PUASA HARI PUTIH

Setiap bulannya kita disunnahkan untuk berpuasa di hari putih atau biasa disebut sebgai ayyamul bidl, yakni setiap tanggal pertengahan bulan qamariyah, pada saat bulan purnama sedanag menampakkan  kesempurnaannya. Nah, di siang harinya kita disunnahkan untuk berpuasa, sehingga dalam satu bulan  hanya tiga hari. Tengtu itu bagi mereka yang tidak terbiasa denagn puasa sunnah senin dan kamis atau puasa lainnya. Jika mereka sudah menjalankan puasa rutin senin kamis,  tetap saja masih disunnahkan ungtuk berpuasa pada hari putih tersebut.

Kita juga tahu bahwa menurut nabi Muhammad saw  puasa terbaik ialah jika kita meniru puasanya nabi Dawud, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak, begitu seterusnya, terkecuali pada saat  hari dimana kita diharamkan untuk berpuasa yakni pada saat hqari raya idul fitri dan idul Adlha serta hari tasyriq. Memang kenyataannya diantara kita ada yang suka berpuasa sehingga sehari harinya akan selalu diisi dnegan berpuasa, namun sebaliknya ada juga yang tidak suka berpuasa sehingga hanya Ramadlan saja  puasa dijalankan.

Memang puasa sunnah itu masih sangat tergangung kepada masing masing orang dan tidak ada paksaan kepada siapapun karena Namanya saja juga sunnah. Namun jika orang mampu menjalaninya, tentu akan jauh lebih bagus, bahkan kalau kemudian dijalankan dengan penuh ketulusan, sangat mungkin akan dapat mendapatkan  hikmahnya yang salah satunya ialah sehat, dan juga mungkin  mempertebal rasa solidaritas kepada sesame. Namun bukan berarti yang tidak suka berpusa tidak akan mampu menjadi peduli kepada sesame dan tidak akan sehat, sama sekali tidak dapat dipahami seprti itu.

Berpuasa  itu sangat bagus dan itu merupakan kebiasaan orang orang salih zaman dahuliu, karena itu jika kita mau dan ingin menjalankannya, maka itu sangat baik dan jika kita tidak menginginkannya juga tidak menjadi masalah. Ada sebagian orang yang dapat berkonsentrasi dnegan baik dan menghasilkan karya dengan ebrpuasa, tetapi ada pula orang yanag sebaliknya, yakni jika berpuasa maka tidak dapat ebrkonsentrasi dan tidak dapat mengghasilkan karya. Karena itu sekali lagi semua tergantung kepada masing masing orang.

Bila dengan tidka berpuasa justru akan mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain, tentu itu akan sangat bagus, ketimbang berpuasa tetapi malah tidak menghasilkan apa apa. Namun jika dengan berpuasa kemudian akan dapat menghasilkan karya hebat, maka itulah yang jauh lebih bagus.  Para ulama zaman dahulu memang luar biasa yakni dnegan mengosongkan perutnya atau berpuasa mereka justru akan dapat berpikir dengan jernih dan menghasilkan karya besar dan bermanfaat bahkan hingga saat ini masih dikaji orang.

Ternyata kebalikan dnegan kebanyakan orang zaman ini karena biasanya kalau perut sedang kosong, mereka tidak dapat berpikir dengan jernih dan bahkan mungkin malah tidak dapat berpikir, hanya saja kemudian kalau terlalu kenayang juga  tidka mampu berbuat apapun. Nah, terkait dnegan kesunnahan untuk menjalankan puasa ayyamul bidl tersbeut sesungguhnya sudah cukup bagus karena dalam satu bulan hanya diperintahkan untuk berpuasa selama tiga hari saja dan sleebihnya dapat digunakan sebagai wahana ungtuk menghasilkan karya terbaik.

Namun jika ingin menjalankannya lebih sering, mungkin akan lebih baik menjalani puasa senin kamis sebagaimana banyak dijalankan oleh umat muslim. Bagaimanapun semakin banyak berpuasa atau mengosongkan perut kita tentau akan memberikan kesempatan kepada perut kita untuk beristirahat dan akibatnya  sangat mungkin  kemudian badan kita akan menjadi sehat. Itulah barangkali maksud dari hadis yang menyatakan berpuasalah maka kalian akan menjadi sehat. Memang ada sebagian orang yang terutama terkena sakit maag, biasnaya kalau perut kosong maka akan semakin sakit, dan ini tentu termasuk pengecualian.

Kebiasaan para nabi dan ulama salih tersbeut memang akan sangat bagus jika kita praktekkan, namun sekali lagi itu tergantung kepada masing masing orang dan juga tergantung kepada niat mereka. Kta yakin pula bahwa bagi merek yang dapat menikmati puasa  akan mampu merasakan kenikmatan di dalamnya, bukan hanya saat berbuka saja, tetapi seleruhan puasa akana menjadikan dirinya semakin baik dan dekat kepada Tuhannya.  Bahkan saat menjalankan ibadah shalat misalnya  di sing hari dimana dia sedang ebrpusa juga akan teraskan nikmat dan  dekat dengan Allah swt.

Mungkin karena eranya sudah berubah dan dunia di sekitar kita juga sudah berubah, maka persoalan puasa ini akan menjadi menarik, saat dihubungkan dnegan kemampuan seseorang dalam menjalaninya dan  produktifitas saat berpuasa. Terus terang saja bagi  orang orang tertentu akan sangat nyaman jika tidak sedang berpuasa sehingga dapat melakukan pekerjaannya dnegannnyaman dan menghasilkan  sesuatu yang baik, dan sebaliknya jika dipaksa berpuasa maka hasilnya akan tidak memuaskan dan bahkan mungkin tidak akan selesai sesai dnegan keinginan awal. Untuk itu bagi yang kondisinya dmeikian harus diambil kesimpulan bahwa tidak berpuasa itu jauh lebih baik baginya jika dihubungkan dengan produktifitas.

Memang scara umum kondisi manusia itu relative sama  manakala dikaitkan dengan kekuatan unyuk menjalani puasa, karena itu jika hanya diperintahkan untuk berpuasa selama tiga hari setiap bulan itu tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang, meskipun kita tetap harus memberikan  pengertian bagi yang memang benar benar tidak menginginkan berpuasa etrsebut. Apalagi kalau kita kembalikan  kepada  hokum sunnah yang diberikan, yakni  akan bagus manakala dijalankan  tetapi tidak menjadi masalah jika memang tidak menjalankannya.  Pada akhirnya  mengenai perintah puasa hari putih tersebut diserahkan sepenuhnua kepada masing masing kita. Jika menginginkannya  jalankan dan jika tidak menginginkannya ya tidak usah dipaksakan.

Semoga kita termasuk hamba Allah yang selalu mendapatkan pencerahan sehingga akan mampu membaca kebaikan yang ada pada setiap perintah, baik itu wajib maupun sunnah. Amin.

 

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.