WACANA MENGUNDANG REKTOR ASING

Meskipun baru wacana namun sudah cukup menggegerkan jagat perguruan tinggi dan masyarakat Indonesia, bahkan komisi X saja yang membidangi pendidikan masih kontroersi, katanya ketua komisinya menyetujui namun para pimpinan lainnya justru menolak. Tentng pro dana kontra terhadap wacana tersbeut memang tidak dapat dihindari karena  merupakan ide beru dan  sebagiannya menganggap bahwa  itu mengusik rasa kebangsaan dan lebih mengusulkan mengangkat rector dari lulusan luar negeri dari kampus yang maju, dan sebagiannya lagi menyetujui untuk merekrut rector dari luar negeri untuk menigktkan kualitas perguruan tinggi.

Namun sesungguhnya  untuk memajukan sebuah perguruan tinggi bukan masalah rector semata, melainkan  cukup banyak persoalan di dalamnya. Bagaimana  para dosen akan mampu berbuat yang terbaik untuk memajukan perguruan tingginya kalua dia memang tidak ada kemauan untuk itu dan juga tidka mempunyai kemampuan untuk itu. Meskipun rektornya hebat sekalipun tetapi kalua para desennya tidak mau maju maka kampus juga tidak akan maju.

Kita tahu bahwa kualitas kampus itu justru terletak pada kemampuan dan  kemauan para dosennya untuk memajukan kampus, melalui riset dan penulisan jurnal dan buku, serta tentu bagaimana mereka mengantarkan para mahaswiwa untuk mampu melakukan inovasi dan hal hal baru dan baik. Meskipun dmeikian sosok rector memang juga dibtuhkan sebab kalua rektornya saja tidak ada ghirah untuk meju maka kampus pasti akan sulit untuk maju, tetapi bukan satu satunya factor ada di rector.

Manurut saya  wacana tersebut sebaiknya dilihat saja  dan  kita akan melihatnya seberapa baik jika hal tersebut diwujudkan, karena kalua kita belum menyaksikan kiranya tidak fair kalua kita langsung menolaknya mentah mentah. Bisa jadi dengan  merealisasikan rector asing tersbeut akan semakin memacu para dosen dan rector lainnya  untuk berlomba menaikkan kualitas kampusnya, sehingga itu akan memotivasi yang lain. Karena itu mungkin wacana tersbeut perlu diwujudkan di beberapa kampus saja dahulu jangan kemudian secara massif kita mendatangkana rector asing.

Kita menjadi perihatin karena baru wacana tetapi suaranya sudah sedemikian kerasnya, mengenai pro kontranya dan kemungkinan terjadinya  perselisihan yang semakin menjam.  Karena wacanaa tersebut merupakan hal baru, sebaiknya kita lihat dahulu maksud dan tujuannya, manfaat dan madlaratnya dan lainnya, Kita  harus mendengar penjelasan tentang wacana tersebut dan kemudian juga  kita akan melihat wujudnya seperti apa, termasuk pembiayaannya  dan  mampukan rector asing tersbeut akan menjadi daya magnet tersendiri untuk memajukan kampus di negeri kita.

Semuanya harus dilihat dnegan hati yang netral terlebihd ahulu dan tidak langsung memvonis, setuju atau tidak setuju, apalagi ini baru sekedar wacana sehingga perlu dikaji lebih mendalam mengenai ungung dan ruginya. Perguruan tinggi itu merupakan Pendidikan formal tertinggai sehingga seharusnya orang orangnya akan menggunakan pikiran dalam setiap menanggapi eprsoalan, Untuk itu sekali lagi mari kita lihat dan cermati maksud dan tujuannya serta manfaatnya untuk peningkatan kualitas peguruan tinggi kita.

Ada beberap kondisi yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan  keinginan untuk mendatangkan rector asing tersebut, seperti  kita perkuat Bahasa para dosen dan mahsiswa sehingga kainginan untuk meningkatkan kualitas mreka akan menjadi tampak jelas. Demikian juga  kemungkinan  mampukah rector asing tersebut menarika minat mahasiawa asing untuk bergabung ke perguruan tinggi kita, dan apa program rector tersebut secara garis besarnya dan lainnya.

Meskipun kita yakin bahwa maih banyak rector dalam negeri yang berkualitas dan mampu meniakkan kualitas kampus menjadi lebih baik. Namun dmeikian jika memang rector dari asing tersbeut sangat dibutuhkan untuk menenarik minat rector lainnya untuk berkompetisi menuju kualiats yang lebih baik, maka itu juga harus didukung. Intinya kita tetap harus bersikap obyektif dalam menanggapi wacana tersebut dan tidak secara emosional menanggapinya.

Sebelum nantinya mewujudkan rekrutmen rector asing maka juga harus dipikirkan tentang persyaratan mereka, apakah mereka juga harus mengikuti proses dan syarat sebagaiman biasanya atau ada perlakukan khusus bagi mereka. Wawasan tentang keindonesiaan mereka juga pelu dijujikan demikian juga dengan pengetahuan merek mengenai tradisi dan kebiasaan  kita, sebab jika mereka gtidka kenal dan langsung akan memberlakukan  sebwgaimana di negeranya tentu akan menimbulkan persoalan baru dan itu akan sulit untuk diselesaikan.

Pendeknya untuk wacaana ini kita harus  dengan legowo mau mendengarkan alas an pengusul dan sekaligus juga mau peduli dengan memberikan masukan demi  untuk kemajuan kampus kita. Jangan sampai kita justru malah masa bodo dan sama sekali tidka peduli dnegan masalah tersbeut, baru kemudian kita akan menyesalinya setelah smeuanya terjadi dan ternyata tidka seui dnegan harapan. Para pengusul tentu sudah memikirkannya sedmeikian rupa mengenai plus minusnya, tetapi tentu smeua masih harus didiskusikan dengan  hati yang sumeleh serta bebas dari segala prasangka.

Hal terpenting dnegan adanya wacana ini ialah jangan sampai kita berpikir untuk kepentingan kita sendiri, melainkan  harus kita arahkan pikiran kita untuk meningkatkan kualitas p[endidikan  kita. Nah ketika kita sudah mengarahkan pikiran kita untuk meningkatkan kualitas maka  yang harus kita lakukan ialah bagaimana kita memberikan pertimbangan yang rasional serta  operasional tentang bagimana kita swharusnya berbuat untuk kualitas kampus kita. Insyaallah jika kita berpkirnya untuk meningkatkan kualitas maka kita  akan menjadi obyektif dan terjauhkan dari keinginan yang bersifat personal, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.