BIJAKSANA

Mungkin kata bijaksana ialah kata yang sangat diidamkan oleh sebagian besar orang, terutama  terkait dnegan atasan atau pemimpinnya, karena jika bijaksana etrsebut menjadi sikap dan kebiasaan atasan aau pemimpin maka  semua anak buah dan bawahan, pasti akan merasakan kenyamanan  dan mendapatkan ketenangan serta kepuasan. Bijaksana itu merupakan sikap menjalankan tugas sebagaimana yang seharusnya dan bahkan ada perhatian terhadap siapapun serta tidak pernah berbuata sesuatu yang dapat merugikan pihak lain atau dapat menhyinggung perasaan pihak lain.

Pemimpin yanag bijaksana ialah pemimon yang  dapat bertindak adil dan memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada siapapun untuk berkompetisi secara sehat dan alan memberikan hak haknya setelah menjalankan kewajiban. Jika ada persoalan, maka akan segera dicarikan solusinya dan diberitahuakan kepada mereka yang  mengharapkan  penjelasan tersebut. Namun dmeikian bijaksana bukan berarti akan menuruti seluruh kemauan orang lain, karena boleh jadi keingiann orang lain tersebut justru bertentangan dengan keinginan yang lainnya pula, sehingga jika keinginan pihak tertentu tersebut dipenuhi maka justru akan menimbulkan persoalan bagi pihak lainnya.

Kebaijaksanaan yang tentunya harus diambil ialah untuk memberikan kenyamanan kepada semua pihak dan sebisa mungkin untuk memberikan kepuasan smeuanya, meskipun hal tersbeut snagat sulit didapatkan. Karena itu yang terpenting  dalama kebijaksanaan ialah bagaimana bertindak sesuai dnegan aturan main yang ada daan berusaha untuk memberikan seluruh hak setiap orang sebagaimana mestinya. Jika ada masalah dnegan pemenuhan hak tersbeut, maka harus dijelaskan sehingga semua akan dapat mengerti dan memahaminya  dan pada akhirnya tidak akan meresahkan mereka.

Memberikan hak tersebut juga harus dipertimbangkan tentang manfaat dan madlaratnya, karena boleh jadi adaa sebuaha keinginan tertentu yang kalau dipenuhi justru malah akan menjadi madlarat baginya atau sebaliknya  ketika keinginan tersbeut tdak dipenuhi justru akan menjadi maslahat baginya. Tentu  itu akan diketahui  setelah dijalankan, sebab pada saat ada keinginan tertenti tersebut dimunculkan, maka yang ada di p[ikiran yang mrnginginkan bahwa itulah yang terbaik untuknya, namun ketika hal tersebut dipikirkan dnegan matang, kemungkinan besarnya justru akan merugikan dirinya.

Jika ada orang tua yang kaya, lalu dia mempunyai anak yang masih di bawah umur, namun selalu saja meminta dibelikan kendaraan sepeda motor, maka sikap bijak yang harus diambil oleh orang tuanya tersbeut ialah tidak membelikannya terlebih dahulu, karena mengingat usianya yang masih  sangat  muda, sehingga  jika dipenuhi justru akan membahayakan dirinya dan mungkin malah akan membawa celaka kepadanya. Itulah kebijaksanaan yang tidak selalu akan memenuhi keingian pihak lain terutama jika dipertimbangkan justru kalau dipenuhi akan membahayakannya.

Demikian juga jika anaknya bergaul dan berada di kalangan anak anak kurang mampu, lalu dia meminta dibelikan sesuatu yanag  mewah semacam pakaian atau sepatu atau lainnya, maka sikap bijaksananya ialah tidak dipenuhi, karena itu akan membuat dirinya  menjadi sombong dan meremehkan pihak lain, padahal untuk mendidik anak agar empati kepada pihak lain ituu memerlukan waktu dan kesabaran yang luar biasa dan tengtu diperlukan keteladanan. Karena itu sekali lagi tidak seua permintaan harus dipenuhi meskipun   syarat untuk meennuhi tersbeut tersedia,semacam  ada harta dan lainnya.

Bagi seorang pendidik dalam emnghadapi anak didiknya mungkin sesekali juga terjadi pertentangan antara  sikap akal sehat dnegan sikap lainnya, dan  seharusnya dia  harus dengan tegas bersikap bijaksana, yakni  tetap memberikan  sanksi hukuman kepada siapapun yang melanggar disiplin, meskipun itu anaknya seorang tokoh berpengaruh di laingkungan daderah tersebut. Kebijaksanaan yang diambil etrsebut memang mungkin bersiko, tetapi jika seoarng pendidik beranai mengambil sikap bijaksana tersebut, tengtu itu akan jauh lebih bagus ketimbang membiarkan pelanggaran atas ketentuan tata tertib dilanggar yang jsutru akan semakin membuat seseorang semakin  menyeleweng.

Sikap bijaksana aitu memang mendekati dnegan sikap adil, dapat kita bayangkan jika seorang pendidik menghadai anak didiknya pada saat menjalankan ujian, lalu kedapatan menyonteks dan yang melakukan  hal tersebut ialah anak orang yang sangat dohormati, maka  sikap bijaknya ialah dengan memberikan teguran dan  sanksi kepada anak tersbeut, dana jika tetap membandel, maka hafrus diberikan sanksi untuk tidak diluluskan, dengan resiko apapun. Kebijakan tersebut diambil dnegan mempertimbangkan  posisinya sebagai pendidik  yang harus bersifat adil dan tidak memihak kepada pihak manapun dalam menjalankan profesinya yang mulia tersebut.

Sikap bijaksana itu juga harus mampu merasakan  denyut nadi bawahannya, semisal ada seorang staf atau bawahan yang mengajukan ijin karena orang gtuanya sakit dan harus dirawata di rumah sakit, serta membutuhkan perhatian dari anaknya tersebut, padahal kantor sedang membutuhkan tenaganya dan  mengejar target, lalu bagaimana sikap atasan tersebut? Apakah dia hafrus melarang anak buahnya untuk ijin dan tetap bekerjaa sebagaimana mestinya dan kalu tetap ngotot untuk merawat orang tuanya alias tidak kerja, lalu dipecat, ataukah dia dapat mengerti perasaan bawaannya tersebut dan memberikan ijin meskipun kantor sangat membutuhkan tenaganya.

Sikap bijaksana tentu akan memberikan ijin kepada anak buahnya tersbeut  dana jusgtru memberikan support agar serius merawat orang tuanya yang telaha berjasa melahirkannya dan mendidiknya hingga tumbuh menjadi besar, Bahkan  malahan akan memberikan tawaran untuk meminjamkan uang untuk keper;uan perawatan orang tuanya tersebut, serta sebagiannya mungkin juga  diberikan sumbangan. Memang terkadang ada pihak yanag tidak mau tahu tentang kondisi seseorang padahal  orang tersebut ialah karyawan atau sahabatnya sendiri, dan tetap mengadakan pendekatan secaraa formal atasan dan bawahan.

Sebagai manusia yang  beragama tentu kita juga harus selalu mengingat hubungan kita dnegan uhan dan  berusaha saling meringankan beban sesame serta membantunya dalam kesulitan yang sedang dialaminya. Nah, sikap kita kepada sesma  manusia tentu juga  disesuaikan dnegan kondisi kita. Artinya jika ada orang lain yanag membutuhkan bingtuan kita dana kita mamu untuk membantunya, tentu sikap bijak kita ialah kita bantu dia itu tanpa  memberikan syarat yang jsutru memberatkan. Semoga kita akan mampu menjadi dan mempraktekkan  sikap bijak tersebut dalam keseharian kita, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.