MENGUSIR SETAN DARI DALAM DIRI

Kita sangat sadar bahwa setan itu merupakan musuh yang nyata dan sudah mendeklarasikan dri sebagai musuh umat manusia, karena itu jika kita ingat terus akan hal tersebut, maka  menjadi mudah bagi kita untuk mengusirnya dalam diri kita. Sebaliknya jika kita tidak mengintanya  dan cenderung malah  ingin sesuatu yangmenyenangkan duniawi, maka besar kemungkinan kita akan terbujuk oleh rayuan mereka yang memang menggiyurkan dan membuat manusia sama sekali tidak ingat kepada Tuhannya. Bujuk rayu setan itu sungguh sangat dahsyat dan  akan mampu membalikkan keadaan seseorang, terutama mereka yang  mudah untuk dipengaruhi dnegan hal hal menyenangkan yang besifat duniawi.

Kebanyakan manusia  sesungguhnya sudah mengetahui tentang bujuk rayu setan tersebut, hanya saja  karena kesukaannya terhadap dunia terkadang malah melalaikannya dari ketentuan yang Allah sudah tetapkan atau bahkan mungkin  dengan sengaja  orang akan berani untuk melanggarnya dengan dalih nanti akan bertaubat dan memohon ampunan Nya.  Jika orang sudah berani melangar aturan Allah meskipun kecil saja, maka lama kelamaan dia juga akan berani untuk melanggar ketentuan Allah yang lebih besar dan begitu seterusnya, karena itu memang salah satu cara setan untuk membujuk manusia dan manusianya sendiri tidak menyadarinya.

Bahkan terkadang setan juga membujuk manusia melalui pihak ketiga, yakni salah seorang anggota keluarganya misalnya, dengan begitu setan akan lebih mudah mewujudkan rayuannya, karena  mungkin dirasa kalau langsung melalui yang bersngkutan akan sangat sulit, makanya lalu dibuatlah bujukan tersbeut mellui isterinya atau anaknya atau yang lain. Bagi mereka yang sudah menyadari hal tersbeut, tentu akan  tetap teguh untuk tidak terpengaruh pada suiapapun yang mengajaknya ungtuk melakukan hal hal negatif dan merugikan, namun bagi mereka yang tidak jelas bentengnya, maka  kalaupun pada awalnya bentengnya kuta, namunlama kelamaan akan roboh juga dan akhirnya  akan terjebur dalam perangkap setan juga.

Memang seharusnya  sebagai seorang muslim, kita  harus selalu waspada terhadap segala tipu daya setan denagn segala macam cara yang mungkin dilakukannya. Caran kita mengatsi hal tersbeut tentu tidak melalui satu cara melainkan juga harus dengan berbagai cara yang kita anggap cukup ampuh unutk membentengi diri. Hal pertama yang harus kita jalankan ialah selalu memperbanyak ibadah kepada Allah swt, termasuk ibadah sunnah, selalu berdzikir dan menguingat Nya serta meminta perlindungan dari Nya. Usahakan terus menjalankan kebaikan terutama bersedekah kepada orang miskin dan mereka yang saangat membutuhkan, dan jangan lupa pula untuk terus ingat kepada akhirat atau kematian, karena dengan begitu kita akan terus dijaga dan diingatkan tentang  gangguan setan kepada manusia.

Kita harus membiasakan diri dengan sifat jujur dan tidak  akan menerima sesuatu yang memang bukan hak, apalagi  ingin menguasasi harta pihak lain dengan tanpa  dasar yang sah.  Biasanya  awal godaan setan ialah tentang bagaimana kita dapat hidup enak di dunia dengan harta benada yang cukup banyak, dan jika itu sudah berada di tangannya, lalu diteruskan dnegan bagimana cara memperoleh harta tersbeut. Mungkin awalnya akan ditunjukkan jalan yang tidak salah, namun lama kelamaan saat harta tersbeut sulit didapatkan dnegan cara wajar, lalu ditunjukkanlah cara lainnya yang mudah dan tidak repot repot, namun mampu menghasilkan banyak harta.

Lagi lagi hanya mereka yang selalu mengingat Allah sajalah yang akan mudah menhingkirkan setan dari dalam dirinya, karena kalau Tuhan sudah berada dalam hati dan pikirannya, tengtu segala hal yang negatif akan dengan mudah untyuk dihalaunya, sebalinya jika hati dan pikiran dipenuhi oleh pikiran tentang duniawi, maka akan dengan mudahnya setan masuk di dalamnya dan merencanakan segala hal yang sesuai dengan keinginanya.  Karena itu sudah selayaknya kita melakukan usaha dengan gigih untuk menhyingkirkan setan tersebut dari dalam diri dengan berbagai cara yang dapat kita jalani sebagaimana tersebut di atas.

Komitmen diri yang tangguh dalam menjalankan  amanah Tuhan dan untuk mewujudkan kejujuran di alam raya oni tentu juga akan semakin memperkokoh hati kita sehingga setan akan tidak mudah untuk bersemayam dalam diri kita, bahkan jika kita kemudian terus mengusahakan agar nama Allah sajalah yang memenuhi hati kita, maka setan sudah tidak mempunyai tempat lagi  di hati kita. Semua yang terjadi di alam ini memang atas kehendak Tuhan dan  setan masik ke dalam diri kita juga  tentu atas ijin Tuhan, karena kita lalai untuk mempertahankan diri, namun jika kita selalu meminta perlindungan dari Allah dari setan tersebut dan kita juga senantiasa memenuhi kewajiban, insyaallah kita akan dijaga terus oleh Nya dari semua hasutan setan.

Persoalan utamanya ialah ada pada diri kita sendiri, karena persoalan hidup yang serba kompetetif, biasanya akan memaksa orang untuk melakukan hal hal yang diluar akal sehatnya, bahkan terkadang harus melakukan penyeleweangan diri dari ketentuan aturan main yang ada.  Pada awalnya mungkin terasa enak dan menyenagkan serta menguntungkan, namun pada saatnya pasti akan terbuka kedoknya dan sata itulah dia akan merasa menyesal, tetapi tentu sudah terlambat dan pada sata itu jugalan setan akan tertawa lebar karena telah sukses untuk menghoda manusia.

Belum sdarakah kita tentrang bujuk rayu setan tersebut?. Padahal sudah banyak teladan dalam kitab suci kita tentang perilaku yang dipengaruhi oleh setan yang enimpa umat sebelum kita dan berakhir sangat tragis dan sangat memilukan, sebaliknya di sana juga banyak kiisah teladan yang memberikan informasi tentang orang orang hebat yang tidak terganggu oleh bujuk rayu setan sehingga berakhir dengan sangat indah dan smeua itu dapat kita jadikan sebagai pelajaran untuk  mampu membuang setan dari dalam diri serta memperoleh kenikmatan dari Allah yang sesungguhnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.