MENGHADIRKAN TUHAN DALAM HATI

Kesibukan dunia terkadang harus melalaikan sesuatu yang p4insip seperti mengingat Allah swt, dan memang dalam  kenyataannya akan sangat sulit bagi seseorang untuk selalu ingat dan menyebt nama Nya  ketika sedang sibuk menjalanan kegiatan duniawi. Apalagi bagi yang memang tidak terbiasa berdzikir, maka akan terasa sangat sulit lagi kalau harus mengingat Nya dalam kesibukan. Jangnakan pada saat sibuk, pada saat longgar pun terkadang sulit baginya untuk mengingat Allah dan juga mengingat segala kenikmatan yang telah diberikan kapada kita, lalu mensyukurinya.

Mungkin hanya para hamba Allah yang sudah menjalani kehidupan serba pasrah sajalah yang akan terus menerus mengingat Nya pada  saat apapun, termasuk pada saat menjalankan aktifitas duniawi sekalipun. Tuntutan dzikir atau mengingat Allah adalah sebuah kemestian yang seharusnya selalu dijaga, namun kenyataannya haal tersebut sangat sulit diwujudkan karena biasanya pikiran dan hati manusia akan mudah untuk disibukkan oleh persoalan duniawi yang biasanya akan mudah melupakan Tuhannya. Beruntunglah bagi mereka yang masih tetap mampu mengingat Tuhannya dalam setiap kondisi, sehingga apapun yang terjadi akan senantiasa disandarkan kepada Nya.

Sesungguhnya kita mampu untuk melakukan hal tersebut jika kta memang niat dan bersungguh sungguh untuk mewujudkannya. Sebagai conotoh mudahnya ialah jika kita membiasakan diri ungtuk selalu berdzikir membaca tasbih, tahmid dan takbir dalam setiap waktu, karena bacaan tersebut tanpa harus dihafal secara reflek akan mudah kita ucapkan, namun syaratnya kta memang harus yakin dan serius menjalankannya, sebab  pada saat saat tertentu meskipun kita sudah membiasakan membacanya, akan dapat lupa juga jika kita tidak terus mengusahakannya.

Mungkin untuk membiasakan hal hal baik seprti itu kita akan menjalankannya pada saat kita tidak sedang melakukan sesuatu yang memerlukan konsentraberkonsentrasi menjalankan sesuatu, melainkan ketika kita hanya menjalankan sesuatu yang tidak memerlukan konseyrasi penuh, sep3rti ketika kita berada dalam kendaraan umum dimana kita hanya menumpang. Lain halnya jika kkita sedang mengendarai sendiri kendaraan sehingga harus konsentrasi penuh terhadap kendaraan  dan jalan raya. Jika kita mau memulai hal hal seperti itu, insyaallah pada saatnya kita akan dapata  terbiasa melakukan hal baik dzikir seperti tersebut.

Namun pada saatnya jika nantinya sudah terbiasa dengan berdzikir, maka dalam kesempatan kita sedang mengendarai kenadaraan sekalipun, kita akan tetap mampu berdizkir dengan baik dan menjalankan kendaraan dengan baik pula.  Suasana hati dan pikiran yang selalu menghadirkan Allah dalam hati dan pikiran kita tentu akan menjadikan hati dan pkiran menjadi tenang dan jernih sehingga akan dnegan mudah memikirkan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Kita tahu bahwa hati dan pikiran yang kotor akan senantiasa mengajak kita kepada hal hal negatif dan merugikan baik diri sendiri maupun pihak lain.

Perlu diketahui bahwaa berdizkir itu tidak harus bersuara dan didengarkan oleh pihak lain, karena yang terpenting di sini ialah bagaimana kita mampu mengingat Allah s]=dalam hati dan pikiran kita. Kita harus yakin bahwa jika kita sudah mampu menghadirkan Allah dalam hati  dan pikiran kita pada setiap kesempatan, maka tidak ada keraguan dan kekhawatiran lagi yang hinggap dalam diri kita. Kkita sudah antap dengan apa yang sudah diberikan Allah kepada kita dan Allah jugalah yang akan menjaga kita selama kita memasrahkan diri kiota kepada Nya.

Alangkah nyamannya hidup yang demikian, dan kita dapat menyaksikan kehidupan yang dmeikian melalui cerita hidup para Nabi dan juga para waliyullah serta para ulama  yang  salih. Kita selalu menyaksikan wajah wajah mereka itu sangat cerah tanpa ,endung sedikitpun yang menghinggapinya, seolah hidup mereka itu sudah berada di surga yang penuh kenikmatan dan bukan lagi hidup di dunia yang penuh dnegan persoalaan dan kesedihan serta mkesemrawutan.  Sudah barang tentu kita sangat merindukan kehidupan yang dmeikian, meskipun kita belum berada di surga.

Secara teori pun jika  seseorang yang telah mampu menghadirkan Allah dalam hati dan pikorannya, pastinya tidak akan susah meskipun sedang tidak mempunyai uang misalnya. Namun kita harus yakin bahwa orang seperti itu tidak akan mungkin  kesusahan karena tidak mempunyai uang atau harta untuk sekedar memenuhi kebutuhan duniawinya. Allah pasti akan membukakan jalan rizki yang sangat mudah dan lapang sehingga mereka tidak akan pernah kekurangan apapun. Secara kasat mata saja saat ini kita dapat melihat bahwa meskipun para ulama yang salih tampaknya tidak bekerja, namun kehidupan mereka sungguh sangat berkecukupan.

Hal lain yang  akan menjadikan seseoranag yang mampu menghadirkan Allah dalam dirinya ialah  dapat dipastikan dia akan terjauhkan dari hal negatif yang mengarah kepada kemaksiatan. Pikirannya tidak mungkin akaan  memikirkan sesuatu yang haram dan  tindakannya juga dapat dipastikan akan selalu dituntun oleh kebaikan yang dimunculkan dari dalam hatinya. Bagaimana mungkin kalau Allah hadir dalam hatinya dan pikirannya lalu dia dapat melakukan kemaksiatan dan hal negatig]f yang merugikan? Untuk itulah sudah saatnya kita harus berusaha untuk mampu menghadirkan Allah dalam hati dan pikiran kita. Jika sam;pai saat ini kita belum mamu untuk itu, sebaiknya kita memang harus berniat dan berkomitmen untuk mengusahakannya.

Kita harus yakin bahwa jika kita memang berniat dan  bersungguh sungguh mengusahakannya, pasti pada suatu saat nanti kita akan mampu mewujudkannya, meskipun mungkin akan aecara bertahap dan stidak sekaligus. Tidak masalah kalau kita baru mampu menghadirkan Tuhan dalam hati dan pikiran kita  sekitar seput]luh persennya saja, lalu dilatih secara terus menerus dan pada saatnya  pasti akan mampu mewujudkannya lebih banyak lagi prosentasinya. Semoga Allah swt senantiasa akan memberikan pertolongan kepada kita untuk tujuan mulia tersbeut, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.