NASEHAT MENJAGA KEBANGSAAN

Kita sadar bahwa kita hidup di negeri  Indonesia yang dihui oleh banyak umat yang berbed, baik sisi keyakinan, suku, ras dan juga lainnya, namun sesungguhnya kita ini  harus mampu hidup dalam kedamaian dalam keberagaman. Jika kita mampu merajut kebersamaan dalam keragaman, maka itu merupakan sebuah kondisi yang membanggakan semua pihak.  Kenyataannya   agam ayng sama tidak akan menjamin adanya kebersamaan dan persuadaraan, meskkpun itu sendiri diajarkan oleh agam.

Itulah mengapa kita perlu memperdalam pengertian kebangsaan kita  sehingga kita akan mampu mengembangkan tolesransi kita, mengembangkan kebersaan kita dan juga mengembangkan komitmen kita untuk menjaga dan merawat keberagaman di negara kita, Semua orang menyadari bahwa negara kita yang demikian luas daan terdiri atas banyak perbedaan sesungguhnya sangat berpotensi untuk  renggang dan pecah, karena itu kemudian smeua pihak menyarankan agar semua mampu mengendalikan diri untuk terus berstu meskipun dalam keragaman.

Para ulama kita yang sangat bijak juga sudah menanamkan rasa kebangsaan dan nasionalisme  dnegan begitu kuatnya, bahkan sma;ai sampai mereka harus membuata pernyataan yang kemudian dianggap sebagai sebuah hal yang mesti dijalankan, yakni tentang cinta tanah air itu merupakan bagian dari iman, hubbul wathan minal iman tentu kita juga ingat sekali dengan bimbingan para ulama yang secar a terus menerus menyuarakan untuk hidup Bersama dengan komunitas lain karena  tujuan kita membentuk negara ini ialah untuk menciptakan suasana yang kondusif dan menyejahterakan sleuruh waraga negara tana terkecuali.

Para ulama tentu tidak ingin nebara kita akan tercabik cabik sebagaimana negara lainnya yang dilanda perang saudara yang hanya memperebutkan posisi  atau gengsi semata. Kita harus mampu mengendalikan diri kita dan mengedepankan sikap toleransi atas berbagai perbedaan yang ada, karena hanya dengan itu, kita akan mampu mencitakan kedamaian dan ketenangan  dalam hidup. Dengan dmeikian pula kita akana mampu membangun negara kita dengan baik tanpa harus diributkan oleh persoalan  lainnya.

Keutuhan bangsa ini sungguh lebih mahal ketimbanga memperebutkan posisi tertentu, karena itu setiap ada potensi konflik kita terus mengupayakan untuk dapat damai dan semua pihak  diharapkan mampu saling mengerem keinginan pribadinya. Indonesia ini negra besar dan bangsa yang besar pula karena itu  kita mesti sadar dan selalu menjaga  agar tidak dimanfaatkan pihak lain untuk memecah belah  kita. Karena itu memupuk rasa kebangsana bagi setiap anak bangsa adalah sebuah keniscayaan yang tidka boleh dilalaikan.

Pada suatu ketika mungkin kita merasakan adanya  kondisi yang sangat kondusif sehingga kita lupa bahwa kita masih menghadapi masalah disintegrasi bangsa. Naha dalam kondisi dmeikian  kita slalu diingatkan oleh para tokoh dana ulama untuk tidka lengah dalam ,enge;ola bangsa ini sehingga  para musuh dan pihak yang ingin memecah bangsa ini akan memnfaatkannya  dengan enak. Para kiyai yang peduli terhadap kesejahteraan umat dan bangsa tentu akan senantiasa mengingatkan kita smeua untuk terus memupuk tali silaturrahim dengaan sesame anak bangsa tidka membedakan  agama, keyakinan da ras dan suku.

Mbah Maimun Zubair adalah salah satu ulama yang tidak bosan bosannya selalu mengingatkan kepada umat untuk terus emnjaga  kerukunan bangsa dan  saran kebngsaan yang beliau sampaikan selalu sangat relevan dengan kondisi saat ini. Beliau sungguh snagat peduli kepada umat, termasuk bagaimana agar bangsa ini tetap stabil dan terus Berjaya hingga akhira zaman nanti. Karena itulah beliau meskipun sudah sepuh namun tetap saja masih mengikuti persolan politik, dan beliau juga sebagai orang tertinggi di sebuah partai ayngselalu memberikan fatwanya untuk tetaap baik.

Dalam berpartai belai tentu bukan ingin mengejar jabatan atau ketenaran, melainkan  untuk menjaga agar  bangsa ini tetap pada jalirnya dana seluruh komponen bangsa tetap menyadari betapa pentingnya untuk selalu menjaga NKRI dan mengisinya dnegan hal hal positif yang akan mampu mengangkat derajat bangsa ini  serta menjadikan masyarakatnya sejahtera lahir dan batin. Mungkin ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat sehingga ada komentar miring tentang ulama dan kiyai dan tetap kkokoh dalam partai politik.

Ternyata sampai saat ini di kalangan para ulama dan santri telah terjadi sebuah komitmen besar dna kuat untuk terus memperjuangkan cita cita para ulama yang menginginkan bahwa indoneisa harus menjadi negara yang damai, tenang dan  penuh dnegan kebersamaan diantara seluruh warga bangsanya. Kenyataannya kita memang banyak perbedaan namun kita dapat menyingkirkan persoalan perbedaan tersebut dan lebih mengutamakan persatuan untuk membangun dan menjaidkan sejahtera sleuruh warga bangsa tanpa terkecuali.

Jika para generasi muda saat ini beluum menyadari benar tentang pentingnay kebersamaan, maka menjadi kewajiban kita untuk memberikan penjelasan dan  pencerahan kepada mereka sesuao dnegan kapsitas kita masing masing. Terkadang kita memang menyaksikan betapa anak anak mudah saat ini tidka mampu merasakan betapa kebersamaan itu menjadi factor penting dalam bernegara dan berbangsa. Mereka belum mampu merasakan betapa bangsa yang terus berseteru diantara warga bangsanya pasti akan rusak dan tidka munbgkin dapat membangun ekonomi dan lainnya.

Karena itu pantaslah jika para ulama selalu prihatin terhadap kemungkinan munculnya hal etrsebut, dan mereka selalu berpesan dalam setiap kesempatan untuk terus merawat kebersamaan dan kebangsan sehingga bangsa ini akan dapat dijaga keutuhannya serta  tidak runtuh karena ulah warga bangsanya sendiri. Pesan kebangsaan yang selalu disampaikan oleh para ulama jangan sam;pai kita remehkan karena bermula dari meemehkan tersebut pada akhirnya kita akan lengah dan  kalua itu Sudha terjadi maka akan snagat sulit untuk menghentikan  kerusakan yang akan ditimbulkannya.

Semoga kita selalu diberikan kesadaran untuk menjaga kebersmaan dan  rasa kebangsaan ini sehingga negara ini akan terus jaya tanpa hambatan yang berarti.  Intinya kita memang harus terus mengembangkan rasa kebersmaan rasa toleransi dan rasa kebangsaan  bkan untuk siapa siapa, melinkan untuk diri kita dan genrasi mendatang, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.