INDONESIA BERKABUNG

Hari rabu yang lalu mantan presiden RI ke tiga  menghembuskan nafasnya yang terakhir untuk menghadap kepada Tuhannya. Pak Habibi yang beberapa kali diberitakan meninggal tetapi ternyata beliau masih tampka sehat, dan baru Rabu kemarin benar benar beliau wafat. Selurtuh rakyat beduke kehilangan orang terbaik yang pernah memimpin negara ini di awal reformasi, terleas dari kekurangan beliau, kita smeua mengakui kehebatan beliau dan  ketabahan belkau saat ditinggalkan oleh isteri tercintanya bebarap tahun yang silam.

Begitu berita wafatnya beliau tersebar ke seluuh nusantara, lalu Menteri sekretaris negara Pratikno langsung membuat edaran yang ditujukan kepada sleuruh pimpinan dalam smeua tingkata untuk mengibarkan bendera setengah tiang mulai haris kamis hingga sabtu sebagai pertanda kita sedang berkabung atras kematian seorang putran terbaik bangsa ini. Bahkan  perwakilan kita di luar negari juga  merasakan betapa kehilangan seorang tokoh yang hebat dan membuat bangga bangsa ini, sehingga mereka pun  juga  mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari.

Orang yang sudah me ninggal dunia  pasti akan dikenang jasa jasanya untuk dijadikan sebagai pertanda bahwa  beliau memang layak ungtuk menjadi tokoh nasional yang membanggakan dan perlu ditiu oleh generasi muda berikutnya. Kecerdasan beliau memang diakui bukan saja oleh bangsa kita, ,melainkan juga oleh dunia,  untuk itu sekali lagi kita memang harus  terus mendoakan kepada beliau agar perjalanannya menghadap Tuahnnya akan mulus tanpa aral apapun. Kita yakin beliau husnul khatimah dan akan diampuni segala dosa dan salahnya dan diterima seluruh amal baiknya.

Kita menginginkan bahwa dengan kematian beliau tersbeut,bangsa ini akan semakin menyadari berapa pentingnya ungtuk saling mendoakan dan membantu. Artinya  kita berharap akan muncul kesadaran dari seluruh komponen bangsa ini unguk mementingkan kepentinagn bangsa ketimbang kepentingannya sendiri, sehingga nantinya mereka yang tadinya ada niat unguk mengemplang uanga negara menjadi sadar dan tidak lagi ada keinginan ungtuk itu. Kepengtingan seluruh bangs atengtunharus didahulukan  dan kalu itu terjadi maka persoalan korup[si di negeri ini pasti akan berkurang secara signifikan.

Namun  itu hanyalah sebuah harapan, namun seluruh kenyataannya tergangtung epada masing masing kita. Mungkin ada diantara anak bangsa yang tetap saja tidak mau tahu dengan peristiwa kematian sehingga tidak ada perubahan sedikit pun dalam dirinya bahwa nantinya dia juga akan mati dan mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya kepada Allah swt. Pak Habibi sendiri pernah mengatakan bahwa meskipun beliau diberikan anugerah ilmu dan teknologi tang begitu  besar, tetapi beliau masih lebih memilih ilmu agama karena agamalah yang mampu memberikan kepuasan dan ketenangan jiwa serta nantinya yang akan menyelamatkannya di akhirat.

Meskipun kita sangat paham dengaan beberapa acting dan main sandiwara beberapa tokoh yang seolah baik di mata umum, namun kenyataannya justru malah sebaliknya, namun kita tetap berharap bahwa dengan kematian pak Habibi tersebut kesan mendalam akan mampu menjadikan hati dan pikiran mereka bwerubah menjadi sedikit lunak dan nantinya akan mengubah wataknya yang demikian. Kita yakin bahwa sebuah kematian itu cukup untuk menjadi pelajaran bagi siapapun yang mau mengambil hikmahnya, terutama bahwa smeua yang hdup itu pasti akan mati. Dari situlah akan muncul bahw dirinya juga akan mati yang waktunya bekum jelas diketahuinya.

Jika dia mengingat kehidupan akhirat, maka sudah barang pasti dia akan memikirkan bagaimana nantinya  harus mempertaanggung jawabkan perbuatannya di hadapa Allah yang sebagaimana disampaikan dalam kitab suci, kita sama sekali tidak akan mampu mengingkat=ri sedikitpun perbuatan yang pernah kita lakukan. Semua sudah terekam dalam catatn malaikat dan kita tinggal meneerima  apapun yang diputuskan. Nah, kalau ingat semua itu, barangkali  akan muncul sedikit ketakutan sehingga akan  melakukan perubahan terhadap perilakunya yang selama ini dirasakan buruk.

Saat ini kita semua memang masih berkabung dengan wafatnya pak habibi, namun kita tidak boleh lerut secara terus menerus, karena hal tersbeut hanya akan merugikan kita smeua. Kita harus mampu bangkita dn meneruskan cita ita beliau yang  ingin mensejahterakan sleuruh warga bangsa. Kita memang boleh sedih  namun kesedihan tersebut tidak boleh melalaikan kewajiban kita masing masing selaku hamba Allah swt. Bahkan  sebalinya justru kitanharus semakin lebih baik sehingga pada saat kita nangti menghadap kepada Nya  akan mendapatkan  kenikmatan yang banyak.

Sebagai umat beragama yang sekaligus juga seiman dengan beliau tengtu kita mempunyai sebuah harapan bahwa  pada saatnya nanti akan muncul habibi lain yang bukan saja cerdas dan pandai dalam bidang teknologi, melainkan juga sekligus mampu memberikan  magnet yang kiat untuk menarik seluruh warga bangsa unguk menjadi lebih baik dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya. Jika nantinya  muncul habi habbi baru yang banyak yang disampng cerdas juga berakhlakul karimah dan pedukli terhadap anak bangsanya, maka  harapan para pendiri bangsa ini yakni waraga bangsa Indonesia akan sejahtera hidupnya, semakin akan dapat diharapkan.

Memanjatkan doa Bersama memang perlu dilakukan oleh seluruh anak bangsa, namun aktifitas  sebagaiamana bisanya harustetap berjaln, karena menghentikan seluruh aktifitas, terutama yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat, tengtu akan berakibat lumpuhnya sebuah  system. Untuk itu sekali lagi, kalaupun kita berkabung dan sedih bukan berarti kita bediam diri dan merenungai  nasib, melainkan kita justru harus mampu meneladani kegigihan pak habibi  dan meneruskan perjuangannya sehingga smeua  yang diimpikannya akan dapat kita wujudkan Bersama dengan anak bangs alainnya yang juga menginginkan hal yang sama, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.