YANG TERSISA DARI IDUL KURBAN

Ternyata banyak sekali cerita di seputar idul kurban, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan dana bahkan yang menggelikan. Salah satu hal yang menyenangkan ialah saat para fakir miskin yang sebelumnya tidak pernah makan daging, lalu saat hari kurban mereka dapat menikmati damaging dengan gratis. Mereka juga snagat gembira saat menyaksikan penyembelihan hewan kurban karena  sekalgus juga menjadi pengalaman yang sangat berharga. Sementara  yang menyakitkan ialah saat kita menyaksikan adanya  salah seorang masyarakat yang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat ditendang oleh hean kurban, bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

Sedangkan cerita yang menggelikan ialah saat ada sapi yang akan dikurbankan dan bafru saja diturunkan dari kendaraan yang membawanya, karena dikerumuni oleh masyarakat akhirnya lari dan nyemplun ke dalam sungai sehingga panitia kurban haraus dengan susah payah mengeluarkannya dari sungai dengan bantuan mobil pemadam segala. Di samping itu ada juga kisah yang cukup menggelikan, yakni saat hewan yang sudah dipotong, lalu bangkit dan berdiri kembali seolah tidak terjadi apa apa, padahal dia bersimbah darah karena lehernya sudah putus uratnya, dan tengtu masoih banyak lagi kisah lainnya.

Untuk zaman ini kita memang  sudah dianggap cukup sejahtera sehingga mereka yang berkurban sudah banyak dan daging kurban juga sudah melimpah sehingga hampora semua masyarakat akhirnya harus menyimpan daging tersebut untuk persiapan makan hari hari berikutnya, karena kalua tidak disimpan pastilah akan busuk. Ada banyak cara menyimpan daging kurban tersebut yang smeuanya dimaksudkan agar daging tidka menjadi busuk sehingga masih dapat dimamnfaatkan dan dikonsumsi.

Dalam kenyataannya memang kita saksikan ada sebagian masyarakat kita yang tidak mampu mengendalikan diri saat memakan daging kurban, sehingga akhirnya terpaksa harus sakit perut karena terlalu banyak memakannya. Model masakannya pun juga sangat bervariasi, sebagiannya ada yang disate, gule, tongseng dan juga masakan lainnya sesuai dnegan selera masing masing. Namun seharusnya  masyarakat tetap dapata mengendalikan diri sehingga ketika merasakan  lezatnya masakan lalu lupa diri sehingga sampai perutnya sakit.

Padahal nabi Muhammad saw sendiri sudah mengingatkan kepada kita kaum muslim untuk tidak terlalu banyak makan , melainkan hanya secukupnya saja sekira mampu  untuk memberikan energi dan tidak lemah. Bahkan dalam salah satu pernyatannya, beliau pernah mengatakan bahwa isi perut itu terdiri atas tida bagian, yakni makanan, minuman dan nafas, sehingga jika salah satunya melebihi takaran, dapat dipastikan akan mengganggu yang lainnya, karena itu wajar jika kita menyaksikan ada orang yang karena kekenyangan lalu suloit untuk bernafas.

Hari raya idil kurban tahun ini jatuh pada hari minggu, sehingga bagi instansi dan juga sekolah dan sejenisnya yang menyelenggarakan penyembelohan kurban, dilaksanakan pada hari seninnya, karena saat libur biasanya mereka tidak ke sekolah atau ke kantor. Masyarakat yang akan diberikan dagingnya pun juga diminta dating atau  daging diantar pada hari senin. Ini sekaligus juga menguntungkan sebagian masyarakat yang kebagian dagingnya, karena pada  minggu mereka psti sudah menerima  dari masyarakat  atau panitia kurban di masyarakat atau di kampungnya, sedangkan pada seninnya mereka dapat lagi darai instansi atau sekolah dan lainnhya.

Kita memang tahu bahwa penyembelihan hewan kurban itu dapat dilaksanakan pada  hari raya tanggal 10 Dzul Hijjah agtau dapat pula dilaksanakan pada hari tasyriq yakni tiga hari setelahnya. Dengan demikian sesungguhnya sangat longgar dan memudahkan kepada masyarakat muslim untuk melaksanakan kubannya. Terkadang ini  masih belum dimengerti oleh orang awam sehingga mereka mengiranya hanya pada saat hari raya idul kuban saja mereka menyembelih kurbannya.

Pada masa nabi Muhammad saw memang pernah terjadi masa paceklik sehingga tidka banyak orang yang berkurban sehingga daging kurban tidak banyak. Nah, karena yang membutuhkannya cukup banyak, maka saat itu sampai melarang untuk menyimpan daging kurban melebihi tiga hari. Alasannya sangat jelas bahwa masih banyak orang yang membutukannya, menagapa sebagiannya harus berlebihd an menyimpannya hingga beberapa hari. Ini tentu dalam upaya untuk memberikan pengertian bahwa sebagai sesame muslim apalagi dnegan yang tidka mampu, kita harus menolong dan pengertian sehingga kalua ada daging kurban haruslah dibagi dengan yang lainnya.

Sedangkan saat sudah banyak umat yang berkurban dan daging melimpah, maka kemudiana Nabi meralat larangannya tersebut dan mempersilahkan masyarakat untuk menyimpannya dan tidka terbatas. Alasannya ialah  jangan sampai daging daging tersebut muspro tidak terpakai dan  membusuk dengan sendirinya.  Padahal di sisi lain Nabi selalu mengajarkan kepada umatnya untuk  tidka menyia nyiakan apapun termasuk makanan agar  semaksimal mungkin dapat bermanfaat. Untuk itu saat ini kita diperbolehkan untuk menyimpan daging kurban, apalagi  saat ini ada alat pengawet daging dan jenis makanan lainnya, yakni  kulkas di frezernya.

Efek dari kenyataan tersebut ternyata terkadang masyarakat umum  menjadi kesulitan pada saat masih di hari tasyriq, yakni jika sedang bepergian dan ingin makan di warung, masih banyak yang tutup dan tidak membuka warungnya. Ini sekaligus juga saya alami sendiri karena mungkin mereka mengira bahwa  masyarakat masih menyimpan daging kurban sehingga mereka tidak akan jajan di wrung dan lainnya, padahal setiap hari  akan selalu banyak orang bepergian jauh sehingga membutuhkan  ketersediaan makanan di warung atau restoran.

Semoga ke depan banyak pengusaha warung makan yang memahami masalah ini sehingga mereka tetaap membuka n usaha waungnya meskipun sedang idul kurban, walaupun mungkin omsetnya dikuurangi. Itulah beberap hal yang terkait dnegan peraayaan idul kurban, dan memang serba serbinya sangat banyak dan bervariasi, smeoga hal ini akan memberikan pengalaman yang terbaik bagi kita smeua, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.