SELAMAT DATNG KEMBALI KE TANAH AIR WAHAI TAMU ALLAH

Saat saat ini masih dalam proses pemulangan para jamaah haji Indonesia dari menjalankan haji di tanah suci. Sebagiannya sudah sam;pai di tanah air, khususnya mereka yang termausk gelombang prtama dan  sebagiannya masih menunggu proses pemulangan dan sebagiannya yang lain lagi masih ada yang sedang menuju Madinah untuk mengunjungi masjid Nabawi dan makam Rasul. Tentu mereka disambut dnegan sangat antusias oleh kaluarga dan sanak saudaranya, dan berharap bahwa semua yang dijalankan di tanah suci akan menjadi amal yang  diberikan pahala oleh Allah swt.

Tentu yang paling diharapkan ialah haji mereka akan menjadi haji mabrur  dan mampu mengubah watak yang kurang baik menjadi sangat baik. Ternyata masih banyak diangtara para  haji tersbeut yanag belum mengerti apa makna mabrur tersebut, sebagiannya mengoira bahwa mabrur ialah  dia telah berhasil menjalankan semua rukun, wajib dan bahkan sunnah haji sehingga mereka sangat bangga dengan hajinya tersbeut. Sebagiannya lagi mengira bahwa mabrur tersebut ialah tidak ada satupun diantara kewajiban haji yang ditinggalkan sehingga hajinya menjadi sempurna.

Namun sesungguhnya mabrurnya sebuah haji bukan dilihat pada saat pelaksanaan haji dan proses menjalaninya, melinkan  justru kemabrusran tersbeut akan dapat dilihat setelah selesai menjalani haji. Artinay mabrur dan tidaknya ialah jika setelah haji justru semua amalannya , akhlak dan wataknya menjadi berubah menuju yang lebih baik, seperti misalnya jika sebelum haji  dia termasuk orang yang pelit, namun setelah haji dia termasuk  dermawan, sebelum haji dia tidak pernah berjamaah di masjid, lalu setelah haji dia rajin berjamaah di masjid dn hal tersbeut dilakukan  seterusnya.

Jadi dengan dmeikian mabrur itu akan dnegan mudah diketahui oleh orang lain yakni jika ada perubahan yang signfikn terhadao kelakuan dan sikapnya, yakni menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang, namun bukan hanya dalam beberap hari saja, melaiankan untuk jangka waktu yang lama. Mungkin saja ada orang yang sepulang haji menjadi baik namun hanya untuk beberapa minggu saja, dan setelah itu kembali kepad  watak aslinya, maka itu juga bukan mabrur.

Bagaimanapun kita tetap harus mengucapkan selamat kepada smeua jamaah haji yang  sudah sampai rtumah masing masing dnegan selamat dan bertemu kembali dengan seluruh keluarga serta tetangga, seraya kita mendoakan kepada mereka agar mendapatkan haji yang mabrur, dimudahkan segala urusannya oleh Allah swt dan diberikan kesehatan yang prima.  Sudah barang tentu kita mengucapkan selamattersebut bukan dnegan tujuan menginginkan oleh oleh dari mereka, melainkan semat mata  sesame muslim yanag memang harus terus memberikan ucapan tahniah dan sekaligus mendoakan kebaikan kepada sesame muslim.

Kita memang mempunyai harapan besar  terhadap para jamaah haji etrsebut, sebaba dengan mabrurnya merekaa tentu diharapkan akan sangat membantu untuk perbaikan kondisi masyarakat dan lingkungan masing masing. Saat ini persoalan yang snabat mengganggu  kita ialah keterbatsan dana untuk membangun apapun, dan kebanyakan diantara masyarakat itu sangat perhitungan dalam mengeluarkan dana untuk umum. Nah, jika kesadaran para jamaah haji tersbeut muncul dan lalu mereka  memberikan sumbangan yang signifikan, tentu semua persoalan akan mudah diatasi.

Persoalan moraltas juga merupakan persoalan yang sangat berat, karena  kebanyakan generasi mudah kita sudah tidak lagi mengenal agama dana akhlak, karena itu jika para jamaah haji  mendapatkan kemabrusan sejati, kta dapat berharap bahwa mereka akan  peduli terhadap masalah etrsebut, setidaknya  di lingkungan masing masing akan terbentengi oleh mereka sehingga para generasi mudah yang kirang baik perangainya akan tertutup oleh kebaikan mereka daan itu snagat membantu  dalam upaya menjadikan lingkungan kita menjadi sangat kondusif dan aman.

Kita tentu juga harus mengakui bahwa para jamaah haji Sudah begitu lama menunggu untuk diberangkatkan dan saat ini  sudah mereka ajalni dnegan baik, untuk itu sangat wajar jika kita mengungkapkan  kalimay selamat kepada mereka, karena sudah berhasil menjalankan ibadah di tanah suci dan sekaligus juga sudah menjalaninya dnegan aman hingga pulang kembali ke tanah air. Biasnya  kalau kita dekat dengan jamaah haji kita juga mengunjunginya untuk setidaknya mendapatkan doanya karena biasnya  doa orang yang baru haji  dianggap sangat manjur.

Sesungguhnya kita juga  dapat membentuk watak seseorang dari pengaruh yang kitabtanamkan, semacam karena statusnya yang Sudha haji,  kita support agar sering membantu pembangunan sarana ibadah atau Pendidikan atau umum, dan biasnaya mereka meskipun pada awalnya disebabkan gengsi atau malu, tetapi lama kelamaan mereka akan terbiasa dan itu snagat mengungtungkan umat muslim. Syukur syykur sejak awal mereka menyadari pentingnya sarana ibadah tersbeut sehingga tanpa dimotivasi  mereka tetap akan mengeluarkan  dana untuk pembangunan tersbeut.

Sudah tentu bukan hanya sumbangan untuk pembangunan tempat ibadah sama melainkan juga unuk kegiatan lainnya, seperti kegiatan pembangunan  RT atau untuk kepentingan peringata hari hari besar Islam dan lainnya. Pendeknya dengan  jamaah haji yang semakin banyak di sekitar kita, kita akan mampu untuk melakukan banyak hal, utamanya jika merka dapat kita koordinasi dalam melakukan kagiatan yang bermanfaat abgi banyak orang.

Mungkin kita juga  akan sangat berhasil menyadarkan banyak orang jika diadakan kelompok jamaah haji untuk secara rutin bertemu dan diberikan tausiah yang menarik dan kekinian. Dengan dmeikian  secara pelan kita akan dapat membentuk watak mereka menjadi lebih baik lagi melalui kesadaran diri yang tuntas, bukan mellui pemaksaan.  Sekali lagi dengan kepulangan para jamaah haji tahun ini, kita harus mengucapkan selamat kepada mereka dan kalau dipelukan kita harus menjenguk mereka sekaligus meminta doa kebaikan. Semoga kta benar benar akan bertmabah on=rang baik di sekitar kita, amin,

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.