IBU KOTA NEGARA PINDAH DARI JAKARTA?

Mungkin kalua kita menyaksikan betapa sesaknya Jakarta sebagai sebuah ibu kota negara, tentu kita dengan cepata akan menyetujui rencana pepindahan ibu kota tersebut, karena jakafta sudah tidak mendukung lagi teriaa terkait dengan sesaknya dan macetnya jalanan. Kendaraan memang memang sudah diupayakan seperti melalui  kereta dan juga  trans Jakarta nemun nyatanya masih tetap macet parah. Di Jakarta kalua ingin  menuju sebuah lokasi dengan tetap pastinya sangat sulit, karena psti akan terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan yang tidka mampu ditembus dengan mudah.

Namun kalua kemudian  mengingat berbgaia persyaratan untuk menjadi sebuah ibu kota negara tengtu kita juga tidak gegabah menyetujuinya, karena pasti akan sangat mahal ongos yang akan dikeluarkan untuk itu. Saat ini semua kantor pemerintahan dan juga kantor para duta besar negara sahabat smeuanya ada di Jakarta, belim lagi kelengkapan lainya yang pasti tidka mudah memindahkannya begitu saja. Untuk keperluan tersbeut tengtu kita harus berpikir Panjang untuk masalah tersbeut.

Jika ada rencana untuk memindahkan ibu kota negara tentu harus diberikan jangka wajtu yang cukup untuk memindahkan seluruh kantor dan  hal lainnya yang twrkait dnegan ibu kota negara, termasuk di dalamnya ialah tentang bandara yang harus memadahi untuk sebuah bandara internasional yang cukup besar, kemudian jalan menuju bandara dan juga berbagai perkantoran yang dibutuhkan. Mungkin akan dapat didesain sedemikian rupa sehingga nantinya tidak akan  macet lagi sebagaimana yang sudah sudah.

Sementara ini arah lokasi perpindahan ialah ke pulau  Kalimantan, namun belum jelas apakah Kalimantan tengah ataukah Kalimantan timur. Tentu harus dijajaki terlebih dahulu tentang kemungkianan kemungkianannya. Setelah ketemu lokasinya juga harus direncanakan secara besar besaran untuk membangunnya sehingga dalam waktu sekitar lima tahun akan baru siap untuk perpindahan tersbeut. Iupun kalua anggaran memungkinkan, karena psti akan menyedot banyak anggaran untuk masalah tersebut.

Idealnya ibu kota kita itu berada di tempat yang nyaman dan strategis serta didesain dnegan  banyak taman dan ruang terbuka, bukan  berdesakan seperti Jakarta saat ini. Namun kita tentu juga harus realistic bahwa  untuk membangun sebuah ibu kota yang baik tentu tidak mudah dan dipelukan perencanaan yang sangat maang dan sekaligus  dapat ditata sedemikian rupa unguk tidka lagi mengulang apa yang sudah terjadi.

Mungkin sebuah ibu kota negara itu juga dapat dideain dnegan kondisi yang nyaman dna cukup sepi dan tidak riuh oleh kendaraan yang lalu Lalang. Biarlah ada kota metropolitan tersendiri dan ada ibu kota yang tenang meskipun di kota kecil tetapi terasa nyaman dan baik untuk sebuah ketenangan bekumpul dan membicarakan banyak hal.  Artinya sebuah ibu kota itu tidak harus di tempat yang metropolis dan padat penduduk, namun justru ibu kota negara seharusnya  tenang dan tidak sibuk sebagaimana kota besar yang sedang membangun.

Memang kalua ibu kota Jakarta akan dipindah yang paling cocok ialh pindah ke luar jawa, sebab di sleuruh jawa itu sudah terlalu padat, sehingga kemungkinannya yang palingdekat ialah di pulau Kalimantan bahkan mungkin juga Kalimantan tengah yang masih menyisakan  lahan yang masih mungkin untuk dibuat kota yang  indah denagn penataan yang rapi dan terencara dnegan snagat baik. Tentu juga harus  ada pengamanan lokasi sehingga tidak didahului oleh para tengkulak yang biasanya akan main untung dengan membeli lahan yang direncanakan akan dibangun sebuah kota.

Sesungguhnya untuk perpindahan ibu kota negara, sebagai rakyat biasa hanya dapat menyaksikan saja, namun  tengtu kita juga mempunyai hal untuk berpendapat karena tujuannya ialah  yang terbaik untuk negara dan bangsa, bukan untuk pihak tertentu. Kita tentu  berterima kasih kepada presiden Jokowi yang mempunyai ide untuk memindahkan ibu kota negara ke tempat lain yang lebih tenang dan tidak terlalu padat seperti Jakarta. Namun kita juga menyarankan agar  ada perncanaan yang matang sehingga tidak akan mengalami kegagalan  di tengah jalan.

Kita pun sesungguhnya sudah sangat yakin hahwa masalah etrsebut sudah ada perencanaan dan penajajagan  sehingga ide tersebut dilontarkan dan mungkin juga ajan segera di tindak lanjuti.  Biarlah nantinya kota Jakarta akan tetap menjadi kota metropolitan dan kota industrri yang besar namun ibu kota negara  tetap ada  didaerah yang cukup nyaman dan tidak terlalu bising oleh suara mesin pabrik dan kendaraan di jalanan yang tidak pernah berhenti sepanjang dua puluh empat jam.

Pendeknya untuk rencana perpindahan ibu kota negara tersebut kita harus  memikirkannya dengan hati yang lapang dan juga memikirkan tentang biaya yang harus dikeluarkan nantinya. Namun jika kita merencanakan bahwa aibu kota tersebut merupakan sebuah kota tidka terlalu besar dan hanya  untuk ibu kota saja sehingga tidka banyak bangunan yang dibangun di kota tersbeut terkecuali kantora dan mungkin hotel yang diperlukan saja. Kta harapkan juga bahwa ibu kota tersebut nantinya akan sangat m=nyaman jika  banyak taman di dalamnya dan bukan  Gedung yang menjulang tinggi.

Kita yakin bahwa kalaupu  antinya ibu kota benar benar sudah pindah daru Jakarta, maka Jakarta tidak akan kesepin karena  sebagaimana kota metropolitas lainnya masih akan ramai oleh suara kedaraan dan mesin pabrik serta  keramaian lainnya. Kita tidak perlu khawatir Jakarta akan menjadi kota mati, karena masih banyak Gedung dan hotel yang tetap bediri kokoh di dalamnya. Kita lhat kota Surabaya dan lainnya yang meskipun bukan ibu kota negara tetai tetap saja menjadi sangat sibuk dengan berbagai aktifitas warganya, bahkan terkadang malah melebihi ibu kota sendiri. Semoga impian  memindahkan ibu kota  akan dapat berjalan dengan mulus tanpa membebani masyarakat, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.