menjadikan perempuan sebagai pihak yang sangat dihargai dan dihormatai.

Bahkan kenyataannya saat ini sudah banyak diantara para santriwati yang sudah sdmeikian maju dan berpendidikan tinggi sehingga ini secara pelan tetapi pasti akan menghapuskan kesan tidak baik tersebut. Itu disebabkan para permpuan yang berpendidikan tinggi dan mempunyai pengalaman banyak tentu tidak akan mungkin hidup dalam kungkungan dan keterbatasan gerak sebagaiman ayang digariskan dalam kitab tersebut. Penafsiran terhadap ayat ayat tentang keprmpuanan juga sudah berubah sehingga mereka telah diberikan penghargaan yang snagat baik dan behkan mungkin sudah sejajar dnegan kaum laki laki dalam beberapa asepk.

Hal yang harus kita  wujuudkan dalam negara kita saat ini dan masamendatang ialah bagaimana kita meelisasikan peilaku santri yang baik ke dalam kehidupan nyata kita. Artinya kalau par santri berakhlak baik, maka  itulah yang harus kita sosialisasikan dan lekukan  agar masyarakat kita mengetahui bahwa akhlak itu snagat penting dan menentukan bahkan sangat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan negara kita. Jika sebuah kaum dan sebuah negara menjunjung tinggi akhlak maka kaum dan engera tersbeut akan menjadi jaya dan sebaliknya jika mengabaikan persoalan akhlak maka kaum atau negara tersbeut akan dapat hancur berkeping keping.

Kita sangat menjunjung tinggi akhlak tersbeut karena misi nabi Muhammad saw sendiri  diutus ke dunia ini juga dalam rangka memperbaiki akhlak yang bejat agar menjadi baik. Kita tentu paham bahwa sebelum Nabi datang betapa biadabnya masyarakat jahiliyyah saat itu dimana anak perempuan sama sekai tidak ada harganya, bahkan ketika seseornag mendapatkan anak perempuan dapat saja mereka langsung membunuhnya karena merasa malu karena anak perempuan dianggap sebagai aib karena tidak mampu dijadikan sebagai andalan.

Saling membunuh, menjarah dan memplakukan tidak senonoh kepada kaum perempuan adalah  beberapa bentuk kebiasaan yang tidak didasarkan  kepada akhlak, melinkan hanya didasarkan kepada penetingan sesaat dan nafsu menguasai.  Karena itu  praktek yang saat ini masih ada di negra kita yang sama sekali tidak mengindahkan masalah akhlak juga hartus dikikis habis dnegan cara yang santun dan bermartabat. Bobroknya moral dan akhlak sebagian  diantara para petinggi di negera ini juga yanag turut menjqdikan  kesengsaraan rakyat secara umum.

Bagaimana mungkin  mereka yang mempunyai akhlak akan mampu melakukan kejahatan, baik yang berupa kejahatan korupsi, narkotika dan juga  kejhatan yang bebetuk lainnya. Kita memang harus mewujudkan akhlak yang baik di negeri ini. Orang yang pintar tetapi tidak berakhlak akan jauh lebih berbahaya ketimbang orang bodoh yang tidak berakhlak, karena mereka yang pinter tetapi tidak berakhlak akan mampu mencipyakan peluang untuk melakukan kejahatan yang disengaja, tetapi orang bohon yang melakukan kejahatan biasnya akan mudah ditebak, sehinga akan mudah pula mengatasinya.

Komitmen satri yang tetap menjalankan kewajibannya adalah salah satu yang harus kita transfer kepada masyarakat kita secara umum, karena dngan mental dan kepercayaan yang penuh terhadap sebuah aturan main, akan menjadikan seseornaag  menjdi baik dan mau menerima  kritikan dan  anjjuran dari pihak lain.  Ingtinya santrri itu masih mau mendengar meskipun dia pinter, karena mereka meyakini bahwa di atas kepintaran seseornaag pasti akan yang lebih piter lagi, sehingga tidak ada santri yanag merasa pinter sendiri. Sifat inilah yang juga seharusnya ditularkan kepada masyarakat kita untuk modal sebagai sebuah bangsa yang tidka sombong, melinkan  snagat santun dan menghargai pihak lain.

Semoga dengan peringatan hari snatri kali ini, kita akan semakin mampu untuk mentransfer akhlak baik para snatri kepad masyarakat secara luas sehingga keinginan kita ungtuk membangun masyarakat yang madani akan semakin dekat untuk kita wujudkan, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.