KEMATIAN SEORANG TOKOH

Kematian itu sesuatu yang gaib dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, kapan akan terjadi dan dimana, namun seseroang tentu boleh beranggapan dan berharap bahwa kematiannya nangti akan ditunggui oleh keluarganya dan ada di rumahnya. Tetapi itu hanya sebuah harapan karena kematian seseorang itu sudah ditentukan  oelh Allah swt dan Izrail hanya menjalankan tugasnya saja. Pada sata ajal sudah tiba maka siapapun dan kekuatan apapun tidak akan mampu mengendalikannya, meskipun hanya untuk mengundurnya barang satu menit saja.

Setiap hal yang hidup pada saatnya pasti akan mengalami kematian dan karena itu kita tidak perlu takut dnegan mati, tetapi juga tidak boleh sembrono dnegan kematian. Hal terpenting yang harus kita sadari dan ketahui ialah bagaimana kita memeprsiapkannya sehingga saat di akhirat nanti kita tidak akan mengalami kerugian, melainkan justru akan dapat memetic buah manis  saat kita menanamnya di dunia. Jika kita sudah siap dengan kemqtian, maka kita sama sekali tidak takut dengan kedatangannya, sebabb kapan pun Izrail dating kita sudah sanat siap.

Memang ada kalanya sebuah kematian itu sangat disayangkan oleh banyak pihak, dan sebalinya ada kalanya kematian itu snagat diinginkan dan sangat disyukuri, karean didasarkan atas perbuatan masing masing. Artinya jika ada seorang tokoh dan ulama yang sangat baik selama hidupnya, tentu ketika yang bersangkutan wafat, maka banyak orang yang menyayangkannya dan  menyesalinya, meskipun itu hanya sekedar sebuah penyesalan saja, karena tidak akan mampu mengubah apapun. Namun sebaliknya jika ada orang yang selalu berbuat ukah dan selalu meresahkan masyarakt, lalu mati, amak banyak oang yang akan mensyukurinya, karena mereka merasa terbebas dari masalah yang ditimbulkannya.

Ada suatu ketika  seorang tokoh dan ulama yang wafat dan seluruh desa dan bahkan kabupaten dan bangsa menangisinya. Itu disebbkan karena peran dan kiprah tokoh tersbeut begitu besar dan membanggakan serta memberikan kontrinusi yang nyata bagi masyarakt, makanya mereka pasti merasakana kehilangan atas wafatnya tokoh tersbeut. Namun  jika yang meninggal adalah orang biasa maka tidak akan banyak yang menangisinya, paling juga hanya keluarganya apalagi kalau orang yang meninggal tersbeut adalah seorang preman yang selalu meresahkan masyarakt, pastinya kematiannya akan disyukuri banyak orang.

Hidup ini sesungguhnya ujian dari Allah swt, apakah kita mampu menjaaninya dnegan baik  ataukah sebaliknya kita justru tidak mampu memanfaatkan  kehidupan yang diberikan kepada kita untuk tujuana yang baik, yakni mengabdikan diri sepenuh hati kepada Allah swt. Semua itu pasti ada konsekwensinya di akhirat nanti, yakni bagi mereka yang lulus dalamujian tersbeut pasti akan mendapatkan kebahagiaan dan sebaliknya jika yang tidak lulus ujian pasti dia akan mendapatkan banyak kesulitan dan adzab yang sangat menyakitkan.

Karena ujian itulah makanya Allah swt  merahasiakan tentang kematian tersebut agar manusia  selalu siap menghadapinya, coba bayangkan jika kematian dapat diketahui sebelumnya, maka  akan banyak pihak yang melakukan kemaksiatan terlebihd ahulu jika mas kematiannya masih jauh dan baulah akan bertaubat jika usdah mendekati kematiannya. Nah, dengan dirahasiakannya kematian tersbeut abgi manusia, merkwa harus berusaha menyiapkan dirinya sebaikn baiknya sehingga kapan pun kematian tersbeut datang mereka sudah snagta siap dan tengtu mereka smeu berharap akan mendapatkan kematian yang baik dan akhirnya akan masuk ke dalam surge.

Bagi setiap orang kematiannya itu sudah ditentukan sejak awal sehingga tidak ada  kesempatan bagi siapapun untuk mencoba mengundurnya atau memajukannya barang sedetik pun. Hanya saja  Allah selalu meberikan kesempatan kepada umat Nya untuk selalu memperbiki dirinya melalui pertobatan  setiap saat. Bagi mereka yang mau bertaubat tentu akan sangat bagus dan pasti akan mendapatkan ampunan Nya aerta akan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan kebajikan selanjutnya. Meskipun dmeikian terkadang juga ada rintangan yang harus diterjangnya.

Jika ada seorang ulama atau tokoh wafat maka itu berate ada ilmu  yang diambil oleh Allah yang dibawa oleh tokoh tersebut, meskipun tokoh tersbeut telah menuliskan ilmunya ke dalam sebuah buku, tetap saja pasti ada tersisa ilmua yang melekat dalam dadanya, sehingga itulah yang kemudian hilang dan diambil oleh Allah swt. Apalagi kalau ulama atau tokoh tersbeut sama sekali tidak menjuliskannya, sehingga smeua ilmua akan lenyak Bersama kematiannya. Untuk itu sangat dihimbau kepada para tokoh dan ulama untuk menyempatkan diri menulis ilmunya meskipun tidak terlalu tebal.

Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad saw pernah menyatakan bahwa jika Allah menghendaki mengambil ilmu, maka bukan  dengan cara mengambil ilmu itu dari dunia ini, melainkan dengan memberikan kematian kepada para ulama, dan ketika sudah tidak ada lagi ulama yang baik dan benar, dan tinggallah ulama yang bodoh, maka distulah saat ada umat meminta nasehat dan fatwa, maka ulama buruk tersbeut akan dnegan mudahnya menjawabnya. Pada hakekatnya dia m=itu sesat dan juga sekaligus menyesatkan. Itu karena ilmu sudah diambil oleh Allah dan yang tinggal hanyalah kebodohan.

Untuk itu setiap kita mendengar ada tokoh dan ulama yang wafat kita menjadi merinding dan  snagat sedih, jangan jangan itu merupakan salah satu tanda I,lmu Sudha mulai langka dan nantinya akan banyak orang berfatwwa menurut nafsunya masing masing sehingga umat menjadi tersesatkan. Kota selalu memohon kepada Allah swt agar tidak mengambil ilmu dari para ulama kita karena kita masih sangat membutuhkannya  untuk menghdadapi masa depan yang masih kita harapkan  sangat bagus. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.