YANG DITUNGGU PUN AKHIRNYA DATANG

Seluruh umat sangat menunggu dan mengharapkannya dengan kesungguhan dan bahkan dnegan linangan air mata. Namun sepertinya  yang ditunggu tidak segara dating sehingga semakin membuat masyarakat semakin berharap. Beruntung kemudian dalam tiga hariterakhir ini sudah turun hujan dua kali, yang pertama  mungkin hanya pendahuluan saja sehingga hanya membakas sedikit meskip[un cukup daears, namun yang kedua  memang benar benar membasahi seluruh tanah dan membuat sebagian orang sudah  tergeas untuk menanam jagung sebagai tanda dimulainya musim penghujan.

Memang para petani terbias begitu, begitu ada hujan deras yang menggutyur bumi, maka keesokan harinya mereka menanam jagung, dan meskipun kemduian  beberapa lama kembali tidak turun huja, namun jagung biasanya akan tetap tumbuh dan berbuah dan itulah anugearah Allah swt kepada manusia. Bagi para petani lainnya tentu juga sangat  Bahagia, sebab dnegan hujan tersbeut masih ada harapan bahw atanamannya akan dapat berbuah dan tetumbuhan juga akan  segara tumbuh dan memberikan harapan kehidupan yang nyata.

Sebagai contohnya ialah para petani durian, yang slama ini tidak turun hujan sangat berharap dapat segera turun hujan sehingga pohon mereka akan dapat berbunga dan berbuah meskipun bukan berarti mereka ingin terus turun hujan, karena  kalau hal itu terjadi justru malah panen duriannya akan gagal, tetap kalau tidak ada hujan sema sekali juga akan gagal. Lain lagi ceritanya dnegan para petani tembakau yang memang sangat berharap tidak akan turun hujan terlebih dahulu, karena kalau hujan maka itu pertanda kegagalan mereka dan daun tembakau akan busuk dan merek gagal panen.

Namun secara umum masyarakat memang mengharapkan segera turun hujan dan saat ini alhamdu lillah sudah turun dan meskipun belum memberikan kemudahan soal air kepada mereka yang kekeringan, namun setidaknya sudah memberikan harapan besar beagi mereka untuk segera mendapatkan air sebagai bahan pokok kehidupan mereka.. Dengan huja yang sudah mulai turun tersbeut kita tentu akan segwra menyaksikan betapa beberapa tanaman yang sepertinya sudah layu dan akan mati, akan segera tumbuh kembali dan  berbunga seterusnya berbuah.

Biasnya yang mudah tumbuh kembali ialah tanaman  sayuran, seperti terong yang biasanya sangat mudah tumbuh setelah ada hujan. Demikian juga tanaman lainnya yang ditanam oleh para petani kita. Kita berharap dengan hujan tersbeut memang benar benar akan menjadi rahmat bagi petani dan menjadi rahmat Allah swt yang diturunkan kepada umat untuk kesejahtaeraaan mereka. Ada efek karambol yang akan terjadi dnegan turunnya hujan yang sudah ditunggu sejak lama tersbeut, meskipun mungkin bagai sebagian orang tidak terlalu berpengaruh.

Bagi mereka yang baru tanam yang biasnaya harus menyiraminya, maka dengan turunnya hujan tersebut praktis tidak lagi harus bersusah untuk menyiraminya lagi, terkecuali kalau kemudian nanti lama tidak turun hujan kembali. Kita dapat menyaksikan betapa para petani tersebut bergembira ria menyambut datangnya hujan tersebut. Manusia itu memang selalu saja  dipenuhi sifat mengeluh, karena apapun yang diberikan oleh Allah swt selalu saja disika[I dnegan mengeluh, terkecuali mereka yang benar benar beriman dan bersabar dalam hidupnya.

Saat mereka lama tidak diturunkan hujan mereka juga mengeluh karena lama tidak turun hujan, giliran nanti Allah menurunkan hujan  secara terus menrus, mereka juga mengeluh karena takit kebanjiran dan sejenisnya.  Bukankah manusia itu seharusnya selalu bersyukur atas apa saja yang diberikan oleh Allah swt. Jika kita mau  dan mampuy menyikapinya dengan baik dan bijak, tentu kita akan dapat selalu mensyukuri nikmat Allah tersebut, bukan dengan cara mengeluh atau dengan sikap yang tidak senang. Mungkin saja memang apa yang diberikan oleh Allah swt tersbeut tidak sesuai dnegan harapan kita, namun sesungguhnya itu merupakan keinginan orang lain yang juga punya pengharapan kepada Allah swt.  Kita tidak boleh serakah dan mementingkan kepentingan diri sendiri tanpa harus mau mengerti keinginan pihak lain, karena itu merupakan ktidak adilan bagi diri kita sendiri.

Kalau sudah memasuki musim penghujan, maka Tuhan pasti akan selalu menurunkan hujan kepada manusia  dan manusia tentu tidak boleh menolaknya dengan cara yang tidak terpuji semacam memaki maki Tuhan dan lainnya. Justru kita harus dapat mengerti mengapa dmeikian dan kita bersabar atas apapun yang ekmudian muncul atas hujan tersebut, seperti banjir misalnya. Jadi kita tidka boleh menyalahkan Tuhan saat terjadi banjir, karena sesungguhnya banjir itu merupakan  akibat perbuatan manusia sendiri yang tidak tertib dan tidka mampu memenej dirinya serta lingkungannya dengan baik.

Coba kalau  sungai bersih dan tidak dangkal akibat perbuatan manusia sendiri, maka air huja akan dengan ceat mengalir ke laut dan tidak sampai naik ke permukaan daratan yang kemudian terjadilah banjir. Lalu mengapa kita menyalahkan Tuhan? Dengannhujan yang diturunkan oleh Tuhan tersebut justru akan emmudahkan kepada manusia untuk melakukan aktifitasnya sebagai makhluk hidup yang harus berusaha mendapatkan sesuatu untuk menyambung hidupnya. Mungkin suatu saat kita memang mendapatkan kesulitan, namun jika kita sabar dan tulus menerimanya pasti akan segera mendapatkan jalan keluarnya.

Pendeknya kita memang harus mensyukuri turunnya hujan kali ini, lebih lebih sudaha terlalu lama kita tidak  mendapatkan curahan hujan, dan banyak diantara saudara kita yang benar benar berharap  turunnya hujan etrsebut. Mudah mudahan dengan hujan tersbeut kehidupa kita akan segera membaik dan kita akan mampu mendapatkan  karunia Nya  dengan baik pula. Kita sangat yakin bahwa  masih banyak diantara umat manusia yang masih mau bersyukur kepada Nya  ketimbang mereka yang tidak mau bersyukur meskipun dilimpahi karunia yang sangat banyak.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.