MUHASABAH DI AKHIR TAHUN

Kalender Hijriyyah menempatkan bulan Dzul Hijjah ini sebagai bulan terakhirnya, yani merupakan bulan ke 12 dan  bulan berikutanya, yakni bulan Muharram atau biasa disebut sebagai bulan Asyura adalah bulan pertama dalam kalendwr Hijriyyah. Karena itu saat ini kita sudah berada di bulan terakhir pada tahun 1440 H ini. Sehubungan dnegan kebaraadn kita di bulan terakhir tersebut, kiranya sangat pantas dan bahkan harus kita untuk melakukan muhasabah atau introspek diri terhadap perjalanan  hidup kita selama  satu tahun ini.

Muhasabah tersebut menjadi sangat penting ketika kita menginginkan  ada arti hidup dalam  menjalaninya, yakni keinginan kita untuk memberikan makna  bagi kehidupan kita. Jika pada perjalanan hidup kita tahun ini ada beberapa hal yang harus kta perbaiki, maka kita dapat meakukannya pada tahun depan, dan begitu seterusnya. Dengan begitu kita akan selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini.

Jika kita tidak melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup, maka kita tidak akan pernah mengatahui sejauh mana kita telah berbuat untuk diri kita, untuk keluarga kita, untuk orang tua kta dan untuk lingkungan kita. Nah, karena itu sekali lagi jika kta memng berhrap sesuatu yang lebi baik, maka  mengevaluasi diri secara rutin  sangatlah diperlukan. Setidaknya satu tahun sekali sudaha cukup untuk melihat berbagai kekrangan yang ada dan kemudian ada komitmen untuk memperbaikinya di masa mendatang.

Sebuah menejemn itu  akan berjalan dengan baik jika fungsi fungsinya  berjalan dnegan baik pula. Salah satunya ialah controlling atau juga dapat disebut sebagai evaluasi, sebab dengan melaukan control dna evaluasi tersebut akan dapat diketahui kelemahan dan kekirangan dan selanjtnya  diperbaiki. Dalam urusan apapun sebaiknya memang ada  evaluasi, termasuk dalam dunai Pendidikan juga dapat dipatsikan ada evaliuasinya yang digunaakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses Pendidikan yang dijalankan.

Sudah barang tentu evaluasi bukan sekdar kegiatan evaluasi semata, melainkan harus ada kemauan untuk mennindak lanjutinya denagn merumuskan program perbaiakn terhadap Sesutu yang dianggap kiranb  atau lemah. Dengan dmeikian sebuah proses akan menjadi semakin baik dan sempurna. Nah, kta tentu mempunyai ujuan hidup di dunia ini, kalau menurut alquran manusia diciptakan oleh Allah swt dengan fingsi utamanya yakni untuk mengabdikan diri kepada Allah swt atau untuk beribadah.

Naamun kita harus memaknai ibadah etrsbeut bukan hanya shalat semata, melainkan seluruh aktifitas kita yang bukan maksiat dana kemudian diniatkan sebagai ibadah atau mengabdi. Dengan begitu seluruh aktifitas kita memang dapat berniali ibadah. Nah, karena  itu kita dapat menjaga  diri kita agar tetap dalam koridor kebenaran dan kebaikan sehingga nilai iabadah yang kita niatkan memang benar benar terjadi dan bukan  sekedar niat semata. Bagaimana kita   mampu meninbkatkan kualitas ibadah kita, tentu kita harus secara terus menerus menilai  diri kita dan sekaligus memperbaiki kekurangan yang ada beserta niat tulus lillahi ta’ala.

Akhir tahun ini merupakan momentum yang snagat tepat untuk mengevaluasi seluruh aktifitas kita sehingga kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki smeua kekurangan dan kelemahan yang ada, sekalogus juga mempersiapkan kegiatan dan aktifitasdi tahun mendatang. Kita tahu bahwa setelah berakhir tahun ini, maka akan dating tahun depan yang secara otomatis  akan kita lalui dengan atau tanpa perencanaan sekalipun. Untk itu beruntunglah bagi kit ajika kita  dapat merencanakannya dnegan baik serta  ada niat untuk melakukan  yang terbaik di tahun mendatang.

Dalam sebuah hadis, nabi Muhammad saw juga pernah menyampaikan bahwa  kita dikatakan berungtung jika  apa yang kita lakukan pada saat ini lebih baik ketimbang masa lalu dan apa yang akan kita lakukan di tahun depan akan lebih baik ketimbang tahun ini. Artinya ada peningkatan dalam semua hal kebaikan. Sebab kalau apa yang kita lakukan di tahun ini dan kemarin masih sama  atau tahun ini dengan tahun depan masih sama, kkta termasuk orang yang rugi dan jika justru tahun depan lebih buruk, maka itu Namanya celaka. Jangan sampai kita mengalaminya  dan karena itu kita perlu evaluasi sehingga kita dapat mengetahui laku kita.

Para orang tua kita juga sudah mengajari dan memberikan teladan kepada kita untuk selalu bedoa dan melakukan muhasabah terhadap perilaku kita setia pergantian tahun, dengan tujuan agar kita dapat melhat secara lebih detail dan jelas tentang perolaku kita selama satu tahun dan kota akan tingkatkan kebaikannya pada tahun mendatang. Bahkan mereka juga suha memberikan doa untuk awl  tahun baru dan akhir tahun. Kini gtinggal kita, apakah kita akan mau menja;aninya dnegan  kesadaran penuh dan kemudian akan dengan sadar pula ingin melakukan perbaikan atas kekurangan yang ada atau kah tidak sama sekali.

Kesempatan yang sangat bagus ini tentu harus kita manfaatkan semaksimal munbkin untuk menjadikan diri kita lebih bagus dan memberikan manfaat bagi diri, keluarg dan lingkungan, dnegan cara merencanakan hal hal yang lebih baik ketimbang tahun ini. Mjungkin kita belum mampu untuk memprediksi hal hal baik di tahun mendatang, namun jika ada niat baik dari kita, tantu smeuanya akan menjadi mudah kita lakukan untuk memperbaiki diri kita dalam smeua aspek. Mari jadikan diri kita sebagai orang yang berungung sebegaimana dala  perspektif hadis tersebut, yakni  orang yang hari ini lebih baik ketimbng kemrin.

Dengan usaha yang tidak mengenal Lelah  dan secara kontinyu melakukan evaluasi diri, insyaallah kita akan mendapatkan jalan kemudahan dan mendapatakn pula bantuan untuk melakukan segala sesuatu dengan mudah  dan dimudhkan, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.