BUKU

Siapapun akan mengetahui apa itu buku, sebuah barang yanag berisi tulisan yang akan mampu mngantarkan seseoranag menjadi  pandai dan bijak atau sebaliknya dapat mengantarkan orang yanag membacanya menjadi  jahat dan juga buruk perangainya. Semua tergantung kepada  buku apa yang dibaca dana  hati seseorang yang membacanya. Buku hanyalah barang mati yang tidak dapat berbuat apa apa, dan pembacanyalah yang akan menentukannya sendiri nasibnya di masa mendatang. Kalaupun dia membaca buku bagus  dan berisi akhlak yang juga sangat bagus, tetepi kalau hati pmbacanya buruk, maka tidak akan mampu mengubah kebiasaan buruknya.

Sebaliknya jika buku itu memuat hal hal buruk  namun kalau prmbacanya  berhati bagus dan  mampu mengambil intisari buku tersebut, maka keburukan isi buku tersebut juga tidak akan mampu mengubah kebaikannya menjadi buruk. Namaun harus diakui bahwa buku itu juga dapat berpengaruh kepada pembacanya, karena bagaimana pun isi buku tersebut akan dibaca dan dipahami. Dengan dmeikian jika abuku tersebut memuat hal hal buruk, sangat boleh jadi akan dapat membaca pembacanya mengikuti keburukan informasi di dalam buku tersebut.

Apalagi kalau diingian keburukan itu akana jauh mudah me nular kepada seseorang ketimbanag kebaikan. Artinya keburukan itu akan mudah me ular dan dijalankan oleh seseorang keyika dia  melihat jalan itulah yang dianggapnya akan menguntungkannya, meskipun hanya sesaat saja. Itulah pengaruh buruk dan biasanya setan juga akana mudah membujuknya dengan ebrbagai janji dan imbalan yang dianggap menggiyurkan. Jadilah  orang tersebut akan dengan enaknya melakukan keburukan tersebut tanpa merasa berdosa.

Kita menyakdiksn betapa banyak orang menjadi sukses gara gara membaca sebuah buku yang memberinya inspirasi untuk bangkit dan berusaha dengan kekuatan penuh dan akhirnya menjadi sukses. Banyak orang pintar di dunia  hanya  karena membaca buku dan kemudian mampu mengembangkan bakatnya  dalam dunia nyata. Bahkan ada orang yang tiidak pernah  sekolah  apalagi kuliah namun  karena mau membaca kiat kita sukses yang dibukukan dan lalu mendapatkan inspirasi darinya  dan kemudian mengembangkan dirinya, akhirnyaa juga menjadi sukses.

Hampir tidak ada,  atau bahkan sama sekali tidak didapati  adanya orang yang tidaka mau membaca buku, lalu dapaat sukses dalam hidupnya. Kalaupun ada itu mungkin hanya seribu satu, karena bagaimana pun buku itu sumber informasi yang sangat penting dalam mendapatkan pengetahuan dan mungkin juga ketrampilan tertentu dan selanajutnya terserah kepada kemauan mereka sendiri. Tentu itu dari sisi para pembaca buku yang hanya menikmatinya begitu saja tanpa harus menggalinya lebih jauh atau tanpa harus bersusah payah mendapatkan pengalamannya sendiri.

Betapa terpujinya orang orang yang menulis buku yang mamapu membangkitkana inspirasi orang lain sehingga mereka tertarik untuk mengambangkan bakatnya sehingga mencapai kesuksesan dalam hidup mereka. Tetapi sebaliknya betapa malangnya merka yang menulis buku yanag menginformasikna banyak keburukan kepada pembacanya sehingga mereka abanyak yang terperosok ke jalan yang salah dan bahkan menghancurkan hidupnya. Dengan begitu tidak smeua buku itu baik untuk dibaca, terkecuali sudah emmpunyai dasar yang kuat sehingga  tidak akan terpengaruh isi buku tersebut.

Karena itu dari sisi penulis buku hendaknya dipikirkana terlebih dahulu sebelum menuliskannya, karena akan banyak pihak yang terpengaruh terhadap tilisan tersebut. Mending kalau tulisan tersebut bagus sehingga pengaruhnya juga bagus, dan pasti akan mendapatkan pahala dan keuntungan lau=innya, namun jika tulisan etrsebut buruk isinya dan mempengaruhi pembacanya, maka yang akan didapatkannya ialah  dosa dan tentu keburukan  baginya. Untuk itu sekali lagi kepada para penulis buku, sebaiknya kita memikirkannya terlebih dahulu  sebelum menuliskannya, dan kita harus mampu berpikir untuk mencerdasakan anak bangsa melalui buku.

Memang  kita masih snagat sedikit  yang mau menulis, padahal ada kemampuan untuk itu, padahal kita juga mengetahu bahwa orang dikenang itu salah satunya ialah karena tulisannya, bukana hanya sekedar kepandaiannya saja. Bnyak tokoh masa lalu yang hingga saat ini masih dikenang bahkan dikagumi oleh banyak orang karena tulisan tulisannya yang memberikan ilmu kepada banyak orang. Lihatlah mereka yang mempunyai banyak tulisan, semisal para imam dan muridnya yang bukunya hingga saat ini masih dikaji oleh banyak umat.

Kita mengenal para imam  seperti imam  Syafii, imam Hanafi, imam hanbali, imam maliki melalaui buku buku mereka. Demikian juga kita menganal imam Ghazali, Ibnu Rusyd, Ibu Kholdun, Al-Rozi dan lain lainnya juga melalui tulisan mereka. Seandainya mereka tidaka menulis buku maka kita pasti tidak mengenal mereka. Kita juga yakin bahwa  pada zaman mereka  atau sebelumnya juga banyak orang hebat yang ilmunya sangat tinggi, hanya saja mereka tidak enulis buku sehingga nama mereka hilang bak ditelan bumi, dan kita tidak sempat mengenala mereka.

Kita menulis tentu bukan ingin dikenang semat, melainkan ingin meriskan ilmu yang kita miliki dan pengalaman yang pernah kita alami kepada generasi mendatang, siapa tahu pengalaman kita sangat bermnafaat bagi mereka untuk mensejahetrakan hidup mereka. Jika itu dapat terjadi maka itu menjadi amal shalih yang dapat kita perbuat untuk generasi mendatang. Untuk itu sekali lagi mari kita menulis apapunyang kta ketahui  untuk kita sumbangkana kep[ada generasi mendatang agar mereka dapat merasakan apa yang kita rasakan saat ini.

Semoga  karya yang kota wariskan kepada mereka anantinya  akan menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi mereka dan menjadi amal shalih bagi kita. Saat ini kita dapat merasakan betapa manfaat buku yang berisi informasi bagus bagi masyarakat, tanpa terkecuali, karena itu tidak ada alas an lain  bagi kita untuk memulai menulis buku untuk disuguhkan kepada masyarakat secara umum.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.