YANG TERCECER DARI PENINGGALAN MBAH MUN

Tenryata sangat banyak sekali nasehat dan fatwa mbah Maimun Zubair saat beliau masih sugeng, karena banya  sekali kenangan yang dapat direkam dari pernyataan dna pesan beliau kepada banyak pihak, yang seluruhnya sangat bagus untuk dikenang dan dijadikan pelajaran bagi masyarakat secara umum. Itu artinya beberapaa nasehat dan pesan kepada  pihak yang khusus namun  manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara umum, dan itu  yang Namanya berkah dan kita memang meyakini banyak keberkahan mbah Mun untuk umat.

Salah satu yang sangat bagus untuk dikenang ialah pesan mbah Mun tentang gematinya daan kasih sayangnya kepada sesame makhluk Allah meskipun itu makhluk yang biasanya sangat tidak diperhatikan. Lihatlah pesan beliau yang menggambarkan betapa beliau  menyatakan “jika engkau melihat seekor semut terpelset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah,, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu  nanti di akhirat dari Allah swt” Ini sungguh luar biasa bagaimana mungkin beliau memperhatikan seekor semut sebagai tamsil.

Semut itu juga makhluk Allah swt, sehingga kalua dia sedang menderita karena terjebur dalam air, maka tolonglah sebab dengan menolong sesame makhluk Tuhan tersebut, sangat mungkin kita nantinya akan ditolong juga oleh Allah swt. Kita juga ingat kisah seorang pelacur yang menolong seekor anjing yang kehausan untuk diberikan monum, lalu Allah swt justru malah mengampuninya dan kemudian memasukkannya  ke dalam surge. Pesan umumnya ialah jangan pernah kita menyiksa  atau membiarkan makhluk Tuhan tersiksa  tanpa kita mau menolongnya.

Kita ajuga mengetahui pesan beliau lainnya yang juga sangat luar biasa meskipun itu ada dalilnya di dalam hadis Nabi Muhammad saw, yakni “jika engkau melihat ada batu kecil di tengah jalan yang kalu khawatir akana mengganggu anak anak  yang sedang jalan di jalan tersebut, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surge”. Ini sungguh sangat inspiratif, karena  turut menjaga keselamatan pihak lain. Peduli terhadap keselamatan pihak lain ialah sikap yang mulia, sehingga apapun yang berpotensi untuk menjadikan orang lain celaka, maka sehrusnya kita hilangkan agar kita dan orang lain menjadi selamat.

Lalu kita juga masih menemukan peaan beliau yang lain yang tidak kalah hebatnya, yakni “jika engkau melihat anak ayam terpisah dati induknya, maka ambil dan susulkanlah dia kepada induknya, semoga itu akan menjadi sebab dikumplkannya engkau Bersama dengan seluruh keluarganya di surge nanti”. Tentu  pesan tersebut hanya mengambil ibarat anak ayam, karena bagaimana pun jika ada anak ayam terceceer dari induknya maka dia akan sangat sedih dan induknya juga sama sedihnya, karena itu kita wajib untuk mempertemukannya dan itu perbuatan yang sangat arif.

Artinya jika kita melihat ada anak manusia  terpisah dna hilang dari orang tuanya, maka menjadi wajib bagi kita untuk mencarikan orang tuanya  karena bagaimana pun anak dan orang tua tersebut pasti sangat sedih dan jika kita mau dan dapat mempertemukan merka, pasti mereka akan senang dan kitapun yang menolongnya juga akan puas, Jika dmeikian keadaannya, maka Allah swt pun pasti juga akana senang ke[ada kita sehingga diharapkan nantinya kita akana mendapatkan pahala dikumpulkana dnegan keluarga kita seluruhnya.

Berikutnya ialah nasehat beliau yang berbunyai “jika  ada orang tua yang menginginkan tumpangan atau diantar ke tujuan, maka olonglah dan berilah tumpangan, barangkali itu akan menjadi penyebab lapangnya rizkimu di dunia”. Menolong orang lain, apalagi mereka yang sudah sepuh tentu akan snagat terpuji, karena dengan mengantarkan mereka atau memberikan tumpangan kepada mereka hingga sampai ke tujuannya, pastilah akan menyenangkan mereka dan  dengan dmeikian Tuhan pun juga pasti akan tersenyum menyaksikan aksi kita tersebut. Maka wajarlah kalua kemudian hidup kita akan dimudahkan oleh Nya, termasuk dalam persoalan rizki.

Lalu ada  pesan beliau terkait dengan  ilmu pengetahuan dan amal jariyah, yakni “ jika engkau bukanlah orang yang menguasai banyak ilmu pengetahuan agama, maka tetap saja ajarkanlah tentang huruf hijaiyyah alif, ba’, ta’ dan seterusnya kepda anak anakmu, setidaknya itu akan menjadi amal jariyahmu yang tidak akan terputus pahalanya meski  engkau telah berada di alam kubur”. Pesan ini sungguh luar biasa karena mengajar itu tidak harus sesuatu yang tinggi, bahkan  mengajarkan  huruf hijaiyyah kepada anak anak itu sungguh sangat mulia, karena berwal dari situlah  akhirnya men=reka akan mampu menguasai banyak ilmu pengetahuan.

Jika sesuatu diajarkan kepada anak dan akan terus dipakai  maka pahalanya juga akan tersu mengalir. Mengajarkan alif, ba’ dan ta’ dan setreusnya itu merupakan hurug dasar yang hingga akhir hayat kita masih akan terus dipakai untuk membaca. Karena itu sesungguhnya mengajar hal tersbeut sangat terpuji dan merupakan amal jariyah yang akan terus kita  panen pahalanya, tanpa terputus.

Demikian juga pean beliau yang  lainnya yakni “Jika engkau tidak bias  berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya itu akan menjadi sedekah bagi dirimua”. Kita juga tahu bahwa sedekah itu dapat berupa banyak hal termasuk tersenyum kepada pihak lain jika dilakukan dnegan tulus juga akan menjadi sedekah, namun jika kita mempunyai harta maka sedkah itu sebaiknya dengan harta. Nah, jika ini kita tidka mampu melakukan kebaikan apapun, maka janganlah kita menyakiti orang lain, baik dnegan tangan maupun dengan lisan.  Dan itu insyaallah akan tercayay sebagai sedekah juga bagi kita.

Itulah beberapa nasehat mbah Mun yang sangat bagus untuk dikenang dna kita juga seharusnya mengikuti nasehat tersebut untuk endapakan  kesejahteraan kita dalam mengarungi hidup, baik di dunia maupun nanti saat sudah berada di akhirat. Semoga kita smeua akan mampu menyerap setiap nasehat baik yang duah disampaikan oleh beliau dan kita juga akan mendapatkan manfaat darinya, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.