TERSENYUM

Mungkin tersenyum hanyalah sebuah akspresi sepintas saja, namun ityu mempunyai makna yang sangat besar  terutama bagi yang menjalankannya dnegan tulus. Terkadang untuk sekedar tersenyum saja orang menjadi sangat sulit, terutama bagi mereka yang mempunyai masalah tertentu dan  masih tersimpan dendam dalam jatinya terhadap seseorang tertentu. Namun agama kta sesungguhnya mengajarkan kepada kita untuk berbuat kebaikan, meskipun hanya dengan sekedar tersenyum manis saja, bahkan nabi Muhammad saw pernah menyatakan bahwa jika seseorang tidak mempunyai uang atau harta, maka cukuplah baginya untuk bersedekah dnegan senyuman.

Jadi tersenyum itu sungguh mempunyai arti penting bagi kita. Mungkin dengan tersenyum tersebut seseorang akan mendapatkan keuntungan besar, baik untuk diri pribadinya maupun untuk institusinya, karena terkadang pula  ada pihak tertengu yang akan menghargai sebuah senyuman dengan sesuatu yang bernilai tinggi. Tersenyum itu menandakan  keramahan dan mengesankan sesuatu yang sangat baik, karena itu tidak salah jika ada sebagiaan orang tertarik kepada pihak lain lewat senyuman tersebut. Namun sebaliknya juga  senyum itu dapat menggoda  dan jika dijalankan dnegan tujuan tertentu terkadang juga dapat menipu pihak lain.

Untuk itu sebagai manusia kita memang harus pandai untuk menilai arti sebuah senyuman, apakah itu dilakaukan dnegan tulus ataukah dnegan tujuan tertentu yang akan merugikan. Itu bukan bentuk buruk sangka melainkan hanya sekedar waspada agar kita tidak tercebur dalam kesulitan yang akan menimpa kita. Namun secara umum kita memang harus selalu menampakkan muka Bahagia dengan tersenyum setiap kali bertemu pihak lain, apalagi jika sedang menerima tamu maka hukumnya wajib kita untuk tersenyum, karena itu termasuk bagian dari penghormatan kepada tamu.

Jika kita berpapasan dnegan orang lain yang tidak kita kenal sekalipun  jika kita maumelempar senyum maka sudah akan memberikan perhatian dan penghormatan kepada pihak lain tersebut, tanpa tegur sapa. Nabi kita Muhammad saw adalah orang yang sangat perhatian kepada pihak lain, sehingga kalau berjumpa dnegan pihak lain pasti akana menyempatkan untuk tersenyum karena itu merupakan sebuaha kondisi yang menyenangkan kepada pihak lain. Akana berbeda jika kkita  bertemu dengan pihak lain dnegan menampakkan muka masam, pastilah  orang yang bertemu kita tidaka akana merasa nyaman dana bahkan malah curiga  dan menduga duga ssuatu.

Apalagi jika  bertemu dengan orang yang sudah dikenal, maka  sudah seharusnya kita mengembangkan senyum tersebut, sebab jika tidak atau bahkan dengan memasamkan muka, pastilah akan terjadi salah paham dan mungkin juga akan dapat menimbulkan persoalan. Coba misalnya kita bertemu dengan kawan kita yang sudah kita kenal sejak lama, tetapi dalam pertemuan tersbeut kita sama sekali tidak menunjukkan senyum kepadanya, maka yang akan terjadi ialah duaag yang bermacam terhadap kita, dan itu  sangat berpontensi untuk merugikan diri kita sendiri. Apalagi kalau bertemu dnegan  pasangan hdup, termasuk di rumah, lalu kita  membuang muka atau menampakkan muka masam tanpa senyum, pasti akan menjadi masalah besar.

Sesungguhnya untuk senyum itu bukalah sesuatu yang sulit karena cukuplah kita menata hati kita untuk senanag kepada semua makhluk Tuhan. Jika seseorang suka maka  untuk tersnyum itu merupakan  sesuatu yang mudah, namun ketika kita tidak suka terhadap sesuatu, memang akan sulot untuk bias tersenyum, untuk itu sudah saatnya kita  harus berupaya untuk mencintai semua makhluk Yuhan di dunia ini, termasuk mereka yang selalu saja membuat masalah kepada kita. Hati hartus kita bersihkan dari debu dan kotoran yang hanya akan mengganggu diri kita untuk berbuat kebaikan.

Ini sekali lagi merupakan persoalan yang tersangkut dengan hati, jika kita sudah berupaya untuk membersihkan hati kita dari kotoran dan penyakit hati dan yang tersisa ialah seluruh kebaikan, maka kita akan dengan mudah memandang baik kepada smeua yang ada dan yidka menyisakan pandangan buruk kepada siapapun. Bukankah nabi kita Muhammad saw sudah membeirkan contoh kepada kita agar kita menyayangi kepada sesame  makhluk. Kalaupun kta belum mampu berbuat sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi, setidaknya kita akan dapat menirunya  dengan sebagian kebaikan yang ditunjukkannya.

Artinya jika kita belum mampu  melakukan kebaikan kepada orang yang  membenci kita secara batin, maka kita  bolehlah memperlakukannya dengan baik secara lahir, setidaknya untuk menunjukkan bahwa kita itu tidka dendam kepadanya atau tidak membalasa keburukan yang dilakukannya terhadap kita. Jika  orang tersbeut merasakan kebaikan yang kita perlakukan terhadapnya, maka besar kemungkinan dia akan menyadari bahwa perbuatannya untuk  berbuat buruk kepada kita itu salah dan  diharapkan nangtinya akan menyadrinya dan memperbaikinya. Kita juga mengatahui bahwa perbuatan baik Nabi dahulu selalu dibalas dengan  kesadaran mereka dengan apa yang telah mereka perbuat sebelumnya.

Karena itu kita juga berharap akan dapat menolong kepada pihak lain untuk mencapai kebaikan yang ada, yakni dnegan cara kita selalu menunjukkan kebaiakna kepada pihak lain, terutama mereka yang selalu berbuat buruk. Salah satu perbuatan baik kita dapat kita tunjukkan dnegan senyum manis yang tulus dan disusul dnegan tegur sapa  dengan bahsa yang baik dan santun.  Kita harus yakin bahwa dengan berbuat kebaikan kepada mereka yang berbuat buruk, kita akan mampu menolong mereka untuk kleluar dari perbuatan buruk yang sudah dilakukannya.

Pendeknya tersenyum itu  merupakan perbuatan mudah yang mampu mengungkap sebuah misteri besar dan mampu memnggugah hati orang untuk menyadari kesalahannya sendiri dan kemudian memperbaikinya. Untuk itu kita memang harus memulainya  sekarang juga untuk menunjukkan senyum kepada siapapun dnegan ketulusan. Semoga Allah swt akan senantiasa memberikan  maunah Nya kepada kita sehingga kita akan mampu menjalani hidup dnegan segala kebaikan tern=masuk  membiasakn diri untuk tersenyum kepada pihak lain, semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.