JANGAN PELIHARA DENDAM

Biasanya manusia itu selalu saja akrab dengan sifat sifat negative  yang seharusnya dihindari, seperti sakit hati, dendam dan sejenisnya. Kita memang dapat memahami kalua ada orang dibulli sedemikian rupa apalagi kemudian disakiti dan dhalimi, maka orang tersebut pastilah akan  bereaksi dan terkadang juga kemudian timbul rasa sakit hati yang mendalam bahkan kemudian dapat berubah menjadi dendam yang harus dibalaskan. Namun  kita harus tahu bahwa jika  orang tersebut mampu memaafkan kepada pu]ihak lain yang menyakitinya, tentu itu akan jauh lebih baik dan memberikan  manfaat yang besar baginya.

Kita tahu bahw sifat dendam dan sakit hati itu hanya akan merusak diri kita sendiri, sebab dengan adanya dendam, maka hati kta tidak akana dapat tenang, melainkan akan terus berpikir bagaimana caranya  membalas. Nah semakin lama  sifat tersebut akan semakin lengket dan sulit untuk dihilangkan. Orang yang memelihara dendam pastinya dia atidak akan pernah  tersenyum dan selalu saja  berpikiran negatif terutama jika bertemu dengan orang yang didendami. Dengan kondisi hati dan pikiran yang demikian maka secara otomatis akan sult menerima hal hal yang positif dan pencerahan.

Memaafkan ialah kata kunci yang harus dijadikan sebagai pencair sifat dendam tersebut, tetaapi memang tidka mudah untuk menerapkaan maaf tersebut, karena itu memang harus dilatih dan dilakukan komitmen terlebihd ahulu untuk selalu berbuat baik, lalu secara bertahap mencobaa untuk memaafkan kepada siapapun yang bersalah dan menyakti kita. Jika pada awalnya masih sulit dana kita masih merasa sakit hati kepadanya, maka itu masih dapat dimaklumi, dan terus usahakan untuk memberikan maaf kepada siapapun yang selalu bersama kita dan terkadanag menyakitkan.

Insyaallah jika kita selalu berusah untuk memaafkan, maka Tuhan pasti akan membantu diri kita untuk membuka hati dan pikiran untuk memberikan maaf kepada siapa saja yang bersalah dan mungkin juga menyakitkan kepada kita. Pada tingkatan berikutnya tengu kita berharap kita akan mampu mengendalikan diri kita dari setiap hal yang menyakitkan dan juga mungkin yang menghjina dan memfitnah kita, karena kita sudah yakin bahwa sifat sifat buruk yang demikian pastinya bukan akan menhelesaikan masalah melainkan justru akan menambah masalah.

Jika kita sudah mampu untuk mengosongkan hati kita dari sifat buruk tersbeut dan terus berusaha untuk tidak me ngisinyadengan sifat negative tersebut, insyaallah kita akan mampu emmbaskan diri kita dari sifat buruk tersebut, dan kita akan terus dituntun oleh Allah untuk mengisi hati dan pikiran kita dengan sifat sifat yang baik dan positif.  Saat ini memanag kita belum mampu untuk mengendalikan diri kita dengan sifat yang baik dan masih saja mudah terpengaruh oleh sifat buruk dan negative, namaun kalua kita bersungguh sungguh  untuk menggapainya, pasti ada jalan yang dapat kita lalui untuk sam;pai pada tujuan.

Sebagai manusia yang sudah menjadi musuh dari iblis tentu  kita harus menyadari bahwaa musuh kita tersebut akan selalu melakukan usaha untuk menjadikan kita lemah dan melakukan hal hal buruk yang akan menurunkan martabat kita sebagai manusia.  Salah satunya ialah akan menggoda bagaimana kita selalu dendam dan sakit hati jika ada  kesalahan pihak lain kepada kita dan menjauhkan kita untuk mengeluarkan maaf. Karena itu kita harus  selalu mengingat hal tersebut dan kemudian juga berusaha untuk melawan mush kita tersbeut.

Barangkali kita juga harus berusaha untuk menenangkan hati kita dengan cara yang sudah lazim disampaikan oleh para ulama kita. Salah satunya ialah dengan memperbanyak membaca kitab suci dan selalu bedzikir kepada Allah swt. Lalu ada juga yang melalui lima hal yang biasa dianjjrkan  yakni menjalankan lima hal yaitu membaca alquran  dengan maknanya, menjalankan shalat malam, berdzikir malam hari yang panjang, berkumpl dan mendekat kepada orang baik dan  sering berpuasa. Lima hal tersebut diyakini akan mamu menjadikan hati kita tenang dan mampu menerima nasehat kebaikan dati manapun datangnya.

Mungkin yang harus kita jalankan ialah bagaimana kita dapat meluangkan waktu untuk membaca dan mengjkaji kitab suci dengan seksama, yakni dengan berusaha untuk memahami kandungannya dan sekuat tenaga untuk menjalankannya dalam praktek kehidupan kita. Mungkin kita sudah sering dan terus membaca buku denagn serius  namun kenapa kita melupakan buku suci kita sendiri, yakni alquran yang mampu memberikan inspirasi dan memberikan banyak ilmup pengetahuan di dalamnya.

Sebagai seorang muslim yang inteak tentu kita seharusnya merasa malu jika kita tidka mengenal dengan kitab sucinya sendiri. Kita harus bangga dengaana kitab suci kita dana memahaminya sdemikian rupa sehingga secara umum kita akan mengerti ketentuan apapun  yang ada di dalamnya. Setidaknya kita mampu menjelaskan hal hal pokok dalam agama kita jika hal tersbeut dimintakan kepada kita.

Lalu kita juga harus memelihara  shalat kita, karena shalat mwerupakan ibadah yang utama di dalam agama kita dan  menjadi satu satunya ibadah yang tidka boleh ditinggalkan dnegan alasan apapun. Lain dnegan ibadah lainnya yang diatur dapat ditinggalkan  meskipun kemudian diharuskan untuk menjalankannya pada lain waktu, seperti puasa misalnya. Shalat merupaan ibadah yang naninya akan dimintakan pertanggung jawabannya  di akhirat, karena jika shalat kita bagus maka seharusnya seluruh amal kita juga akana terpengaruh bagus, dan sebaliknya jika shalat kita buruk maka seluruh amal kita juga akan buruk.

Nah, jika kita menginginkan mendapatkan ketanangan hati, maka salah satu syaratnya ialah kita maau menjalankan shalat tersbeut pada malam hari di saat kebanyakn orang sedang neyenyak tidur dan kita shalat dna menghadap kepada Allah swt.  Saat yang dmeikian akan sangat membangtu kita untuk konsentrasi untuk menghadap dan menuju Allah swt sehingga apapun yang kita harapkan dan pintakan tentu akan secara serius kita lakukan. Semoga kita akan mampu menenanagkan hati  untuk syaarat  melenyapkan diri darai sifat dendam dan sifat buruk lainnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.