MENABUNG UNTUK MASA DEPAN

Setiap orang yang berpikir untuk masa depan, selalau akan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung agar nantinya  saat  tua  masih akan dapat menikmatinya, dan itu merupakan pemikiran yang sangat wajar dan bahkan sangat masuk akal. Sebab bagi orang yang hanya memikirkan masa kini semata sehingga seluruh penghasilannya akan dihabiskan pada saat ini juga,  maka pada saat usia tua dan tidak lagi mampu bekerja, dia pasyi akan sangat menderita, karena sudah tidak mempunyai apa apa, dan semakin  tersiksa saat menyaksikan banyak orang mampu berbuat yang diinginkan, atau saat menyaksikan teman sebayanya yang masih tetap mampu melakukan  keinginannya.

Itulah mengapa banyak orang bijak selalu mengingatkan kepada kita agar kita mau menabung untuk masa depan kita. Setiap orang dengan profesi sebagai apapun, pasti akan mampu menabung, meskipun tidak banyak, karena  untuk keperluannya sehari hari pasti akan dihemat, demi untuk menabung. Buktinya banyak orang yang hanya sebagai pedagang asongan saja akhirnya dapat menikmati hasil jerih payahnya, demikian juga dengan mereka ayang bekerja sebagai tukang parkir juga akhiranya dapat menikmati hasil yang ditabungnya.

Bahkan kita juga menyaksikan betapa ada seorang tukang becak yang tekun yang akhirnya dapat pergi haji dan mneyekolahkan anaknya hingga lulus menjadi sarjana.  Semua itu  ditentyukan oleh tekat yang kuat dan usaha yang tidak mengenal menyerah serta selalu berdoa kepada Allah swt. Jika niat sudah bulat, maka bekerja apapun akan dapat dijalaninya asalkan dnegan kejujuran dan amanah serta tetap menjaga hubungan dengan Allah swt lewat ibadah yang selalu dijalankan. Seba;iknya banyak orang yang secara lahir tampak mempunyai penghasilan yang lumayan besar, namun tidak sanggup untuk menyekolahkan anaknya hingga lulus.

Bahkan akhir hayatnya sungguh sangat menyedihkan karena setelah pension, mereka ternyata tidak mempunyai apapun, padahal saat masih Berjaya selalu menyombngkan diri dnegana jabatan dana kekayaannya. Itulah kenyataan yang semuanya pasti sudah diputuskan oleh Allah swt kepada hamba Nya. Siapapun yang mau mensyukuri sameua karunia yang diberikan Nya, pasti Allah akan memberikan tambahan nikmat dan sebalinya siapaun yang sombong dan tidak mau mensyukuri nikmat, maka Allah pasti akan membalasnya dengan balasan yang terkadang sangat menyakitkan.

Nah, iyu sedikit gambaran betapa ,emnabung untuk masa depan itu begitu sangat penting dan  tidka boleh diabaikan, sebab seka,li kita mengabaikannya, pasti penyesalanlah yang akan tersisa. Apalagi kalau kemudian kita hubungkan dnegan kehidupan di alam akhifat yang kita disana akan berada  ntuk selamanya, pastilah kita memerlukan persiapan dan tabungan yang sangat banyak. Karena itu siapaun yang menyadari bahwa kita nanti akana berada di akhirta untuk selamanya, maka tidak ada kata lain terkecuali kita harus maua menabung sebanyak banyaknya untuk ke[per;uan tersebut.

Bagi kaum muslim yang meyakini kehidupan akhirat tentu juga pasti akan  mempercayai bahwa kita di akhirat nanti  hanya akan menerima pembalasan atas apa yang saat ini kita lakukan di dunia, sementara di dunia ini adalah ladang untuk berbuat sesuatu dan juga untuk menabung sebanyak banyaknya.  Saat nanti di akhirat tentu sudaha tidak ada kesempatan lagi untuk melakukan sesuatu. Karena itu saat inilah saat yang sangat tepat untuk menabung, dan bukan nanti saat kita sudah mati.  Oleh karena itu saat kita di dunia ini kita harus melakukan hal hal terbaik untuk smeua, termasuk kita tidak boleh membalas p[erilaku buruk pihak lain dengan perilaku buruk pula.

Jika kita memang  ingin menjadi orang baik, maka apapun perlakukan orang lain kepada kita, kita harus tetap berbuat baik kepadanya, sebab orang baik itu tidak akan pernah melakukan hal buruk termasuk kepada orang yang berbuat buruk pula. Perlakukan apapun  orang lain kepada kita, termasuk memfitnah atau melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan dan menhinggung perasaan dan harga diri kita, tetaplah kita harus memperlakukannya dnegan baik. Biarlah Allah sendiri yang nanyi akan membalasa perbutan buruk mereka, karena kita sudha mengikrarkan menjadi orang baik, tentu semua perilaku kita harus  bernilai kebaikan.

Banyak hal yang dapat kita tabung untuk masa depan kita terutama di akhirat nanti, seperti amalan individual kita  semacam menjalankan shalat, termasuk shalat sunnah, berdzikir, membaca alquran dan juga wiridan untuk membaca bacaan yang baik. Demikian juga dapat kita menjalankan  kegiatan yang sifatnya membantu pihak lain, semacam menolong orang yang mebutuhkan pertolongan kita termasuk pertolongan secara fisik. Demikian juga  kepedulian kita untuk membantu pihak lain yang kekurangan, sementara kita mempunyai kelebihan harta yang dititipkan oleh Allah swt kepada kita.

Tentu masih banyak lagi  perbuatan yang dapat kita lakukan untuk masa depan kita. Bahkan terladang kita juga harus selalu mengingat perbuatan baik pihak lain kepada kita meskipun mereka sudah melupaknnya.  Kita harus yakin bahwa hidup di dunia ini seperti sebuah siklus dimana terkadang kita longgar dalam persoalan rizki dan terkadang kita berada di kondisi yang sulit. Nah, jika kita  mau membantu kawan kita yang sedang kesulitan, sudah barang pasti Allah sendirilah yang akana membalas kita, walaupun terkadang juga orang yang pernah kita bantu menolong kita pada saat yang sangat tepat.

Jika kita sudah menyadari sepenuhnya kehdupan yang dmeikian, maka tidak ada lahi kekhawatiran bagi kita untuk kerunia Allah  yang akan dicurahkan kepada kita sehingga kehidupan kita sangat nyaman dan tidak ada keraguan sedikitpun. Demikian juga untuk kepentingan akhirat kita juga pasti akan tenang karena kita sudah banyak menabung untuk tujuan tersebut. Semoga kita akan mampu menjalani hidup terbaik dan persiapan terbaik pula untuk akhirat kita nanti, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.