AL-ISLAMU YA’LU WALA YU’LA ALAIH

Banyak orang salah dalam memahami perkataan al-islamu ya’lu wala yu’la alaih dengan dengann membanggakan diri bahwa Islam itu akan selalu menang dan tidka mungkin kalah atau dikalahkan. Namun apa benaar demikian, karena dalam kenyataannya seringkali Islam dikalahkan oleh sesuatu yang nilainya sangar rendah. Jika hal ini kemudian disampaikan kepada pihak yang salah dalam mengartikan pernyataan tersebut, lalu dia pasti akan dengan lantang bahwa benar bahwa islam itu tidak akan pernah kalah.

Inilah kekonyolan sebagaian  dianatara kita yang tidak mau melihat kenyataan melainkan hanya brteori semata. Bahkan ketika kenyataan tersebut sudah berada di depan matanya  saja masih tidak menyadarinya. Lalu bagaimana kita harus menerapkan pernytaan tersebut sehingga kta tidak akan berbenturan  antara kenyataan dan keyakinan? Sebagai seorang muslim tentu kita akan  selalu berharap bahwa islam adalah yang diatas dan tidak akan pernah dikalahkan oleh apapun dan kapanpun. Namun ketika kita lengah dan pihak lain mempersiapkan diri dnegan sangat bauik, maka kita tidak  ada kesempatan lain terkecuali mengakui keungulan selain Islam tersebut.

Kita harus memaknai pernytaan tersbeut dengan benar dan tidak akan  menyesatkan diri kita sendiri. Akan jauh lebih bagus jika pernyataan tersebut dimaknai sebagai sebuah doa atau harapan, yakni Islam itu harus selalu menang dna berada di atas dan tidka boleh berada di bawah atau dikalahkan. Sudah barang tentu jika kita memaknainya seperti itu, kita harus gterus menrus melakukan  pembenahan  dan  memosisikan Islam sebagai  yang utama sehingga kota akan menjadikannya sebagai pemanang dna tidak terkalahkan.

Kekalahan Islam itu menjadi tanggung jawab umatnya dan karena itu sebagai umat muslim kita wajib hukumnya memajukan islam sedemikian rupa sehingga tidak ada kekiatan apapun yang mampu mengalahkannya. Nah, jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka itu menjadi tanggung jawab kita selalu umat muslim untuk mengangkatnya kembali sehingga akan menjadi yang teratas, bukan hanya dengan retorika semata dan  dengan menutup mata atas kekurangan kita dan kelemahan yang ada.

Jika kita memaksakan khendak dengaan tetap mengtakan bahwa Islam itu pasti di atas dan tidak akan pernah dikalahkan, maka kita sudah kalah beberapa tahap dan itu akan semakin menyulitkan diir kita sendiri. Ketidak sadaran kita terhadap kondisi kita sendiri yang seharusnya dilohat dnegan lebih jeli, ahanya akan melahirkan kekerasan hati dan pikiran dan tidak akan mampu mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik, yang lemah menjadi semakin kuat dan yang kurang menjadi sempurna. Dan itulah gambaran kondisi umat muslim saat ini, khususnya yang meyoritasnya.

Namun kita masih beruntung masih ada  umat musliam yang sangat sadar dnegan kondisi umat dan Islam saat ini sehingga tidak terburu buru menyataanIslamlah yang terbaik dan tidak terkalahkan, melainkan selalu berusaha untuk memperbaiki dan mengangkat islam ke level yang lebih tinggi, termausk mempersiapkan generasi mudanya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan harapan ke depannya akan semakin kokoh dana kuat  yang pada saatnya nanti islam memang akan benar benar hebat dan terdepan.

Jadi dengan dmeikian sesungguhnya ungkpana  tersbeut hanyalah doa dana pemberian semangat kepada seluruh umat agar selalu mengupayakan agar islam itu unggul dan tidaka tertandingi oleh siapapun. Namun itu baru doa dan harapan, selebihnya semuanya tergantung kepada kita selaluumatnya. Jika kita tidak mau mengusahakannya dan hanya bwerpangku tangan semata, sudah pasti islam justru akan terpuruk kepada level yang terendah dan dijadikan bulan bulanan oleh pihak lain dan tentu kita tidak  akan rela. Karena itu sekali lagi itu hanya memberikaan warning kepada kita agar kita selalu waspada dan berusha untuk menempatkan islam sebagai yang unggul.

Intinya kita tidak boleh coroboh dalam memahami segala sesuatu, melinkan harus cermat dan jeli, karena ketelitian tersebut akan mampu membantu kita untuk bersikap dengan benar dan sekaligus menjauhkan kita dari salah dan kebodohan, bahkan  jika kita salah tersebut akan dnegan mudah kita ditertawakan pihak lain yanag  dianggap kita sama sekali tidak melek dan hanya bermimpi tentang sesuatu yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Mungkin secara substansial islam itulah yanag terbaik  baik ajarannya maupun dalil dalilnya, namun jika kemudian kita tidak mampu menyempaikannya kepada khalayak, tentu smeuanya akan menjadi lain. Artinya sesuatu yang secara substansial bagus, namun jika tidak dapat dibungkus dengan bagus, maka akan hanya menjadis esuatu yang ditinggalkan dan tidka menarik banyak orang, sebaliknya sesuatu yang secara substansial buruk, namun kemudian dapat dilabeli dan dibungkus dengan rapi dan bagus, meka  akan menjadi menaik dan dianggap bagus oleh banyak orang.

Itulah kenapa terkadang sebuah kerapian dan  kedisiplinan akan membangtu sesuatu menjadi lebih baik, dan kesembronoan akan membantu  sebuah barang menjadi tampak buruk. Padahal saat ini orang pasti akan melihat tampilan pertamanya terlebih dahulu sebelum memasuki pada sibstansinya. Nah, karena itu sebagai umat muslim kita memng wajib menampilkan Islam yang sangat bagus dan menarik, apalagi kita yakin subd=stansinya juga pasti bagus. Dengan penampilan yang bagus tersebut kita berharap orang akan melirik kepada islam dan akhirnya  ketertarikan tersebut akan membawanya untuk memasukinya.

Semoga ke dpannya islam akan semakin menarik, baik tampilannya maupun praktek pengamalannya. Dengan begitu maka  ungkapan bahwa islam itu yang unggul dantidak mungkin terkalahkan akan benar benar terwujud, bukan ganya dalam slogan semata. Itulah keinginan kita  namun sekali lagi kita harus tetap menyadari persoalan ini agar kita kita tidak dibutakan oleh ungkapan harfiyah tersebut, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.