ARTI MEMBERSIHKAN HATI

Salah satu penyakit yang susah untuk disembuhkan ialah  sakit yang ada di dalam hati, dan mungkin sekali sumber segala penyakit dan juga sumber kesembuhan itu ada di dalam hati itu sendiri. Jika seseorang selalu banyak pikiran dan hatinya tidak mampu lapang, maka akan banyakpenyakit yanag mudah berjangkit di dalam dirinya. Mungkin mula mula sakit kepala, lalu merembet kepada anggota tubuh lainnya. Ambil conoth saja jika seseorang mempunyai dendam kepada orang lain, maka pikirannya  akan terus berputar bagaimana dapat membalaskan dendam tersebut, sehingga tidak ada kesempatan baginya untuk memulihkan hatinya untuk hal hal yang baik.

Makanya para ulama dahulu selalu menganjurkan kepada umat agar kita selalu emmbersihkan hati daris egaa koyoran dan penyakitnya. Rasa iri, dendam, sakot hati, sombong dan juga sifat sifat buruk lainnya pasti akan  mampu untuk membangkitkan penyakit dalam tubuh. Namun sebalinya jika kita mampu menghilangkan berbagai penyakit hati tersebut, maka kta akan dengan mudah untuk menyingkirkan segala macam penyakit, apapun bentuknya.  Namun untuk menghilangkan penyakit tersbeut bukanlah  mudah melainkan snagat sulit dan harus membutuhkan keseriusan.

Untuk menghilangkan dendam misalnya, maka kita harus mampu untuk memberikan maaf kepada siapapun yang bersalah atau sengaja menyakitkan kita, dan itu tentu persoaan yang sulit untuk diwujudkan. Namun bukan berarti tidak dapat dicapai, asalkan kita  serous dan ada niat baik, maka pasti ada jalan yang dapat kita jalani untuk menghilangkan dendam tersbeut. Coba kita  melihat kembalai perhjalanan hidup Rasulullah saw yang begitu hebat, dan tidka pernah menyisakan sedikit pun daam hatinya rasa  sedih, rasa sakt hati apalagi dendam, karena  hatinya selalu dipenuhi dengan rasa cinta.

Jika kita sudah mampu melihat apapun yang diciptakan oleh Allah swt sebagai sesuatu yang baik bagi kita, maka di situlah cinta akan muncul dan jika it uterus kita pelihara dan pupuk, maka  yang ada dalam diri kita ialah mencinta, bukan membenci. Apapaun yanag terjadi, termasuk hal hal yang secara lahir buruk bagi kita, tetaplah kta  anggap sebagai sesuatunyang sangat bagus, sehingga kita akan mampu mencintainya. Untuk kitu kita memang harus berusaha untuk selalu mencintai seua makhluk Allah swt.

Mari penuhi hati kita dengan rasa cinta, bukan sebaliknya rasa benci, agar kita dapat menghilangkan segala penyakit hati yang memang harus kita hanguskan semuanya. Jika hati kita bersih dan dipenihi rasa cinta, maka di situlah kita akan merasakan betapa nyamannya hidup dan  pada saat itulah kita tidak akana merasakan sakit apapun dalam diri kita. Kalaupun Tuhan memberikan kita sakit, namun karena hati kita sudah dipenuhi oleh rasa cinta, maka kita akan tetap mensyukurinya sebagai sesuatu yang baik bagi kita bukan sesuatu yang buruk yang harus kita sesali.

Karena itu jika kita masih ada rasa kurang nyaman dnegan orang lain, baik karena kelakuannya,  sikapnya atau karena perlakuannya kepada kita atau makhluk lain, maka sesungguhnya kita belum mampu membersihkan hati kita dengan benar. Artinya masih ada  butir butir noda dalam hati kita, meskipun kadarnya tidak besar, namun tetap akan dapat menghambat kesehatan kita sendiri.  Hal yang paling mungkin untuk  kita jalani ialah jika kita sudah mampu menempatkan diri pada  posisi hamba yang selalu  menginginkan  bantuan dari Tuhan, bukan sosok yang mampu untuk berbuat sesuatu.

Artinya jika kita merasa  mampu dan mempunyai sesuatu untuk melakukan sesuatu, maka di siytulah kesombongan akan muncul, walaupun tidak kasat mata. Hanya perasaan mampu berbuat sesuatu saja itu sudah masuk dalam kategiri kesombongan terhadap Allah swt. Sikap tawadldlu’ dan selalu menempatkan diri kita pada  posisi yang mengalah adalah sikap yang benar untuk menuju pembersihan hati kita. Sesungguhnya ada hubungan yang earat antara hati dan pikiran, karena jika keduanya dapat bekerjasama dnegan baik, tentu smeuanya akan berjalan lancer, sebaliknya jika keduanya tidak mampu bekerjasama maka akana muncul sesuatu yang justru akan menghambat tujuan yang ingin digapai.

Kita dapat mengendalikan pikiran kita, namun  hati tentu tidak akan pernah mampu kita kendalikan, karena apa yang dikatakan oleh hati, dapay dipasikan itulah sesungguhnya yang menjadi keingian  hakiki kita, namun jika yang mengatakan itu [ikitan, maka belum pasti itulah hakekat yang kita tuju. Dengan Bahasa sederhana dapat kita unhkapkan bahwa p[ikiran dapat berbuat kebohongan, namun hati tidak akan pernah berbuat bohong. Untuk itu jika kita mempertimbangkan sesuatu janganlah memintanya kepada akal, melainkan kita harus memintanya kepada pertimbangan hati.

Kembali kepada kebersihan hati, kita  akan mampu membersihkan hati kita  melalui beberapa usaha yang maksimal, seperti terus me genang sejarah Rasul dnegan segala kebaikannya dan perlakuannya kepada  orang  lain dan para sahabatnya. Juga kita dapat menjalaninya dengan memperbanyak dzikir kepada Allah swt, dengan membaca kitab suci alquran, dan juga dnegan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Jika kita sudaha mampu mengarahkan seluruh kegiatan kita hanya kepada Allah swt pastinya kita akan  mengarahkan semua kepada radlo Allah swt.

Satu tujuan yakni mencapai ridlo Allah swt adalah  pangkal kita mampu mengendalikan hati dan membersihkannya  dari segala kotoran sebagaimana yang disebutkan di atas. Untuk itu sekali lagi kita harus terus mengisi hati kita dengan rasa cinta kepada semua ciptaan Allah swt, sebab dengan begitu kita akan mampu merasakan bahwa smeua yang wujud didunia ini adalah kebaiakn yang akan membawa kebaikan piula kepada kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.