KARMA DI DUNIA

Percaya atau tidak bahwa hokum karma itu ada  dan kita dengan mudah dapat membuktikannya, apalagi nanti saat kita sudah berada di akhirat. Banyak orang yang saat  awalnya kaya raya, lalu melakukan  perbuatan dhalim kepada sesamanya yang kenetulan miskin, bahkan sangat keterlaluan dalam memperlakukannya sehingga seolah orang lain tersbeut seperti budak saja. Lalau dnegan berjalannya waktu, ternyata  orang yang diperlaukan dhalim tersbeut bangkit dana mencapai kesuksesan, sementara  orang yang tadinya kaya tersbeut jatuh miskin.

Itu baru satu contoh tentang karma kaya dan miskin dan perlakuan yang tidak semestinya, dan tentu masih terlalu banyak contoh lainnya dalam bidang lainnya pula. Ada anak orang kaya yang menyombongkan kekayaannya sehingga dia akan selalu menghina dan meremehkan  anak lainnya yang dari golongan miskin dan bahkan terkadang selalu mencibirkannya di hadapan kawan kawannya yang sama saam kaya.  Namun  anak tang diremehkannya tersebut selalu kuat dalam menjalani hidupnya dengan kemiskinannya, dan kemudian dia dapat meraih kesuksesan hidup.

Sedangkan anak orang kaya yang menyombongkan kekayaan orang tuanya tersbeut ternyata gagal  menyelesaikan sekolahnya dan orang tuanya bangrut dan jatuh  msikin. Karma terhadap kondisi seseorang itu tidak mesti harus dimaknai sebagai hukuman, melainkan  hanya sekedar sebagai takbir bagi siapapun agar tidak selalu sombong dengan harta yang hanya titipan dari Allah swt, dan seharusnya dengan kekayaan tersebut orang menjadi peduli kepada sesaman\ya, bukan untuk menombongkan diri dan meremshkan orang lain.

Banyak juga kejadian yang sangat memilukan karena sebelumnya  kondisinhya adalah sangat bagus, namun  sama sekali jauh dari rasa syukur kepada Allah swt, sehingga dia selalu berusaha untuk mengambil harta orang lain dnegan berbagai cara yang memungkinkan, termasuk kalau harus menipu dan lainnya.  Biasnya  yang demikian Allah swt tidak akan membiarkan lama lama  berada dalam kondisi tersebut, dan  Allah dengan mudah akan mengubahnya menjados ebaliknya, apakah dnegan cara  ditipu oleh pihak lain, ataulah dnegan cara membakar seluruh hartanya dan cara lainya yang tengtu sangat mudah bagi Nya.

Hal penting yang harus kita ketahui dan ingat ialah bahwa karma itu ada dan pasti akan menimpa siapapun yang berani untuk keluar dari rel sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Allah swt melalui nabi Nya, Muhammad saw.  Kita tahu nabi Muhammad saw mengajarkan kita auntuk saling mencintai dna mengasihi sesame, jika kita tidak mengikuti perintah tersbeut, bias jadi kita akan mengalami karma yang kita jalani sendiri, semacam kita membenci orang lain, kita marah dna emosi kepada pihak lain sehingga orang lain tersbeut menjadi sakit hati atau tersinggung dnegan apa yang kita perbuat. Nah, kondisi etrsebut pada saatnya juga akan menimpa pada diri kita  dan terkadang malah lebih berat akibatnya.

Kalau kita berbuat kebaikan sebegaimana yang selalu diperintahkan oleh nabi Muhammad saw, dan pada saatnya nanti kita juga akan emndapatkan jasa kebaikan dari pihak lain, maka itu biasanya tidak disebut sebagai karma, melainkan balasan dari Allah swt. Jadi karma biasanya dialamatkan kepada perbuatan buruk yang menimpa kita sebagaimana dahulu kita pernah melakukan keburukan kepada pihak lain. Kalau kita Sudha mengetahui hal tersbeut dan meyakininya, maka  sudah seharusnya kita tidak akan pernah terbersit untuk melakukan penganiayaan atau perbuatan yang tidak menyenangkan kepada pihak lain manapun.

Apalagi kalau kita memperlakukan hal buruk kepada orang yang sudah  buruk hidupnya yang itu berarati kita Sudha berlaku dhalim kepadanya, maka doa oraang yang didhalimi itu tidak ada satir sedikotpun diantaranya dan Allah swt.  Kita harus  selalu mengingat hal tersebut agar kita tidak mengalami karma sebagaimana yang sudhaa banyak terjadi dan menimpa kepada banyak orang. Untuk itu kita harus selalu berbuat baik kepada siapapun dan ringan tangan dalam membantu meringankan beban orang lain, karena dnegan melakukan hal tersbeut, kita yakin bakal ditolong oleh Allah swt.

Pelajaran hidup melalui lakon yang telah dimainkan oleh masyarakat di sekitar kita sesungguhnya sudah cukup untuk kita jadikan sebagai cermin bagi kita, sebab dengan memikirkan kehidupana yang mendera masyarakat di sekitar kita, baik yang berhasil maupun yang menjadi semakin berat beban hidupnya,  tersebut kita dapat menilai dan menyimpulkan bahwa  semua  kembali kepada perbuatan masing masing orang. Artinya jika orang selalu mengutamakan kebaikan dalam hidupnya dan selalu menolong pihak lain, maka hidupnya pasti semakin  hati akan semakin membaik.

Sebaliknya jika orang selalu berbuat jahat atau selalu merugikan paihak lain, maka lihat saja  dia pasti akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Bahkan jika ada pihak lain yang mensupportanya pun, pasti itu tidak akan menolong kondisinya untuk menjadi lebih baik. Mungkin saja ada orang yang tetap berhata banyak, namun kehidupannya tidak akan pernah tenang dan selalu dienihi dnegan ebrbagai masalah yang tidak pernah berhenti.

Sekali lagi tentang karma itu pasti adanya  dan kita sangat yakin itu, bahkan kalau di dunia ini terlepas, maka  masih  di akhiratyang tidak akan pernah melepaskan  sedikitpun hal yang tersisa dari permbalasan amal seseorang.  Karena itu beruntunglah bagi kita yang selalu mengingat hal ini dana kemudian  terus dengan sadar melakukan kebaikan karena Allah swt serta selalu berusahaa untuk memberikan pertolongan kepada siapapun yang membutuhkan, karena dengan begityu Allah swt pasti akan  menolong kita dalam setiap masalah yang kita hadapi.

Semoga akan semakin banyak orang yang menyadari masalah ini dana langsung melakukan perubahan secara nyata dalam perilakunya sebelum terlambat, yakni sebelum Izrail mendatangi kita untuk memenuhi kewajibannya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.