KONSISTEN

Memang tidak mudah untuk bersikap konsisten terhadap apapun yang kita lakukan karena banyak sekali gangguannya  ketika kita akan mempertahankan konsistensi tersebut. Akibatnya banyak hal yang seharusnya kita pertahankan ternyata harus kita langar sendiri denagn alasan yang dibuat seolah memang harus diterjang. Memang harus diakui bahwa untuk dapat konsisten dalam  sesuatu, kita harus mau berkorban dan meninggalkan  apa yang menjadi kebutuhan dan kesukaan kita. Dengan kata lain untuk dapat konsisten terhadap sesuatu memang membutuhkan pengorbanan.

Semisal ada keinginan kita untuk selalu memberi kepada para fakir mislkin di sekitar kita namun terkadang godaannya sungguh sangat berat, semisal adanya tuntutan dari keluarga untuk memberikan  uang yang seharusnya akan kita sedekahkan kepada para fakir msikin. Apalagi kalau kemudian keluarga tidak mendukung sikap kita tersebut, maka godaanya semakin berat. Hanya saja jika kita memang niat dengan kuat, maka godaan apapun pasti akan dapat kta atasi dan kita akan mmenangkan pertarungan. Artinya keinginan kita untuk konsisten selalu bebagi kepada mereka yang miskin akan tetap apat kita jalankan, meskpin kondisi kita sendiri sedang sulit.

Konsisten jugaa seharusnya ditunjukkan  dalam semua hal yanag baik. Jika kita memang ingin bersikap konsisten terhadap kebaikan yang kita jalankan, maka  apapun mestinya juga dapat kita jalankan dengan konsisten dan ajek. Semisal kita membaca kitab suci alquran setiap pagi, maka konsistensi kita juga harus membacanya setiap pagi meskiun tidak banyak, karena yang terpenting ialah keajekannya. Demikian juga ketika kita memandang bahwa berbagai dengan sesame ialah perbuatan baik dan kita jalankan, maka sebaiknya juga kita jalankan dnegan konsisten, apakah setiap hari, atau dua sekali atau tiga hari sekali atau seminggu sekali yang terpenting ajek, meskipun juga jumlahnya tidak sama.

Jika kita menjalankan jamaah setiap menjalankan shalat, maka sebaiknya juga kita ajekkan sehingga konsistensi kita akan tetap terjaga, apalagi kalau kemudian kita menambahnya dengan shalat sunnah qabliyqah dan ba’diyyah dan juga  sha;at  tahajjud malam atau shalat dluha pagi hari.  Jika smeua itu kita jalankan dengan konsisten dan terus menerus, maka kebaikan pasti akan kita raih dan rasakan sendiri. Memang terkadang kesulitan kita ialah mempertahankan dan mengajekkan sesuatu yang kita anggap baik. Mungkin dapat disam[aikan di sini bahwa untuk berbuat baik itu tidak perlu banyak, asalkan ajek dan konsisten, tentu kalau dapat banyak itu jauh lebih bagus.

Demikian juga kegiatan baik lainnya seperti berolah raga jika dijalankan dengan konsisten dan ajek tentu akan jauh lebih bagus ketimbang hanya sesekali saja. Kita tentu juga tahu bahwa anggota tubuh kit ajika dilatih secara rutin dan konsisten tentu juga akan menghasilkan sesuatu yang sangat bagus karena latihan yang rutin dan menerus akan jauh lebih memberikan manfaat ketib=mbang hanya sesekali saja meskipun banyak porsinya/. Untuk itu kita memang harus membiasakan diri untuk berbuat sesuatu dengan konsisten dan itu merupakan sebuah kondisi yang  ideal.

Memang kita menyadari bahwqa untuk menjadikan diri kita konsisten dengan apa yang kita jalankan, tidaklah mudah bahkan mungkin membutuhkan perjuangan yang sangat berat, namun jika niat kita kuat untuk mewujudkannya, pastilah akan mampu kita lakukan dan pada akhirnya nanti akan terasa ringan juga. Yakinlah jika kita mampu merasakan hal tersbeut, maka  akan terasa  sepeerti makan, yakni bila suatu saat kita tidak makan, maka akan terasa lapar, begitu juga aktifitas yang sudah rutin kita jalankan dnegan baik, maka jika kita menjalankannya, maka akan terasa ada sesuatu yang hilang. Itulah makanya  kita memqng harus mampu merasakan kenikmatan  menjalankan sesuatu secara konsisten.

Barangkali bagi mereka yang masih sangat sulit untuk menjalankan konsostensi tersebut, sebaiknya dimulai dnegan hal hal ringan yang kita tempuh setiap harinya, seperti mengucapkan salam ketika masuk dan keluar rumah atau ruangan kelas dan lainnya. Jika hal tersebut sudah kita pertahankan untuk dilaksanakan, maka kemudian kita menambahnya lagi dengan sesuatu yang juga ringan, semacam mengucapkan salam saat berjumpa dengan kawan kita, membiasakan diri untuk selalu mengucapkan bismillah saat memulai sesuatu  termasuk makan, kinum dan juga  aktifitas lainnya, dan mengucapkan alhamdu lillah pada saat mengakhiri sesuatu dan lainnya.

Amalan amalan tersebut yang ringan  sepetri memang begutu ringan, namun bagi yang tidak terbiasa tentu akan sangat berat dan sulit. Karena itulah harus dibiasakan dengan memaksakan diri setiap[ harinya. Hal tersbeut kalau sudah biasa dijalankan tentu akan menjadi sangat ringat dan tidak memerlukan energi, karena secara reflek tentu akan dengan senidirnya kita lakukan. Tentu bagi mereka yang memang belum membiasakan diri dnegan amalan tersebut, namun bagi yang sudah terbiasaa seharusnya meningkatkan amalan lainnya yang mungkin agak sedikit berat, dan kita harus yakin jika kita menjalaninya dnegan tulus, pastinya tidak ada sesuatu amalan baik yang berat.

Jika kita memang menginginkan sesuatu yang unik, seperti bersilaturrahim kepada kawan lama, tentu itu dapat diprogramkan dan dijalankan dengan konsisten untuk mengunjungi beberapa kawan lama yang masih ada dalam memori kita, tentu termasuk silaturrahim kepada orang tua dan family karean itu jauh lebih penting. Untuk menjalankan silaturrahim memanag terkadang berat rasanya, namun karena itu sangat bagus untuk tetap menjalin hubungan yang baik, disampng akana menambah rizju dan usia, maka kita jalankan dnegan penuh ketulusan, insyaallah  smeuanya akan dapat berjalan dengan normal dan ringan.

Kita berharap   konsisten tersbeut akan dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata kita, dan kita akan semakin menambah kebaikan dalam  menyongsong hari depan kita yang kekal di akhirat. Semoga Allah swt akan senantiasa memberikan kemudahan dan kesehatan kepada kita  untuk mewujudkan sikap konsisten kta dalam semua kebaikan, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.