PERJUANGAN SEORANG GURU

Terkadang kita tidak menghargai sama sekali peran dan fungsi seorang guru terhadap anak kita, sehingga kita sama sekali tidak emmpedulikannya, khususnya dalam hal kehidupan kesehariannya. Bahkan terkadang kita juga secara tidak langsung justru menyakitkan hatinya. Misalnya kita yang tetap saja acuh tak acuh dengan guru begitu kita berjumpa di jalan atau bahkan di sekolah, karena  dia hanya  jalan kaki, sementara kita naik mobol yang sangat bagus, tanp[a mau memberikan hormat atau salam.

Padahal kita sangat tahu bahwa para guru iotulah yang telah ngopeni anak kita saat anak kita belajar di sekolah. Para guru sudah swed3emikian pedulinya dengan anak anak kita yang juga terkadang mereka tidak dihargai secara materi, karena hanya diberikan honor yang tidak manusiawi, bahkan  ada juga diantara kita yang justru memarahi guru yang dianggap menyakiti anak kita. Tragisnya lagi ada diantara kita yang malah memolisikan guru hanya gara gara  ingin mendisiplinkan anak kita.

Lalu kapan bangsa ini akan maju kalau kepada guru yang  mendidik anak anak kita saja kita sudah tidak menghargai dan mempedulikannya. Kita tahu bahwa bangsa jepang kenapa mereka  maju sepesat saat ini, itu disebabkan oleh penghargaan mereka kepada para guru dan memperhatikan kesejahteraan mereka. Konon dahulu saat Nagasaki dan Hirosima di bom oleh Amerika dan sekutunya dan meluiluh lantakkan sleuruh kota tersebut, lalu  apa yang disesalkan atas peristiwa tersebut?

Tentu semua akan menyesali kondisi tersebut, namun mererka justru akan lebih menderita saat tidak menemukan sekolah yang amsih dapat dimanfaatkan, namun saat  mereka memnmukan sisa buku yang biasanya digunakan anak anak untuk belajar, mereka masih dapat sedikit tersenyum karena masih ada harapan untuk masa depan mereka, dan mulai sat itulah mereka kmudian berkomitmen untuk menghargai para guru agar dapat mendidik anak anak jepang sehingga menjadi maju dan sejajr dengan bangsa lain yang sudah terlebih dahulu maju.

Lalu bangsa kita bagaimana? Jika kita mau maju maka sayarat utamanya ialah kita mau  menghargai para guru agar mereka dapat mendidik anak anak kita dengan baik, dan berikanlah kebebasan kepada mereka untuk mendidik. Perlu diketahui bahwa mendidik itu diperlukan proses yang panjang dan memerlukan juga pedisiplinan dan terkadang juga hukuman disiplin, sehingga kita tidak perlu khawatuir jika ada guru yang emnghukum anak kita, karena dengan cara itulah anak anak kita nantinya akan berdisip[lin dan enjadi baik.

Demikian juga mereka juga manusia yang emmbutuhkan kesejahteraan materi, karena itu kita juga harus mau mengongksi anak kita sehingga para guru dapat sejahtera dan tidak  harus emncarai cara lain dalam mendapatkan harta untuk menyambung hidup mereka. Kita tentu sedih saat di negeri kita ini ada seorang guru honorer yang terpaksa harus bernaung di toilet sekolahnya, karena tidka mempunyai tempat tinggal dan mungkin juga untuk menyambung hidup seharui hari.

Bayangkan tidak manusiawinya jika seornag guru hanya diberikan homor sebanyak 350 ribu per tiga bulan, dan mereka juga masih mau menduidik anak anak kita. Serbagai sesame pendidik tentu kita menangis saat mengetahui kondisi tersebut, namun bagaimana kita mungkin dapat mengentaskan mereka? Satu satunya yang mampu mengentaskan mereka ialah pemerintah, karena dana epndidikan kita sungguh sangat cukup untuk mengatasi masalah etrsebut.

Persoalannya ialah bagaimana para pengambil kebijakan mampu menyalurkannya tepat sasaran, bukan malah dinikmati oleh mereka yng sesungguhnya tidak berhak. Inilah ketimpangan di negeri kita saat ini, dan kalau ini tidak segera dibenahi, kita khawatir  kondisi negeri ini akan terus tidak ada kemajuan. Generasi mendatang harus dicerdaskan sesuai dengan amanat undang undang kita, namun kalau anggaran pendidikan sudah  ditingkatkan menjadi 20% minimal dari APBN, lalu masih ada guru yang bernasib seperti tersebut, tentu kita bertanya dengan pertanyaan yang besar, kemana anggaran pendidikan yang besar etrsebut?

Mari kita galakkan sadar penghargaan terhadap para pendidik agar nasib mereka tidak memperihatinkan, karena kita berharap mendapatkan generasi cerrdas  yang anntinya akan mewarisi negeri ini dan akan menjadikan negeri ini sebagai negeri yang maju dan  bermartabat di mata dunia. Barngkali kita memang memerlukan sebuah komitmen bersama untuk menghargai dan menghormati para guru meskipun mungkin merka sendiri tidak menginginkannya. Mereka mungkin hanya menginginkan adanya  penghargaan yang setimpal atas kerja mereka .

Para guru itu pasti sudah mengeraahkan seluruh kemampuan mereka untuk mendcerdaskan anak anak didik, meskipun mungkin kemampuan mereka sebagiannya ada yang hanya pas pasan, dan itu seharusnya menjadi tanggung jawab kita dan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas mereka melalui training dan juga  studi lanjut sehingga mereka akan mampu mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan masa depan.

Perjuangan mereka tentu  begitu hebatnya, meskipun kita belum mengimbangi dengan penghargaan terhadap mereka, dan kita tahu bahwa para pendidik itu lebih mengutamakan  panggilan jiwa ketimbang sebuah pekerjaan, buktinya meskipun mereka tidak digaji, tetapi mereka rela untuk tetap mendidik anak anak, dan itu semestinya kita lihat dengan jernih, bukan dengan  pandangan curiga dan meremehkan. Kita pasti berhtang budi kepada mereka karena perjuangan mereka telah membuuat anak anak kita menjadi cerdas dan mampu mengetahui pengetahuan yang kita harapkan.

Mungkin bagi para guru yang ada di sekolah dasar, pengetahuan m,ereka memang belum  banyak, tetapi kita harus menghargai betapa mereka mampu memberikan pelayanan terbaik untuk anak anak kita saat mereka mendidik dan mengajri anak anak kita untuk membaca atau mungkin hanya membekali mereka untuk berdoa setiap kali akan mengerjakan sesuatu dan mungkin juga mereka mengajari anak anak kita untuk membaca kitab suci meskipun hanya beberapa ayat saja, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jiika kita  tidak mau menghargaio para pendidik anak anak kita, maka jangan pernah berharap negeri ini akan dapat maju dan anak anak kita akan dapat mengejar mimpinya. Kita memang harus menempatkan para pendidik pada tempatnya yang terhormat, meskipun belum mampu memberian penghargaan yang setimp[al dengan jerih payah dan perjuangan mereka, namun jika kita sudah ada komitmen untuk memperlakukan emreka dengan hormat, tentu pada saatnya akan ada jalan untuk  itu.

Hal p[enting saat ini ialah bagaimana para pengambil kebijakan dalam hal pendidikan kita mampu memetakan kondisi para guru dan pendidik  di seluruh nusantara dan kemudian mampu untuk memberikan kesejahteraan minimal kepada mereka serta mampu memberikan kesejahteraa yang bukan berupa m,ateri sehingga merka akan bertambah kapasitasnya  untuk anak anak didik kita. Kebijakan yang berpihak kepada para pendidik tentu menjadi sangat penting, menagingat anggaran pendidikan sesungguhnya sudah cukup untuk menjadikan para endidikan lega dan dapat bekerja dengan tenang.

Semoga apa yang kita rasakan hari ini tidak akan tersisa lagi pada sepuluh tahun mendatang, karena pada saat itu seluruh pendidik sudah akan sejahtera dengan kepedulian kita terhadap mereka, dan anak anak kita pun juga akan semakin  mampu  berkamnga dnegan baik serta  mampu menghargai para gurunya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.