BELAJAR ALQURAN

Sebagai umat muslim, kiranya menjadi wajib bagi kita untuk mempelajari kitab suci yakni alquran, karena  alquran tersebut merupakan kitab suci bagi umat muslim, lalu bagaimana jika kita sebagai umatnya justru malah tidak pernah menyentuhnya atau enggan untuk belajar dan mempelajarinya. Lalu bagaimana nasibnya nanti. Untuk itu seharusnya semua pihak di manapun keberadaannya,  wajaib baginya untuk mempelajarinya dan bahkan menganjurkan kepada pihak lain untuk ikut mempelajarinya. Pasti banyak manfaat yang didapatkan setelah mempelajari alquran, tidak saja yang bersifat ruhani, melainkan juga yang bersifat ragawi.

Bagi kita yang bekerja di kantoran, tidak ada halangan  untuk mempelajari alquran, bahkan kalaupun sudah pandai memaca dan menerjemahkannya pun tetap saja diharapkan mampu dan mau mengkajinya secara rutin, karena pasti aka nada ha baru yang  ditemukannya. Dan itu merupakan keisy=timewaan alquran, semakin dibaca dan dipelajari, maka akan semakin banyak pengetahuan yang akan didapatkannya. Demikian juga bagi mereka yang bekerja di tempat lainnya, kiranya akan sangat bagus jika mau mempelajarinya, tanpa harus mengganggu pekerjaannya.

Apalagi kalau di dunia  Pendidikan, maka menjadi semakin kuat kewajibannya untuk mempelajari alquran, bahkan hingga maksud kandungannya. Karena itu sangat lucu sekali jika ada sebuah Lembaga Pendidikan yang sama sekali menyentuh alquran tersebut, apalagi kalau Lembaga Pendidikan tersbeut ialahj berlabelkan Islam.  Memang kedengarannya sangat aneh kalau ada sebuah perguruan tinggi islam namun banyak mahasiswanya yang tidak mampu membaca saja kepada kitab sucinya, apalagi kalau harus menerjemahkannya atau mengamalkan isi kandungannya.

Aneh tetapi nyata,  karena ada  perguaruan tinggi Islam yang ternyata sebagian besar mahasiswanya bahkan sebagian dosennya tidak mampu membaca  alquran, kedengarannya memang masuk akal ketika dijelaskn bahwa sebagian dosen yang tidak mampu membaca akquran tersbeut memang dosen dalam bidang sain dan teknologi atau sebagian besar mahassiwa yang tidak mampu membaca alquran tersbeut ialah adalah mahasiswa dalam program studi umum atau sain dan teknologi. Namun  setelah di[ikir secara mendalam alas an tersebut sama sekali tidak mendasar.

Artinya kalau sebuah lembaga Pendidikan Islam membukan program studi apapun tentu tetap harus mempertahankan  keislamannya,  dan yang paling utama ialah bagaimana seluruh mahasiwa dan juga dosennya harus mampu memahami keislaman secara dasar, terutama dalam hal membaca dan menulis alquran. Bahkan kita akan berbangga jika para mahasiwwa kita tersebut sangat pintar dalama keilmuan dal;am jurusannya tetapi juga sangat pintar dalam  keislamannya, dan soal membaca alquran pastilah sangat pandai dan bahkan paham artinya.

Pada sisi lain ada sebuah Lembaga  Pendidikan  tingkat MI yang secara serius mengajarkan alqi=uran bahkan dengan maknanya juga, dan  mereka yang lulus  dari Lembaga tersbeut secara otomatis sudah mengetahui alquran, utamanya dalam membaca sesuai dnegan makhraj dan juga menrjemahkannya. Bahkan ada juga Lembaga setingkat Tk yang juga sudah mengajarkan alquran bahkan hafalan alquran sehingga ketika mereka akan memasuki Mi atau SD mereka juga dapat membaca kitab suci meskipun hanya sekedar membacanya dan sesuai dnegan kaidah membaca alquran.

Lalu bagaimana dengan kenyataan adanya banyak mahsiswa di perguruan tinggi Islam yang sama sekali tidak mampu membaca alquran?  Sudah barang tentu ini snagat memperihatinkan kita semua selaku pendidik  Keislaman.  Namun karena itu smeua merupakan sebuah kenyataan, maka kita tidka boleh surut dalam mengupayakan agar mereka tetap mampu membaca dan menulis alquran dengan berbagai cara yang memungkinkan kita tempuh, semisal kita memprhataikan dan menyediakan diri untuk memberikan didikan kepada mereka sampai mereka melek alquran.

Memang yang dibutuhkan saat ini ialah kepdulian kita untuk menjadikan mereka mampu membaca dan menulis alquran, karena itu merupakan tanggung jawab kita selalu pendidik. Kita memang harus peduki kepada mahssiwa yanag  demikian, tanpa kepedulian kita, maka selmanya mereka alan tetap seperti itu dan bahkan mungkin ke depannya akan banyak lagi yang lebih parah. Tentu himbauan tetap harus disampaikan kepada pihak pihak penyelenggara Lembaga Pendidikan Islam untuk peduli terhadap para siswanya untuk  diajarkan alquran hingga mereka mampu setidaknya membca dengana baik.

Dalam hal ini kementerian agama juga harus memikirkan masalah ini, jangan hanya duduk berpangku tangan seolah tidak ada persoalan, karena kenyataannya masih cukup banyak siswa kita yang keberadaannya msih sangat minim  pengetahuannya terhadap alquran sebagai kitab suci bagi umat muslim. Harus ada Gerakan yang massif kepada semua sekolah utamanya kepada para guru untuk peduli terhadap kenyataan tersbeut dan mengupayakan agar mereka diajari baca tukis alquran, tanpa harus mengesampingkan pelajaran lainnya.

Bahkan kalau diperlukan ada Gerakan massif untuk kels awal misanya satu dua bulan pertama jangan lagi ada pelajaran selain baca tulis alquran sehingga mereka benar benar mam;pu, barulah kemudian dilanjutkan dnegan memberikan pelajaran lainnya. Mungkin ini kedengarannya aneh dan tidak masuk akal, namun  harus ada keberanian dan  ketulusan dari smeua pihak, karena tanpa usaha nyata tersbeut, kondisinya akan tetap sama bahkan  mungkin akan lebih menyedihkan lagi di masa mendatang.

Sementera untuk para pendidik dosen yang berada di perguruana tinggi islam yang masih menemukan para mahssiwa yang masih belum mampu baca dan tylis alquran, sebaiknya segera  melakukan upaya upaya nyata dan atau melporkannya kepda pimpinan untuk dilakukan upaya  yang memungkinkan mengatasi masalah tersbeut.  Kondisi tersbeut tidak dapat dilakukan secara sendirian, karena pasti akan berat dan tidak akan tuntas, melinkan harus secara Bersama  sama dan kesadraan yang nyata untuk menuntaskan persoalan.

Kita berharap dengan upaya nyata tersebut, ke depannya tidaka akan muncul lagi kondisi yang sangat timpang etrsebut.  Lembaga Pendidikan Islam memang berkw=ewajiban untuk mendidik para  anak didiknya mampu menguasai persoalan keislaman secara umum, meskipun kemudian anak didik tersbeut menekuni  bidang lainnya, tetpi modal dasar keislaman  merupakn sebuah kewajiban yang harus dikeuasi oleh mereka, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.