AYO BERKURBAN

Sebagian besar umat muslim di dunia  memang hanya menganggap sebagai kesunnahan semata untuk berkurban, meskipun sebagiannya ada yang menganggap wajib bagi yang mampu. Nmaun sebagai sebagai sebuah ibadah yang diwarisi dari sejarah dan memberikan pengertian sebagai sebuah pengabdian yang tulus, tentu kurban tidak semata bermakana Sunnah sebagaimana kesunnahan yang lain.

Pada zaman nabi Ibrahim saat diuji oleh Allah swt  untuk mengurbankan putra tercintanya Ismail adalah sebagai ujian untuk  menjajagi seberapa kuatkah iman dan kecintaan nabi Obrahim kepada Allah swwt dibandingakn  dengan anaknya, dan ternyata nabi Ibrahim telah membukikan bahwa cintanya kepada Allah jauh melebihi cintanya kepada anak. Tentu kekuatan tersebut menjadikan iblis sebagai musuh umat manusia menjadi gerah dan  tidak ingin manusia mengikuti jejaknya. Lalu dicarilah jalan untuk menggoda setiap manusia agar menjauh dari kurban dan keikhlasan.

Pada saat nabi Ibrahim mengalami proses ujian tersebut, banyak sekali godaan dari setan yang ingin menggagalkan perintah Allah untuk mengurbankan Ismail, baik melalui isterinya, yakni iunda Ismail maupun melalui Ismail sendiri, tetapi selalu gagal karena akekokohan iman mereka, dan bahkan blis tersebut dilempar dengan batu agar menjauh dan tidak menggoda lagi. Periatiwa demi peistiwa tersebut lalu diabadikan dalam   manasik haji sampai sekarang.

Nah, bagi kita yang hanya mengetahaui peristiwa tersebut melalui cerita tentu harus lebih bergairah untuk memahaminya sedemikian rupa sehingga akan  dapat meresap dalam diri dan lalu diwujudkan dalam perbuatan kita. Artinya kita ini harus menyadari bahwa  kita mempunyai musuh abadi, yakni iblis yang selalu akan menggoda dan sekaligus menggelincirkan kita dari jalan yang benar dank arena itu kita harus siap  selalu untuk menyarang baalik iblis tersebut dengan berbagai cara yang memungkinkan bagi kita, seperti selalu berdzikir kepada Allah , memperbanyak ibadah dan sekaligus juga  menyanagtuni anak anak kurang mampu.

Dengan membiasakan diri untuk menjalankan perbuatan baik tersbeut, insyaallah kita akan sulit untuk didekati oleh iblis tersebut. Nah, pada saat umat muslim sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci, kita yang berada di tanah air juga harus ikut merasakan betapa  kita juga dapat mendekat kepada Allah meskipun kita berada di jauh dari ka’bah.  Artinya pada saat umat muslim sedang menjalankan wukuf di Arafah, kita juga dianjukan untuk ikt perihatin dengan berpuasa  Sunnah dan kemudian pada sat isul kurban kita juga disunnahkan untuk memotong hewan kurban yang dagingnya dikasihkan kepada para fakir miskin.

Berkurban memang tidka merupakan keharusan bagi setiap muslim, karena  bagi yang kurang mampu tentu tidak dianjurkan, hanya saja bagi mereka yang mampu tentu sangat dianjurkan untuk menjalankannya sebagai bentuk  solidaritas kepada sesame yang lemah dan kurang mampu. Dalam berkurban tersebut salah satu yang harus dipehatikan ialah tentang aspek ketulusan, karena itulah m]lambing yang ada di dalamnya. Tentu akan percuma jika kita tidak tulus dalam menjalaninya, apalagi kalau ada tambahan tujuan yang tercampur dengan tujuan duniawi.

Namun memang amat disayangkan karena masih banyak diantara kita yang sudah mampu berkurban, tetapi belum tertarik hatinya untuk berkurban, padahal  ada sebagian dari umat ini yang begitu merindukan dapat berkurban meskipun kondisinya sangat tidka meungkinkan. Bahkan ada diantara umat juga yang mulai mengumpulkan harta sedikit demi sedikit untuk ditabung dengan tujuan dapat berkurban. Lalu apakah mereka yang sudaha mampu ttapi tidak segara berkurban idaka malu dnegan mereka yang  berusaha dnegan seluruh tenaganya untuk mengumpulkan harta yang akhirnya dibuat kurban.

Dalam hal ini kita memang tidak dapat memaksa umat untuk berkurban dan paling banter ialah menghimbau karena memang hokum kurban itu Sunnah saja. Akan tetapi alangkah ruginya bagi mereka ayang sudha mam;pu berkurban tetapi tidak mau berkurban dengan alasan apapun. Seharusnya kita selalu meniru tindakan nabi Muhammad saw yang selalu saja bekurban setiap tahunnya. Kurban merupakan lambing ketulusan seseorng, yakni jika seseorang mau berkurban maka secara lahir dia sudah memberikan sebagian hartanya untuk kepentingan umat yang lemah.

Allah swt telah memberikan harta yang begitu banyak kepada kita, lalu kenapa kita tidak membaginya dnegan mereka yang kebetulan kurang beuntung, sehingga kita  secara tidak langsung sudah  berusah untuk mengentaskan mereka yang kekurangan dengan cara yang sederhana dan nyata.  Seharusnya para tokoh dan ulama selalu mendengungkan maslaah ini kepda seluruh umat agar mereka yang belum menyadari hal ini menjadi sadar dan kemudian mau berkurban untuk kepentingan umat secara umum.

Sesungguhnya untuk berkurban itu tidak menyita dan mengurangi harta kita, melainkan hanya sekedarnya saja dan itu scara substansial pasti akan diganti oleh Allah swt, baik saat masih di dunia maupun lebih lebih nanti saat sudah diakhirat. Lalu kenpaa masih banyak yang belum mampu untuk mengambil pelajaran  tersebut dn masih berpikir panjang untuk sekedar berkurban. Seharusnya kita juga  mau mengaca kepada kehidupan banyak orang dan kita seharusnya juga harus merasa malu dengan mereka ayang dengan tulus telah membantu banyak orang meskipun kondisinya biasa biasa saja.

Sekali lagi kita memang terus menghimbau kepada siapapun umat muslim untuk berusaha  mampu berkurban, kalau bisa malah setiap tahun, bukan hanya sekali dalam seumur hidup. Semoga Allah swt membukakan pintu hidayah kepada mereka yang sampai detik ini belum terketuk hatinya unuk berkurban, sehingga ke depannya akan semakin banyka umat yang melksanakan kurban  demi syiar Islam , semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.