AKHLAK MULIA

Siapa yang tidak berkeinginan untuk dapat berakhlak baik, utamanya kepada orang orang di sekitar kita, dan lebih utama lagi anak anak kita, karena itulah kita akan selalau menidik dan sekaligus memberikan contoh kepada mereka dalam kehidupan keseharian di rumah dan lingkungan kita. Bahkan kita juga memasukkan mereka ke sekolah atau pesantren dengan harapan mereka akan menjadi anak yang baik dan berakhlak yang mulia. Bahkan tidak jarang jika anak anak ternyata melakukan hal hal terscela atau merugikan pihak lain, maka  kita terkadang menjadi sedih atau bahkan memberikan sanksi kepada mereka, meskipun tidak menyakitkan.

Namun dalam kenyataannya sering kali kita jumpai apa yang kita harapkan ternyata tidak sesuai dnegan kenyataan, bahkan sudah kita upayakan sedemikian rupa saja pun tetap saja tdak  dapat dicapai keinginan tersebut. Artinya jika itu diterapkan terhadap anak, maka kita sudah  memasukkan anak ke  sebuah tempat yang baik dan diharapkan akan mendapatkan kebaikan dan akhlk yang mulia, namun setelah keluar dari sana, ternyata anak etrsebut akhlaknya buruk dan banyak merugikan pihak lain. Lalu bagaimana sikap kita menghadapi masalah tersebut?

Memang secara teoritis orang yang lama berada di lingkungan yang baik, akan menjadi baik, dan demikian juga orang yang berada di lingkungan yang buruk juga akan menjadi buruk, namun terkadang ada pengecualian, yakni meskipun Sudha cukup lama berada di tempat yang baik, tetapi justru malah bukannya bertambah baik, memlainkan  justru masih tetap nakal dan buruk kelakuannya. Nah, sebagai orang tua kita tidak boleh menyerah begitu saja terhadap kondisi demikian, melainkan kita Sudha usahakan secara  langsung dna belum berhasil, maka usaha berikutnya kita harus tetap mendoakan mereka kepada Allah agar dibukakan pintu hatinya sehingga akan dapat ebrubahmenjadi baik.

Doakan mereka setiap malam setelah shalat tahajjud, karena dnegan rutin kita doakan tersebut, insyaallah Allah akan mebukakan hati mereka dan mereka akhirnya  akan menjadi lebih baik. Kita harus yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak, dna kita berharap hanya dari Allah yang Maha Kuasa dan Maha Membolak balikkan hati seseorang.  Hanya saja kta memang tidak boleh bosan dan menyerah, melainkan harus terus diusahakan sambal terus memelihara sikap optimis bahwa Allah akan membukakan hati anak anak kita.

Terlepas dari persoalan akhlak anak tersebut, sesungguhnya kita  selalu berharap berada di lingkunagn yang kondusif dan baik dalam hal apapun. Ketanangan hidup itu jika di lingkungan kita akan tercipta  kondisi yang menyenangkan sejuk dan selalu ada keramahan diantara para penduduknya. Saling menghormati dna menghargai itu merupakan salah satu factor yang  penting dalam menciptakan ketenteraman tersbeut, dan itu merupakan salah satu akhlak baik yang mestinya dipelihara ole semua orang. Bakna  jika seluruh masyarakat mampu berbuat bai sedmeikian rupa, maka sekaligus juga akan memberkan kesan dan menolong untuk  diberikannya penilaian bagus oleh pihak lain.

Secara lebih besar skalanya, nabi Muhammad saw  pernah menyatakan bahwa  kesejahteraan sebuah bangsa itu tergantung kepada akhlak kaumnya, sebalinya kesengsaraan sebuah bansga itu juga tergantung kepada akhlak kaumnya. Jadi  jika akhlak itu snagat menentukan masa depan  sebuah komunitas, karena akhlak itu merupakan sumber kesuksesan dan kebahagiaan. Jadi siapapun yang menginginkan sukses, maka dia harus menjaga akhlaknya, dan jika ingin gagal silahkan untuk mengabaikan akhlkanya.

Kenyataannya banyak manusia yang pandai dna mempunyai banyak ilmu  serta didukung oleh harta yang cukup banyak pula, namun akhirnya justru snagat menderita, karena sama sekali tidka memperhatikan persoalan akhlak.  Ilmmu banyak dan harta juga melimpah, akhirnmya hanya membuat dirinya sombong serta menganggap pihak lain remah sehingga banyak orang tidak simpatik kepadanya dan bahkan karena kejengkelan serta kemuakan terhadapnya, akhirnya ketika dia mempunyai masalah, banyak masyarakat yang cuek saja dan tidka mau mendekat dan membantunya.

Pada akhirnya dia semakin terseudut dari pergaulan serta pada ujungnya hartanya juga habis untuk pengobatan sakitnya.  Pada akhira hayatnya dia menjadi bangrut serta dijauhi oleh masyarakatnya.  Itu smeua hanya disebabkan oleh akhlaknya yang buruk serta tidka mampu menjaga diri dari pengaruh nafsunya dan kesombongannya. Untuk itu seharusnya smeua itu menjadi pelajaran bagi kta semua agar kita tidak mengabaikan persoalan akhlak, melainkan malah memperhatikan dan menjaganya sedmikian rupa sehingga meskipun miskin harta, tetapi jangan sampai miskin akhlak.

Masih belum terlambat bagi kita jika sampai saat ini kita belum berakhlak baik, karena  sebelum kita dipanggil oleh Allah swt kita masih dapat berusaha untuk memperbaiki diri, khususnya dari aspek akhlak. Dalam kaitannya dnegan akhlak anak anak, kita juga harus terus berusaha untuk mendidiknya dengan didikan yang baik, dan menempatkannya pada lingkungan yang baik serta tidka bosan bosan untuk sellau meminta kepada Allah agar  anak anak diberikan hidyah dan pertolongan sehingga nantinya anak anak akan  mendjai anak yang shalih dan shalihah.

Orang akan diberikan penghargaan dan dihargai oleh orang lain bukan karena harta dan  aspek lainnya, melainkan hanya dari akhlaknya. Setinggi apapun ilmu seseorang jika tidka dibarengi dnegan akhlak yang mulia, maka ilmuya tersbeuit hanya akan menjadi beban baginya dan bahkan mungkin  dengan ilmu yang tidka dibarengi dnegan akhlak malahan akan menjdaikannya  sombong dnegan ilmunya tersebut. Sebaliknya meskipun orang tidak emmpunyai ilmu yang tinggi, namun jika akhlaknya bagus, maka akan membuatnya dihargai orang lain dna hidupnya akan menjadi sangat tenang dan berkah.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.