MANASIK HAJI

Dalam kondisi saat ini dimana masyarakat sleuruh dunia sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci, masalah manasik haji menjadi sangat penting, karena  untuk menjalankan dana diberikan kesempatan menjalankan ibadah haji itu sungguh luar biasa sulit bahkan ada yang harus enunggu puluhan tahun. Nah, dengan waktu tunggu yang begitu lama, kamudian kalua kita tidak benar dalam menjalaninya, tentu akan terasakan rugi yang sangat. Untuk itu persoalan manasik haji ini menjadi sangatburgen untuk diketahui dan kemudian dijalankana dengan benar.

Bagai mereka yanag menginginkan haji sedemikian rupa tentu juga sudah mempersiapkan manasik haji dnegan baik, namun haraus diakui masih ada sebagian bahkan sebagian besar diantara mereka yang belum memahami manasik haji tersebut, sehingga dikhawatirkan pelaksanaan hajinya akan tidka sempurna. Sebagai orang yang tahu masalah tersebut tentu kita juga berkewajiban untuk memberikan sedikit pengetahuan kepada mereka, namun sarananya tentu akan menjadi sangat sulit, terkeculi mereka yang diberikan tugas untuk menjadi pembimbing secara resmi dan mengikuti jamaah hingga selesai.

Kita tahu bahwa tugas petugas haji itu sesungguhnya sangat berat dan harus mempertanggng jawabkan tugasnya tidak saja kepada pemerintah, melainkan juga kepada Allah swt. Namun  pada kenyataannya masih banyak diantara para petugas yang sama sekali tidak mempedulikan tugasnya, karena yang dicari ialah kesempatan  dapat menunaikan haji. Jika ini terjadi maka sungguh keterlaluan sekalai karena pemerintah menyediakan  ongkos kepada mereka dimaksudkan untuk memebantu para jamaah yang masih belum mampu menjalankan manasik hajinya.

Memang harus diakui bahwa pada saat mereka memberikan  pembimbingaan manasik haji di tanah air tidak akan dapat maksimal, karena terbatasnya waktu dan juga tempat. Biasnya mereka hanya memberikan pembimbingan secara formal beberapa kali saja dan secara massal, sehingga tidak dapat memberikan bimbingan lebih intensif. Biasanya pembimbingan yang lebih intensif ialah jika jamaah calon haji mengikuti bimbingan dari KBIH. Itupun kalua KBIH nya masih sedikit pesertanya,  bahkan kalua KBIH nya juga sangat banyak pembimbingannya juga tidak maksimal.

Kita masih menyaksikana banyaknya jamaah calon haji yang sama sekalai tidak mengetahui harus berbuat apa ssaat sudah sampai di tanah suci. Jika mereka mengikuti pembimbingnya secara taat, sangay munbgkin mereka dapat menjalani manasiknyaa meskipun  tidak detail, namun setidaknya  pada saat dating di masjid Haram mereka langsung diajak thawaf dan setelah itu sa’I dan kemjudian  mencukur rambut dan selesailah umrahnya. Nah, pada saat haji juga dmeikian termasuk pada saat mabit di amina dan melempar jamarat.

Namun bagi mereka yanag sudah seph dan sama sekali idak mampu mengikuti pembimbaingnya, teradang hanya duduk duduk di hotel saja, bahkan untuk pergi ke masjid menjalankan jamaah shalat juga tidak dilakukan, karena banyak alasan capek lah atau takut hilanglah dan lainnya. Tentu  bagi pembimbing yang gemati harusnya  mau  mengajak orang tersebut untuk mengerjakan banyak ibadah dan juga  diberitahu  bahwa kewajiban yang harus dijalankan ialah hal hal tertentu.

Bahkan terkadang untuk memakai kain ihram saja masih banyak yang belum mampu, sehingga harus dituntun sehingga  akan dapat memakainya dengan benar. Lalu nanti pada saat wukuf di padang Arafah juga  harus diberitahukan kepada jamaah untuk memperbanyak dzikir dan  membaca alquran dan tidak malah ngobrol yang tidak ada gunanya, apalagi kalua kemudian ngrasani kepada kawannya sendiri dan membukan aib saudaranya.

Sesungguhnya pada saat menunggu wukuf di Arafah, yakni pagi hari diamana para jamaah sudah berada di Arafah akan jauh lebih baik jika mereka memperbanyak berdzikir, membaca  alquran dan juga bershalalawat. Meskipun tidur tidak dilarang namun itu kurang baiak, apalagi kalua kemudian auratnya terbuka atau melakukan kesalahan lainnya.  Pada saat memakai kain ihram  para jamaah harus menjaga auratnya  agar tidak terbuka, baik laki laki maupun perempuan.

Inilah salah satu yang kebanyakan para pembimbing tidak  teliti karena masih banyak jamaah haji perempuan pada saat akan menjalankan shalat, lalu wudlunya harus membuka  auratnya, yakni melingkis bajunya untuk berwudlu, padahal di situ tempatnya terbuka. Ini hafrus diingatkan  sebab itu termasuk larangan. Harus diberi tahukan bahwa meskipun memakai baju tetap saja harus dipertahankan pada saat berwudlu meskipun bajunya basah tidka mengapa.

Lalu pada saat melempar jamarat, khususnya jumrah Aqabah pada saat tanggal 10 Dzul Hijjah jangan sampai salah dalam melempar, karena jumrah aqabah itu hanya separoh saja dan semua jamaah harus me;lemparnya hingga terkena sasaaran, bukan asal sudah melempar saja. Demikian juga pada saat melempar jamarat pada tanggal setelah itu yakni dua hari bagi yang mengambil nafar  ula dan tiga hari bagi yang mengambil nafar tsani, smeuanya hafrus memastikan bahwa lemparannya harus mengenai sasaran.

Hal penting lainnya ialah melakukan tawaf Ifadlah dimana di situ pasti akan sangat berjubel manusia yang menjalankannya. Karena harus dipastikan para jamaah menjalankannya dengan benar. Sebab terkadang ada yang melemah niatnya saat menyaksikan betapa banyaknya manusia yang menjalankannya, atau mereka yang enggan untuk menjalankannya dengan alas an males atau sakit dan sejenisnya. Sebagai pembimbing kiranya harus dapat meyakinkan jamaahnya bahwa  semua yang diwajibkan itu harus dijalankankan oleh mereka.

Tentu masih banyak manasik haji yang belum disampaikan di sini, namun dapat dipastikan para pembimbing  mengetahuinya dan haus memberitahukan kepada jamaahnya agar mereka tidak rugi. Termasuk adab pada saat berada di dalam  amsjid, baik masjid Haram maupun saat ada I masjid  Madinah dan juga pada saat berada di Raudlah. Meskipun ziarah ke Madinah bukan merupakan rangkaian manasik haji, tetapi tetap penting untuk dibimbing agar mereka tidak salah dalam melangkah dan mengambil sikap dan keputusan. Semoga seluruh jamaah haji kita dapat menjalankan manasiknya dnegan benar dan hajinya menjadi mabrur, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.