INDONESIA YANG DAMAI

Sudah pasti semua rakyat dalam sebuah negara menginhinkan negaranya akan damai  aman Sentosa dan penuh dengan kesejahteraan. Namun tidak smeua keinginan tersebut akan terkabul sebagaimana  yang diidamkan. Tidak ubahnya juga bagi rakyat Indonesia yang selalau ingin negaranya damai, namun masih saja terjadi kerusuhan yang dipicu oleh emosi sebagian diantara anak bangsanya sendiri. Rupanya mereka sama sekali tidak berpikir ;ebih luas, melainkan hanaya ingin mengejar keinginan masing masing sehingga ada kepentingan Bersama yang diabaikan.

Hal yang terbanyak dijadikan alasan ialah kepentingan politik. Artinya jika ada kepentingan politik yang tersendat atau terkalahkan oleh lawan politiknya, maka  apapun biasanya akan ditempuh untuk menjatuhkan lawannya tersebut, tanpa mengingat kepentingan rakyat secara umum. Memamg sejak dahulu meskipun ada saja yang mengemukakan bahwa  politik itu  baik, namun dalama prakteknya politik itu penuh dengan kekotoran. Fitnah,  hoaks dan sejenisnya akan dilakukan jika itu akan memuaskan nafsunya.

Belum lagi kepentingan pihak lain yang menginginkan sesuatu di negara ini sebagaimana yang sudah ditunjukkana oleh sebagian  organisasi yang saat ini sudah dilarang di negeri ini, karena ingin mengganti dasar negara atau ingin merebut negara dari tngan rakyat Indonesia yang sah. Konon juga ada kepentingan negara lain yang jelas jelas ingin mengeruhkan kondisi di dalam negeri kita atau ingin mengadu domba  antara  rakyat yang memang berbeda banyak hal. Namun untunglah bangsa ini masih  kuat untuk lebih mementingkan kebersamaan ketimbang kepentingan pribadi atau golongan.

Namun dmeikian sweharusnya para tokoh dan p[impinan memang benar benar secara tulus memerjuangkan kedamaian di negeri ini, bukan hanya di mulut saja, karena kita tahu banyak diantara mereka yang sesungguhnya hanya ingin mendapatkan pujian masyarakat saja meskipun dimulut seolah mereka memperjuanhgkan kepentingan masyarakat.  Pihak yang dmeikian munafik dalam penampilannya tersebut justru akan lebih senang jika rakyat Indonesia menderita, sementara diri mereka sendiri bahagian.

Namun harus diingat bahwa pihak yang  behagian menyaksikan saudaranya menderita itu sesungguhnya sedang sakit  secara psichis, karena  seharusnya jika waras,  pasti mereka akan senanag jika melihat rakyat senang dan akan bersedih jika menyaksikan rakyatnya juga sedang sedih. Namun saying memang banyak sandiwara yang dimainkana oleh actor yang sesungguhnya masih amatiran. Kalau sudah demikian kondisinya, maka hal yang dapat kita lakukan ialah  mengupayakan agar mereka yang bersifat munafik tersbeut menyadari kesalahan dan kembali kepada jalan yang benar sebelum mereka mendapatkan balasan dari Allah swt.

Berbagai isu juga dapat dijadikan awal memulai konflik, seperti peristiwa  rencana perubahan berbagai undang undanag yang memang sensitive akan dengan mudah disulut untuk dijadikan titik apai yang diharapkan akan membara lebih besar lagi, dan terbukti bahwa banyak diantara masyarakat yang sesungguhnya tidak tahu menahu tentang persoalan, lalu diajak begitu saja untuk ramai ramaji demo dengana upah yang sangat minim. Masih juga isu etnis kemudian juga ditumbuhkan, demikian juga isu agama dan sejenisnya yang memang snagat rawan untuk mudah tersulut.

Terlepas dari isu yang dikembangkan berikutnya,  di tanah papua juga sudah terjadi kerusuhan yang sudah dalam taraf mengkhawatirkan yang jika tidak segara ditangani akan semakin membahayakan kondisi negara kita.  Dengan kondidi yang dmeikian, tentu ada pihak yang tepiuk tangan karena menyaksikan  rakyat kita bertengkar dengan sesma saudaranya, dan kita tentu tidak rela dengan kondisi demikian. Untuk itu kita harus mencari akar masalah sesungguhnya dan menuntaskannya hingga akarnya, dan kemudian memberikan sanksi yang tegas kepada pihak pihak yang terbukti bersalah dalam menciptakan suasana yang demikian mencekam tersbeut.

Kita tidak tega dengan banyaknya korban yang berjatuhan, hanya karena kesalah pahaman saja, sementara para provokator lepas tangan dnegan begitu mudahnya tanpa dosa. Ternyata di negara kita ini masih banyak orang munafik yang terus menerus menyusahkan  rakyat kita dan bahkan berusaha untuk menggarong uang negaranya sendiri. Kelihatannya ini sama sekali tidak masuk akal, namun dalam kenyataannya memang dmeikian adanya dan siapapun  tentu dapat menyaksikan apa yang tengah terjadi di negara ini dengan gamblang.

Kedepannya kita harus terus berusaha agar negara ini  menjadi sangat damai, Sentosa dan juga aman dari secara macam ancaman dan bahaya.  Caranya dapat dilakukan melalui berbagai jalur, dan yanag utama tentunya jalur pendidian, yakni tentang bagaimana generasi muda kita nantinya menjadi generasi yang peduli terhadap nasib bangsanya dan mencintai kedamaian dan itu akan dapat dididik sejak awal dengan pemberian contoh yang nyata dari para pendidik. Dukungan dari para tokoh dan pemimpin negeri ini juga sangat diperlukan agar Pendidikan tersebut dapat terealisir dengan cepat dan meyakinkan.

Pendidikan karakter yang dimulai sejak Pendidikan dasar tentu juga sangat urgen untuk diwujudkan, bukan hanya sekedar slogan semata, melainkan justru harus ditangani dnegan nyata  melalui system yang memungkin anak anak menjadi  tahu tentang dirinya, lingkungannya dan juga rakyatnya yang harus diejahterakan dnegan adil. Namun sayangnya sekali lagi  masih banyak diantara kita yang belum menyadari hal tersebut sehingga akan menjadi sulit untuk diwujudkan. Namun kita tidka boleh menyerah dan meskipun hanya sedikit yang dapat kita jalankan, tetapi kia harus yakin bahwa dari yang sedikit itulah kota dapat ebrharap dapat menjalar ke seluruh pelosok negeri.

Para ustadz ayang peduli terhadap persoalan ini tentu juga harus memerankan dirinya  sesuai dnegan kapasitas masing masing untuk menherukan kedamaian dalam hidup bermasyarakat yang memang majemuk. Jangan menonjolkan kepentingan diri, melainkan harus kebersmaan yang ditonk]jolkan, karena hanya cara itulah kita akan dapat mewujudakn kedamaian di negara kitayang sangat kita cintai ini, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.