RESTU

Dalam kehidupan masyarakat khususnya yang ada di Jawa, kitanya tentang restu ini sangat penging dan menengtukan, meskipun sesunguhnya tidak hanya khusus masyarakat jawa melainkan sleuruhnmasyarakat, hanya saja Bahasa restu tersebut biasnaya dimaknai sebagai ijin yang keliar dnegan ketulusan hati. Dengan dmeikian ijin atau restu tersebut memang snagat dibutuhkan bahi semua orang yang akan menjalani kehidupan baru, baik dalam membina rumah tangga ataupun dalam menitii karir atau melanjutkana studi dna lainnya. Biasnaya dibutuhkan restu dari orang tua atau guru yanag snagat dihormatinya.

Bagi seorang anak yang akan melangsungkan jalinan  rumah tangga dnegan seorang idamananya, biasnaya juga mebutuhkan restu dari kedua orang tuanya agar kehidupan yang akan dijalaninya kelak akana memberikan kebrkahan dan manfaat serta terjauhkan dari berbagai problem yang akan menyulitkannya. Demikian juga anak yang akan mengawali sebuah kegoatan mencar ilmu di suatu tempat, apakah itu di kota lain aaukah di pesantrn biasnya jugaa menginginkan mendapakan restu dari kedua orang tuanya, dengan maksud agar nantinya mampu mendapatkan ilmu yanag bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat secara umum.

Bahkan setiap hari saat seorang salih akan berangkat ke sekolah biasnya juga meminta restu dengan mencium tangan orang tuanya. Semua itu merupakan tradisi yang sangtat bagus dan perlu dipertahankan dalam era moden sepetri sekarang, meskipun sudah banyak budaya yang menggantikannya. Restu ayau ijin  tersebut sangat diperlukan untuk memantapkan langkahnya dan sekalgus untuk mendapatkan doa baik yang akan mendorongnya  menjadi sosok yang baik dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Tidak hanya orang tua saja yang biasanya diminta restu, melainkan juga semua orang yang dianggap telah berjasa kepadanya dalam banyuak bidang, swpeetri gurunya, sudaranya, kawan dekatnya dan juga kiyai dan tokoh berpengaruh di daerahnya. Doa yang diberikan oleh mereka sudah barang pasti akan menambah gairah bagi dirinya dalam menjalankan peran yang akan dijalaninya. Jika banyak pijhak yang memberikan doa dan dorongan pasyi akan semakin menambah keyakinannya bahwa apa yang akan dijalaninya adalah baik dan diharapkan juga akan sukses hingga mencapao apa yang diidamkan.

Bahkan seornag suami yang sudah sangat dihormati oleh isteri dan anak anaknya juga memerlukan meminta restu kepada isterinya pada saat akan berangkat bekerja, kaarena itu akan semakin menambah keprcayaannya dan sekaligus juga akan menjadikan istruinya  bersemangat untuk mempercayainya sepenuh hati. Jika keduanya saling mendoakan baik, sudah barang pasi akan membuat hubungan mereka semakin harmonis dan jauh dari intrik dan fitnah yang mudah menylut perpecahan diantara mereka.

Dengan saling memberikan doa dan restu tersebut hakekatnya mereka saling mempercayai yang itu merupakan modal yang terkuat untuj mempertahankan hubungan suami isteri dan semkain mendekatkan diri mereka kepada Tuhan. Bilamana  seeseorang akan menjalani sebuah perjalanan jauh dalam rangka menjalankan tugas misalnya, biasnya juga meminta doa dan rstu kepada para tetangganya, dan bukan hanya kepada orang terdekat dalam hidupnya semata. Tentu hal tersbeut adalah kebiasaan yang bagus dan perlu dilestarikan, karena dnegan meminta doa tersbeut hakekatnya dia telah berendah hati untuk mengakui peran pihak lain dalam pekerjaannya tersebut.

Lain halnya jika   seseorang yang sama sekli tidak pernah berhubungan dan saling menyapa, apalagi meminta doa dai pihak lain, maka jangakan  mendoakan untuk sekedar menyapanya juga mungkin agak enggan, dna jika mengalami sesuatu yang terjadi dan tidka diinginkan juga mungkin akan cuek saja, karena memang hubungannya sama sekali tidak baik. Berbeda dengan orang yang biasa saling menyapa dan saat tertentu juga selalu meminta didoakan, tentu saat terjadi sesuatu terhdapnya,  maka kawan atau tetangganya akan bersimpati, meskipun tidak mampu untuk membantu misalnya.

Memang kebanyakan orang memahami rstu itu hanya diberiakn kepada seseorang yang sedang melangsungkan pernikahan dan yang memberikan restu itu smeua yang menghadiri acara tersbeut. Biasnya  para mempelai juga  mendapatkan ucapan selamat dan restu dari para undangan yang hadir sehingga itulah kesan pemberian restu yang biasa ditangkap oleh umat atau masyarakat. Padahal sesungguhnya restu tersebut adalah doa yang tulus diungkapkan baik melalui ucapan yang dapat didengarakan secara langsung ataupun melalui doa yang tidak diperdengarkan, karena doa itu merupakan permohoann kepada Allah swt.

Boleh jadi juga restu tersebut hanya diberikan secara rahasia karena ada penghalang yang sifatnya manusiawi sehingga tidak nyaman jika diucapkan secara langsung. Orang yang mempunyai perhatian secara khusus kepada pihak lain dan kondisinya tidak memungkinkan untuk menyatakan secara langsung biasnya hanya mendoakan dan emmberikn restu kepada seseorang melalui   komunikasi secara langsung kepada Allah swt dengan mendoakan agar orang yang diberi restu tersebut endapatkan  kebahagiaan dan kesehatan selama menjalani kehidupan.

Biasanya restu tersebut memang yang utama  ialah dari orang tua dan guru yang snagat berpengaruh terhadap hidupnya. Atas dasar riwayat sebuah hadis yang menyatakan bahwa ridlo Allah itu terletak pada ridlo kedua orang tua dan   kemarahan Allah juga tergantung kepada kemarahan orang tua, makanya mendapatkan restu dan doa dari kedua orang ua itu menjadi sangat penting dan niscaya, karena siapapun yang tidak mendapatkan ridlo dan restu dari kedua orang tuanya, apalagi sampai menentang apa yang diinginkana oleh kedua orang tuanya, biasanya akan mengalami nasib yang buruk dan kehidupananya juga akan selalu bermasalah serta tidak akan  sukses.

Demikian juga guru, jika guru tersebut sangat berpengaruh terhadap diri seseoranag biasanya juga akan seperti orang gtua dan sangat menentkan kehidupan masa depannya. Seorang guru yang telah memberikan  sleuruh perhatiannya kepada dia  untuk mempelajari hal hal yang sederhana hingga menjadi seorang yang sukses tentu tidak begitu saja terjadi, melainkan telah dnegan segala  kep=mampuannya  dikerahkan untuk mengantarkan seseornag tersbeut menjadi orang. Karena itu doa restu guru tersbeut snagat berpengaruh dalam hidupnya  sebagaimana doa dan restu orang tuanya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.