MENGINGKARI NIKMAT

Hal paling dianjrkan untuk dihindari adari kalangan manusia ialah mengingkari nikmat Allah swt, karena bagaimanapun seleuruh manusia itu mendapatkan kasih dan saying dari Allah swt  sebegitu banyaknya sehingga kalau kita berniat untuk menghitungnya tentu tidak akan mampu. Itu sudah digariskan sendiri oleh Allah swt di dalam alquran, yakni ketika kalian akan menghitung nikmat Allah swt, maka pasti kalian tidak akan mampu menghitungnya. Hanya saja terkadang kebanyakan manusia sama sekali tidak mengingat keinimatan etrsbeut dan menganggapnya sebagai hal yang dengan sendirinya ada.

Buiasnaya manusia juga baru ingat kalau sesuatu itu sesungguhnya merupakan nikmat jiak telah dicabut oleh Allah swt, yakni menjadi sakit. Contoh yang mudaha ialah jika nikmat gigi sedikit saja di=cabut, lalu kita akan merasakana betapa sakitnya gigi kita tersebut dan ketika kita diingatkan bahwa itulah sesungguhnya nikmat Allah yang selalu kalian lupakan, bafrulah dia menyadari bahwa memang benar nikmatnya gigi itu tidak kita rasakan namun ketika sudah dicaburt nikmat tersbeut barulah terasakan. Anehnya pada saat nikmat tersebut dikemablikan lagi yakni diberikan kesempbuhan, maka manusia biasanya juga lupa kembali dnegan nikmat tersebut.

Keseluruhan anggota badan kita merupana nikmat yang telah diserahkan oleh Allah kepada kita dan kita tinggal mensyukurinya sehingga Allah nantinya akan semakin menambah nikmat etrsebut, namun sekali lagi biasnya manusia sering lupa sehingga terkadang kemudian Allah memberikan sakit atau mencabut sebagian nikmat yang telah diberikan kepada kita. Banyak pihak yang kemudian mengeluh bahwa  sakit yang dideritanya tersbeut merupakan adzab atau merupakan m musibah dan lainnya, padahal sesungguhnya itu smeua hanyalah cara Allah untuk mengingatkan kepada manussia agar ingat kepada nikmat Nya dan lalu mensyukurinya.

Meskipun dmeikian masih banyakpula diantara mansuia yang sudah diberikan peringatan tersbeut, namun masih saja tidak mau mengakui nikmat tersebut dan malahan justru lebih menjauh lagi dan melupakan Allah swt. Kalau sudah dmeikian kondisinya, maka Allah tentu lepas tangan dnegannya dan meskipun masih tetapa memberikan nikmat kepada orang tersebut, akan tetapi nanti pasti Allah akan memberikan balasan yang setimpal dnegan sikapnya saat di dunia tersebut. Memang dalam memberikan hukuman atau adzab kepada manusia Allah tidak secara langsung menimpakannya saat di dunia, melainkan di akhirat nanti sudah pasti akan diberikan.

Jika di dunia ini sudah ada sedikit yang ditimpakan kepada manusia, maka itu hanyalah  sebagian kecil yang belum ada apa apanya. Untuk itu beruntunglah bagi mereka yang selalu ingat  dnegan nikmat yang didapatkannya dari Tuhan.  Sukap mengingkari nikmat Tuhan tersbeut sekaligus juga sama dnegan menginkari Tuhan itu sendiri, karena Tuhan itu  adalah Yang maha segalanya, apapun yang ada di dunia ini as=dalah atas kehendak Nya dan dan seluruh  kebaikan yang diberikan kepada manusia dalah  kasih dan saying Nya karena itu tidak noleh ada  perasaan apapun yang menegasikan keberadaan Tuhan dalam menentukan Seagal sesuatu  yanag terjadi di dunia ini.

Bahkan kalaupun manusia  diberikan sesuatu yang menurutnya sebagai sesuatu yang buruk dan tidka menyenagkannya, maka sikap yang haus ditunjukkan ialah bersyukur kepada Allah, karena boleh jadi apa yang dialaminya tersbeut merupakan sesuatu yang akan membuatnya semakin baik di kemudian hari. Demikian pula misalnya  usaha yang dijalankannya mengalami kegagalan, bukan berate kita harus berburuk sangka kepada Tuhan, melainkan harus tetap yakin bahwa apa yang sedang dialaminya tersbeut ialah yang terbaik bagi dirinya dan mungkin Allah mempunyai rencana lain yang jsutru lebih baik yang belum diketahuinya. Itulah sikap yang memang harus terus dikembangkan dalam diri setiap manusia untuk selalu berbaik sangka kepada Tuhan, kaena sesungguhnya  hanya Tuhanlah yang mengetahui segala sesuatu dan merencanakan yang terbaik untuk makhluk Nya, termausk diri kita.

Kita harus terus mengembangkan pikiran positif kita  bahkan sejak kita bangun dari tidur hingga menjelang tidur kembali, karena apapun yang terjadi p[ada diri kita sesungguhnya ialah karena kehendak Nya, karena itu sebagai maklhluk Nya kita memang harus terus mengembangkan doa dan permohona kepada Nya agar diberikan sesuatu yang ternaiak dalam menjalani hidup di dunia ini. Jika kita selalau mengingat Nya dalam setiap saat dan selalu mengabdikan diri kita hanya kepada Nya, maka kita harus yakin bahwa apa yang diberikan oleh Nya kepada kita ialah yang terbaik, meskipuin menurut pandangan manusia mungkin dianggap buruk.

Jika kita selalu mengingat kenikmatan Allah yang selalu dilimpahkan kepada kita  dalam rupa appaun, maka di situlah kita akan selalu bersyukur atas nikmat tersbeut, namun sebalaiknya jika kita jarang sekali atau bahkan melupakan nikmat Nya, maka  dengan sendirinya kita tidak akan mensyukuri nikmat tersebut. Syukur atau berterima ksih adalah sikap yaang terbaik yang harus selalu kita kembangkan dalam  kehidupan kita, terutama kepada Allah swt. Jika kita dapat mengembangkannya untuk selalau berterima kasih kepada sesama umat manusia maka itu juga merupakan hal yang snagat terpuji.

Membiasakan diri untuk mengungkapkan terima kasih kepada sesama  pada saat  kita sedang menrima sesuatu dari kawan kita, itu menjadi hal mutlak yang harus dismapaiakan, namun jika kita selalu mebiasakan diri untuk mengungkapkan terima kasih tersbeut dalam setiap kesempatan, taentu itu jauh lebih bagus, karena bagaimanapun semua kawan kita pasti akan senang jika diberikan ucapan terima kasih mungkin atas doanya atau atas informasi yang diberikannya atau ats bantuan yang telah disampaikan atau karena lainnya. Semoga kita  akan selalu mensyukuri nikmat Allah dan bahkan akan selalu berterima kasih kepada semua makhluak Tuhan yang telah berjasa kepada diri kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.