THUMAKNINAH

Siapapun yang pernah belajar tentang shalat, tentu akan mengenal apa itu thumakninah, karena setiap menjalankan shalat kita juga seka;igus harus menjalankan thumakninah etrsebut, bahkan siapapun yang tidak menjalankan thumakninah etrsebut shaatnya tidak sah. Thumakninah itu memang bahsa Arab yang kalau diterjemahkan ke daam Bahasa kita secara mudah ialah tenang. Artinya dalam setiap menjalankan shalat, seseorng harus dapat tenang dalam setiap rukunnnya, meskipun hanya sebentar saja,  semisal  selama kita membaca tasbih.

Namun dmeikian  sesungguhnya thumakninah itu snagt dibutuhkan dalam shalat, karena dnegan thumakninah tersebut kita akan mampu untuk berkonsentrasi dna memikirkan tentanag Allah yang sednag kita sembah. Lalu bagaimana mungkin kita dapat berkomunikasi dengan Allah jika kita tidak menjalankan thumakninah. Ketenangan dalam menjalankan ibadah shalay itu menjadi urgen dan menentukan kualitas shalat kita, sebab boleh jadi kita sudah menjalankan shalat namun karena tidak ada ketenangan yang  cukup untuk memikirkan tentang Allah,  maka snagat mungkin shalat kita hanyalah memenuhi kewajiban semata dan bukan berkomunikasi dengan Tuhan.

Dalam shalat semisal kita sedang tukuk, maka kita wajib thumakninah  sejenak untuk merasakan betapa  rukuk kita yang sedang berhadapan dengan Tuhan, kita menundukkan diri kepada Allah dengan rukuk dan mengucapkan subhanallah yang Maha Tinggi kepada Allah swt, demikian juga saat kita sujud kita harus  thumakninah dnegan mengungkapkan hal yang relative sama yakni mengucapkan subhanallah yang Maga Agung. Jika ungkapan tersbeut kita hayati dnegan sungguh sungguh dan  kemudian kita  mewujudkannya dalam setiap aktifitas kita, maka hal tersbeut akan berdampak sangat bagus bagi diri kita serta  hubungannnya dengan pihak lain.

Itu hanya sebagian rukun saja yang kita conptohkan, namun sebenarnya seluruh rukun dalam shalat itu harus kita hayati  dengan menjalankan ketenangan atau thunakninah yang cukup. Bahkan bukan hanya thumakninah dalam arti harfiyah semata, melainkan kita  sangat memerlukan thumakninah yang sesungguhnya dalam setiap Gerakan dalam shalat kita. Tunjuannya sangat jelas bahwa kita seharusnya  berkomunikasi dnegan Allah pada saat shalat, karena dengan melakukan thumakninah hati yang terus menerus terjalin dan terhubung dengan Allah, kita akan mampu  merasakan nikmagtnya menjalankan shalat dan berhubungan dengan Tuhan.

Bahkan thumakninah itu juga dibutuhkan dalam setiap kegiatan kita, baik yang berhubungan dengan Tuhan maupun yang terkait dnegannhubungan kita dengan sesame makhluk Nya. Thumakninah dalam arti yang lebib umum ialah berkonsentrasi penuh terhadap apa yang sedang dijalani. Karena itu sangat tidak terpuji siapaun yang sednag berkumpul dengan banyak pihak, namun  dia asyik dnegan  HP nya unyuk maingames atau memainkan media social dan lainnya yang intinya tidak focus kepada  sesamanya yang sedang berkumpul, bahkan mungkin sedang bermusyawarah hal yang sangat penting.

Dengan deikian kita sesungguhnya dapat mengerti jika ada orang sebagai atasan marah besar kepada anak buahnya yang memainkan Hp nya pada saat rapat mislanya atau sedang membicarakan sesuatu hal. Etikanya ialah jangan sam;ai kita  tidak berkonsentrasi terhadap sesuatu yang sedang dibahas atau dihadapi, meskipun  mungkin sesuatu yang lain itu penting juga. Bahkan  seharusnya jika ada panggilan  telepi]on  dana saat itu kita sedang membahas sesuatu, maka kkta memohon ijin sebentar untuk menjawab panggian tersebut dan segera melaporkan kepada yang ada.

Tekadang kita memang lupa bahwa dalam hubungan dnegan sesame itu ada etika yang harus dijaga Bersama, yakni kebersamaan dan focus kepada sesuatu yang sedang dihadapi, bukan malah  sibuk dnegan urusannya sendiri. Kondisi seperti itu saat ini juga sudah melanda anak anak kita yang terbiasa memainkan HP nya,  dan sebagai orang tua kita memang harus tegas membatasi penggunaan HP tersebut, karena kalau dibiarkan maka akan dapat merusak akhlaknya, semisal tidak lagi menghargai orang tua, semisal pada saat keluarga berkumpul untuk membicarakan sesuatu atau atau hanya untuk sekedar malan Bersama, namun tidak ada komunikasi diantara mereka, karena masing masing sibuk dnegan HP nya  sendiri sendiri.

Kita harus berani untuk mencegah haltersbeut agar tidak berlarut dan merugikan semua. Karena itu mengacu kepada thumakninah yang diajarkan dalam shalat, kita dapat menerapkannya dalam  setiap sikap kita khususnya di luar shalat.  Fokus terhadap sesuatu adalah hal yang snagta penting dan menentukan  keberhasilan seseorang dalam mengembang  amanah tertentu. Selana kita selalunfokus kepada apekerjaan yang ada di hadapan kita, insya allah kita akan dapat  mengerjakannya sebagimana target yang telah ditentukan. Sebaliknya jika kita tidak focus atau gagal focus, maka kegagalan lah yang akan kita temui, dan itu pastinya tidak kita inginkan.

Kita tentunya juga mengetahui bahwa  dengan sikap kita yang tenang dalam menghadapi segala sesuatu, maka akan sangat mudah bagi kita mencapai sesuatu yang kita inginkan. Dengan sikap ketenangan tersbeut kita juga akan dapat berpikir dengan jernih dalam memecahkan segala persoalan yang sedang kita hadapi. Dengan kata lain dengan sikap tenang yang selalu kita tunjukkan kita akan mudah untuk bersikap bijak dalam segala hal dan terjauhkan dai serampangan dan sikap tidak adil.

Sudah  sangat jelas bahwa  sikap thumakninah yang diajarkan dalam menjalankan shalat tersbeut sesungguhnya sangat bagus jika diterapkan pula di luar shalat, karena akan mampu menghasilkan sesuatu yang kita inginkan.  Sikap thumakninah tersbeut juga akan membantu kita untuk selalu mengingat kepada Allah swt yang seharusnya memang terus kita ingat dan tempatkan pada hati dna pikiran kita. Lantas bagaimana mungkin kita mampu mengingat Allah kalau kita tidak mampu untuk bersikap tenang? Mati renungkan hal ini dnegan baik sehingga kita akan dapat menyimpulan s endiri sesuatu yang snagta bermanfaat bagi kita smeua.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.