SELAMAT DATANG BULAN DZUL HIJJAH

Pada umumnya tidak banyak umat muslim yang peduli terhadap penanggalan Hijriyyah, terkecuali pada saat masuk bulan ramadaln dan Syawwal, karena ada kepentingan yang terkait dengan ibadah puasa dan hari raya Idul Fitri, namun untuk bulan selainnya biasanya tidak terlalu perhatian. Nah, bukan Dzul Hijjah merupakan salah satu bulan Qamariyyah yang seharusnya juga menjadi perhatian umat muslim karena di dalamnya juga terdapat idul Adlha, apalagi ibadah haji juga terkait errata dengan bulan tersebut.

Biasanya yang perhatian terhadap bulan ini ialah mereka yang terkait dnegan ibadah haji, dan paling perhatian ialah pemerintah Arab Saudi karena penentuan wukuf di Aarafah itu tergantung pada awal bulan ini. Bahkan sringkali ada perbedaan antara hitungan para ahli hisab dengan pemeerintah, namun sekali lagi yang ditetapan ialah ketentuan pemerintah Arab Saudi. Sementera itu para ahli falak di tanah air biasanya juga ikut memperhatikan bulan ini karena di negrra kita juga berkepentingan dnegan penentuan hari raya kurban dan sekaligus pelaksanaan kurban, meskipun kalua tidak sama juga tidka terlalu masalah, karena bangsa ini sudha terlalu banyak berbeda.

Karena itu sebagai umat muslim kita memang juga memperhatikan bulaan  ini karena kita juga ada kepentingan lainnya, yakni melaksanakan pusa Sunnah tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 bulan Dzul Hijjah dan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzul Hijjah dan dilanjut dengan merayakan idul kurban dan menyembelih  hewan kurban. Kalaupun mayoritas umat muslim di negeri kita tidak perhatian terhadap masalah ini, namun pasti ada yang perhatian karena bagaimanapun harus ada yang memberikan informasi terkait dnegan idul kurban tersebut.

Untuk itu tidak ada salahnya jika saat ini kita  mengucapkan selamat dating bulan Dzul Hijjah kaarena kedatangannya memang sangat berarti bagi umat muslim khususnya yang berkeinginan untuk memotong kurban atau sekdar ingin menjalankan puasa tarwiyah atau Arafah. Bahkana ssungguhnyaa terkait dnegan hari raya kurban tersebut umat muslim diberikan kesunnahan yang lebih panjang untuk membacakan takbir, tahmid dan tahlil ketimbang hari raya idul fitri.Kalua pada idul fitri umat muslim

hanya diberikan kesempatan bertakbor semalam saja, namun pada hari rayaa kurban kita diberikan kesempatan untuk bertakbir hingga akhir hari tasyriq, yakni tiga hari setelah idul Adlha. Secara nalar seharusnya kita akan perhatian terhadap masalah ini karena hari rayanya lebih panjang dan kita juga dilarang untuk berpuasa selama empat hari dibanding dengan idul fitri yang kita hanya dilarang untuk berpuasa hanya sehari saja.

Namaun sekali lagi dalam kenyataannya kita  menyaksikan umat muslim di negera kita lebih cenderung memberikan perhatiannya ke[ada idul fitri yang lebih besar ketimbang idul kurban.  Secara umum kita tidak perlu mempermasalahkannya, karena yang terpenting kita tetap menghormatu  idul adlha tersebut dan kalua bias akan menjalankan kesunnahan  di dalamnya, yakni berpuasa sebelumnya dan juga menyembelih hewan kurban pada saatnya, serta memperbanyak sedekah kepada fakir miskin sesuai dnegan kemampuan kita masing masing.

Meskipun demikian sebagian masyarakat kita juga ada yang menyambut hari raya kurban ini dengan sangat meriah, yakni sebagaimana saat idul fitri mereka menyediakan makanan untuk disuguhkan kepada paraa tamu yang datng. Yrradisi ini tentu akan lebih bagus kalua dilestarikan bersama oleh masyarakat muslim. Tradisi yang baik dan melibatkan banyak pihak untuk dapat menikmatinya, maka itu akan sangat bagus untuk dilestarikan, dan kita sesungguhnya mampu untuk merintis  dan memulainya.

Namun yang lebih penting dari smeua itu ialah bagaimana bulan ini dapat mendorong umat untuk lebih berikhlas dalam beramal, terutama dalam membangtu saudara kita yang lemah. Kita tahu bahwa peristiwa kurban yang dilaksanakan oleh Ibrahim kepada anaknya Islamail adalah bentuk ujian kecintaan dan ketulusan. Karena kalaupun kita belum mampu berkuran, namun kita dapat mearisi sifat tylus yang ditunjukkan oleh nabi Ibrahim dan juga nabi Ismail. Mereka begitu tulus dalam menja;ankan perintah Allah swt dan sekaligus uga mengusir  dan menentang keinginan setan.

Alangkah indahnya jika kita smeua mampu meneladani ketulusan tersebut dan dipraktekkan di kehidupan kita dan seterusnya. Umat  di sekitar kita tentu akan menunggu peran kita yang  ssungguh sungguh dan tulus dalam memrankan diri sebagai hamba Allah yang  memberikan manfaat besar bagi mereka. Peran tersebut dapat berupa pemberiana pencerahan tehadap mereka terkait dnegan syariat Allah dan juga terkait dnegan  bantuan kita kepada mereka yang sangat membutuhkannya, khususnya yang terkait dengan persoalan  materi dan dunia.

Sudah barang tentu yang diharapkan  kepada seluruh umat muslim ialah bagaimana mereka menyadari pentingnyaa berkurban dengan ketulusan karena itu merupakan salah satu bukti bahwa kita sangat mengimani  Allah swt dan sekaligus peduli kepada sesame jumat terutama mereka yang fakir dan miskin. Berkurban bukan sekedar menyembelih hewan semata, melinkan yang lebih penting ialah maknanya, yakni ketulusan untuk menagbadikan diri kepada Allah swt dengan menjalani semua perintah dan menjauhi semua larangan Nya.

Kita semua berharap bahwa dengan momentum idul Adlha yang  ada di dalam ulan Dzul Hijjah ini akan memberikan dampak yang baik bagi semua umat muslim  yakni tidka hanya berkurban melainkan juga terus  ingin membangtu saudara kita yang lemah dan membuthkan uluran tangan kita. Jika orang berada dan tidak berkurban, lalu menerima pemberian dafing kurban sehausnya menjadi sadar dan kemudian berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah tersebut dan bukannya malah menutup mata dengan ce=uek saja terhadap kondisi umat dan juga perintah Allah swt.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.