AJAL KEMATIAN

Hampir setiap saat kita disuguhi berita tentang kematian, baik yang disebabkan atau diawali dnegan sakit terlebih dahulu atau disebabkan oleh kecelakaan, namun intinya  meninggal dunia. Kita mungkin tidak memperhatikan satu persatu betapa  sedihnya keluarga yang ditinggalkan, dan biasnaya kita hanya  sebentar saja ikut sedih dan sleebihnya kemudian sudah lupa.  Kematian dan ajal sesungguhnya kita yakni sudah ditentukan oleh Yang maha Kuasa Allah swt, meskkipun dmeikian kita sebgai manusia terkadang masih tidak mempercayai apa yang sudah terjadi tenrkait dnegan kemaian tersebut, seolah itu hanyalah mimpi belaka.

Hanya orang orang yang benar benar tulus dan menyadari tentang hal tersbeutlah yang mampu meneimanya sejak awal.  Mereka yang sadar tersbeut karena semuanya atas kehendak Allah swt. Mau bagaimana pun kita, tetap saja aajal tersbeut akan tetap terjadi, karena itu akan jauh lebih bermanfaat jika kita tidka menyesalinya, melainkan menerimaanya dnegan  tulus.  Sekali lagi dalam kenyataannya masih terlalu banyak orang yang tidak menyafari hal tersebut sehingga kemudiana timbul tangis dan kesedihan yang cukup lama dan menyita perhatian  banyak pihak.

Jangankan manusia biasa yang  sebelumnya sangat mencintai orang yang paling dekat yang telah smapai ajalnya tersbeut, nabi Muhammad saw saja dahulu pernah menangis sedih karena ditinggal oleh putranya yang bernama Ibrahim. Hanya saja  Nabi tidak latrtut dalam kesdihan melainkan hanya sebagai buktyi bahwa Nabi memang juga manusia biasa yang mempunyai perasaan. Jika kita  mampu melakukan hal yang sama, yakni mau menyadari bahwa smeua itu merupakan keputusan Allah swt sehingga  kita harus menerimanya dnegan tulus, maka pasti akan menjadi lebih baik bagi diri kita dan dalam upaya untuk terus menciptakan kesadaran yang penuh dalam pengakuan  kemestian ajal tersebut.

Tentu kepercayaan terhadap ketentuan ajal tersebut harus dikaitkan dnegan kepercayaan kita terhadap taqdir Allah swt yang sudah ditentukan untuk setiap makhluk Nya. Keyakinan takdir tersbeut akan membantu kita untuk lebih sadar dan memulihkan kondisi kesedihan yang  terkadang melanda diri kita. Bersedih itu boleh dan iatu dapat disebut sebagai bentuk manusiqawi, namun berlarut dalam kesedihan itu tidak baik karena pasti akan mengganggu aktifitas kita  yang lain, bahkan mungkin hal yang sangat penting dalam hidup kita, bahkan terkadang kesedihan tersebut juga akan mengganggu kegiatan kita beribadah kepada Allah swt.

Jika kita kehilangan seseorang yang kita cintai, lalu kita bersedih dan menyesal karena  mungkin ada faktor kelalaian atau sejenisnya, dan jika hal tersbeut dibiarkan dan dipelihara secara yerus menerus, maka kemungkinannya ialah justru akan menjadi penyakit yang menggerogoti diri kita, namun jika kemudian kita hadirkan kepercayana kita terhadap takdir Tuhan, maka  semua itu akan segara berlalu karena smeuanya syah ditentukan oleh Allah, meskipun  kita berusaha speerti apapun. Dengan kepasrahan  dana mengembalikan seluruh persoalan kepada Allah swt karena takdir Nya, maka  semuanya sudah akan cepat selesai dan  hati serta pikiran akan menjadi plong.

Itulah peningnya menghqadirkan kepercayaan terhadap takdir sangat urgen untuk membantu memulihkan kondisi kita yang shok karena kehilangan sesuatu yang snagat kita sayangi. Tentu akan lain halnya jika kita tidak menghadirkan takdir dalam kondisi yang dmeikian, karena boleh jadi  justru akan semakin memperparah kondisi kesedihan yang sudah ada. Pernah terjadi pada diri seseornag yang meskipun secara lahir ada kepercayana terhadap takdir, namun karena tidka mampu menyerap sampai ke dalam hati, maka kondisi orang tersbeut semakin parah dnegan semakin menderita karena menyesali apa yang sudah terjadi terhdap anaknya yang meninggal karena kecelakaan, bahkan ke,udian hingga akhira hayatnya  dia tidak mampu untuk bangkit dari  tempat tidurnya. Memang ksihan sekali dengan keadaannya. Karena itu  haruslah dijadikan pelajaran bahwa  meyakni tentang ajal sebagai sebuah ketentuan dna takdir Allah itu sangat penting, bukan dalam pikiran saja, melaibkan harus juga dihayati hingga sampai hati dan pikiran kita.

Di samping itu ketika kita  menyaksikan kematian yang terjadi di beberapa keluarga dan tempat, lalu kita dapata memikirkannya dnegan jernih, maka itu juga akan mampu menolong kota dari keterpurukan  dalam kesedihan. Artinya jika kita memikirkan bahwaa  tidak kita saja yang mengalami kematian orang yanag kita cintai, melainkan banyak piahk yang juag mengalami hal yang sama, maka kita seolah ada kawan yang ikut merasakan kesedihan sebagaiman ayang kitabrasakan. Dengan dmeikian akan sedikit mengurangirasa sedih yang kita derita. Itulah pentingnya kita  mau menjadikan sesuatu sebagai pelajaran dalam hidup kita termasuk dalam hal ajal kematian tersebut.

Namun jika kita cuek saja pada saat kita menyaksikan adanya kemayian, terutama yang disebabkan oleh kecelakaan dan kondisinya snagat mengenaskan, maka boleh jadi kita nanti akan sangata terpukul jika hal setupa menimpa kepada keluarga kita, karena kita seakan hanya merasakannya sendirian  dan pihak lain tidak ikut merasakannya. Dengan kondisi demikian maka penderitaan dan kesedihan yang kita alami akan jauh lebih  menyakitkan  karena  orang lain seolah tidak peduli dan bahkan mungkin melah menrtawakan kita, meskipun itu hanya perasaan semata.

Untuk itu sekali lagi menganai urusan ajal kematian tersbeut, kita memang sebaiknya selalu ikut merasakan kesedihan keluarga yang ditinggalkan sehingga dengan kebiasaan ikut merasakan etrsebut, kita akan tidak terlalu sakit dan sedih jika mengalaminya sendiri. Palah]gi kalau kemudian kita cepat menghadirkan keyakinan takdir  ke dalam diri kita sehingga kita akan dengan cepat pula mengembalikan smeuanya itu kepada Allah swt, dan tidaka kitatanggung sendiri. Semoga kita akan mampu menjalani hal tersbeut dnegan nyaman dan tidka terlalu memendam kesedihan yang terlalu lama, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.