SADAR

Ada beberapa penafsiran terhadap kata sadar tersebut dan tentu sesuai dnegan konteks dan  rangkaian perkataannya,  sehingga jika kata tersbeut dirangkaikan dnegan kata mabuk atau pingsan, maka sadar ialah kembalinya kesadaran setelah mengalami mabuk atau pingsan. Namun dmeikian jika kata tersebut dirangkaikan dnegan kata lainnya seprti sadar dari perbuatan  dosa  dan maksiat, maka itu berarti  sadar  dan kembali ke jalan yang benar setelah terjebur dalam perbuatan maksiat. Tentu masih banyak pernyataan lainnya yang kemudian dapat dipahami sebagai sebuah kondisi  tertentu yanag lebih baik setelah sebalumnya berada dalam kondisi yang kurang baik.

Kesadaran seseorang atas dirinya  sebgai seorang hamba  tengtu akan jauh lebih bagus jika hal tersebut berlanjut secara terus menerus, karena dengan kesadaran yang dmeikian, orang akana selalau yterkontrol unyuk berbuat yang baik dan selalu ingat kepada Tuhannya  Yang Maha Menentukan segala hal. Sadar bahwa dirinya hanya seorang hamba yang lemah dan tidak mempunyai daya serta kekuatan apapun terkecuali atas ijin dan perkenan Allah swt adalah merupakan pokok kesadaran yang seharusnya dialami oleh seluruh umat manusia.

Jika seseorang  menyadari keberadaannya di dunia ini hanyalah atas kehendak Allah dan ditugaskan unyuk mengabdikan dirinya kepada Nya, tentu tidak ada kata lain terkecuali dia harus selalu mengenang dan melakukan hal hal terbaik yang diperintahkan Nya. Kesadaran tersebut juga secara otyomayis mengingatkannya kepada kondisi  kehidupan yang kekal di akhirat nanti, yakni hanya ada dua tempat, yaitu surge dan neraka. Surga diperuntyukkan bagi mereka yang taat dan mau menjalani apapun yang diperintahkan Nya sedangkan neraka sebaliknya bagi mereka yang selalu menentang dan tidak mau menjalankan kewajiban yang diberikan oleh Allah swt.

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa kesadaran seseornag atas posisinya sebagai seorang hamba, maka sejatinya jika itu memang dijalaninya dengan penuh kesungguhan sadar, pasti akan menghasilkan sesuatu yang sangat penting, yakni adanya  kesadfaran lainnya yang menyertai kehidupannya, semacam harus selalu bersyukur kepada Tuhan karena  selama hidupnya di dunia  semanjak lahir hingga saat ini  sudah terlalu banyak nikmat Tuhan yang dilimpahkan kepadanya, dean dnegan dmeikian dia akan senantiasa mau berterima kasih dnegan siapapun juga yang berjasa dan berperan dalam hidupnya.

Kesadaran tersbeut juga akan menarik kesadaran lainnya, semacam jika diinya tidak mampu atau masih terlalu jauh dari mengerti, lalu dia menyadarinya  dan kemudian dia mau belajar dnegan kesungguhan yang penuh. Demikian juga jika dia sadar bahwa dia membutuhkan harta untuk  kehidupannya di dunia semoial untuk makanan, tem[at tinggal, pakaian dan kesehatan swerta Pendidikan, maka dia pasti akan berusaha  dan bekerja agar mendapatkan uang tersbeut sheingga hidupnya akan menjadi lebih nyaman, bahkan kesadraan tersbeut akan mengembang pula  dnegan kesadaran untuk berbagi dnegan sesame. Dengan dmeikian usahaa mendapatkan rizki tersebut akan terus dipacu oleh keinginannya yang banyak tersbeut.

Kesadran tersebut juga tentunya akana mengembang pula menjadi kesadaran menjadi seorang anak yang telah dikandung oleh ibunya  selama berbulan bulan, lalu dilahitkan dan kemudian juga dirawat serta dibesarkan.  Demikian juga kemudian dididik serta diberikan berbagai fasilitas sehingga mampu menjadi orang sebagaimana saat ini. Lalu dengan kesadaran tersebut dia pasyinya akan berterima kasih kepada kedua orang tuanya dan tidak berani membantah apalagi menyakti hatinya. Dia akan memanjakan orang tuanya sesuai dnegan kemampuan yang ada serta  akan selalu menyangkan hati kedua orang tuanya. Semua itu meskipun dimaksudkan untuk  membalas jasa baik kedua orang tuanya, namun disadari pula bahwa itu tidak akan sebanding, karena dalam kenyataannya memang tidak dapat dibalas dengan sesuatu yang sebanding.

Kesadaran seseorang sebagai  murid atau sebagai santri yang mendapatkan pelajaran dan apendidikan dari guru dan kiyai, tentu juga akan membawanya menjadi semakin bijak, karena bagaimana pun ilmu yanag didapatgkannya adalah berkat mereka, dan jika mereka kemudian tidak rela dalam memberikan ilmu tersbeut, maka kita akan mnejadi sangat rugi, karena sangat mungkin ilmu tersebut tidak akan bermanfaat. Tentu untuk seluruh posisi apapun kalau itu disadari dnegan sungguh sungguh, pasti akan  menuai kebaikan yang  dengan sadar pula akan selalu dijalaninya.

Sadar juga dapat ,enjadi sarana untuk koreksi diri dan kemudian akan menjalankan kebaikan demi kabaikan, semisal seseorang yang sadar bahwa hidup di dunia ini adalah singkat dan  di dunia inilah tempat untuk menjalani seluruh amal yang nanti akan dipanen pada saat sudah berada di alam akhirat, maka dia pasti akan memanfaatkan semua kesempatan hidupnya untuk menjalani kehidupan yang baik, yakni beramal salih dan meninggalkan hal yang dilarang. Kesadraan tersebut diperkuat dnegan  kemungkinan  kematian seseorang itu tidak dapat diprediksi dan diketahui, dan jika sudah waktunya, maka  di manapun dan dalam kondisi apapun, pasti Izrail akan datang untuk mencabut nyawa.

Untuk itulah seluruh hidupnya  kemudian akan digunakan untuk  melakukan kabaikan agar di akhirat nanti dapat merasakan kenyamanan dan mendapatkan tempat yang snagat menyenangkan. Kesadarn seperti itu tentu akan membuat seseorang mersakan nyaman dalam hidupnya, karena  keyakinannya kepada Allah swt yang tidak diragukan dan juga  perbuatannya yang selalu dipandu oleh hati dan akal sehat, bukan oleh nafsu. Karena oitu beruntunglah bagi merek yang memperoleh kesadaran tersebut dan diikuti oleh perbuatan yang baik dan menguntungkan bagi dirinya dan pihak lain.

Kita tentu juga berharap akan semakin banyak orang yang sadar  akan dirinya  sebagai hamba dan sebagai apapun dalam kaitannya dengan pihak lain. Dengan kesadaran tersebut diharapkan pula akan tercipta sebuah kondisi yang sangat kondusif untuk kedamaian dan  kehidupan yang terto=ib dan bersih serta menyenangkan smeua pihak. Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.