JANGAN BANYAK KOMENTAR UTK SESUATU YANG BELUM JELAS

Sebagaimana kita tahu saat ini sudah banyak beredar komposisi cabinet Indonesia kerja jilid 2, padahal presiden terpilih sendiri belum secara resmi mengeluarkan  apapun. Karena itu berdedaranya nama nama  menteri cabinet kerja tersebut tentu tidak resmi juga alias  sebuah keinginan dari beberapa pihak saja. Jika kita kemudian terpancing untuk mengomenetari, akan snagat mungkin kita nantinya malahan menjadi pihak yang dipersalahkan karena memberian komentara atas sesuatu yang tidak jelas.

Karena itu selama belum resmi dari presiden terpilih, sebaiknya tidka usah banyak berkomentar, bahkan kalaupun nantinya sudah keluar yang resmi, kita juga sebaiknya tidak usah mengomentarinya, karena itu pasti sudah dipikirkan secara matang oleh presiden dan juga wakilnya. Kita ingat dahulu saat presiden Jokowi memilih Susi sebagai salah seorang menteri, banyak yang berkomentar miring, karena dianggap hanya luilusan SMA, namun kiprahnya dalam pekerjaan sebagai menteri sungguh luar biasa dan menggegerkan dunia. Kita smeua khirnya salute dengan bu Susi yang di cabinet mendatang juga sangat mungkin utnuk dipertahankan.

Presisden memang diberikan kewenangan penuh untuk mengangkat dan juga memberjhentikan menteri atau pembantunya, karena itu jika nantinya dalam beberapa bulan ke deopannya menterinya dianggap tidak mampu untuk bekerja dengan iraamanya, maka tentu presiden akan meresuffle dan mencari penggatinya yang dianggap lebih mampu menjalankan pekerjaannya. Untuk kepentingan itulah mungkin  kita sebaiknya berkomentara setelah mereka mulai bekerja dan komentar kita dalam bentuk kritik membangun, bukan kritik karena tidak suka semata.

Kita tentu snagat menyayangkan kalau saat ini  beru keluar nama nama menteri yang liar di luaran saja kta sudah tergopoh gopoj mengomentari, dan tentu komentar kita akan tidak ada artinya, bahkan mungkin akan  dianggap mencaro cari sehingga akan menyulitkan kita sendiri.  Sepertinya kita belum mampu mebedakan antara  mana informasi yang benar dan yang hanya  abal abal.  Mungkin juga pihak yang menyebarkan nama menteri tersbeut ada harapan nantinya  dapat diterima olehnpresiden terpikig sehingga ada keuntungannya.

Namun kita sangat paham bahwa pekerjaan memilih menteri bukan pekerjaan mudah, melainkan harus dipertimbangkan dengan sangat matang, bahkan pihak KPK juga sudah menyediakan diri untuk ikut memberikan pertimbangan atas nama yang disodorkan kepada KPK untuk mendapatkan rekam jejak yang meyakinkan. Kalaupun nantinya  para menteri berlatara belakang politisi, tetapi diharapkan mereka yang juga professional dalam bidangnya. Boleh sakja seorang p[olitisi namun saat mereka bekerja dalam bidang tersebut harus professional.

Hanya saja sebegaiamana ususlan saya beberapa  saat yang lalu, kiranya presiden dan wakilnya  dapat  mempertimbangkan untuk tidak memberikan menteri dalam bidang pendidikan dari kalangan politisi. Carilah dari kalangan professional  murni agar tidak ada konflik kepentingan  saat mereka menjalankan pekrjaannya sehingga akan lebih memberikan hasil yang lebih baik. Dalam kaitannyan dengan ini, bukan menterinya yang lalu menjadi persoalan, melainkan kalangan politisi dari partai menteri tersebut yang kemudian dapat ikut campur, baik sepengetahuan menteri maupun tidak.

Masih ada waktu yang cukup untuk memilih dan memilah  para calon menetri setidaknya hingga bulan Oktober  yang akan dating. Presiden dapat berkonsultasi  dengan para pimpinan partai politik pengusngnya dan juga dapat berkonsultasi dnegan pihak pihak lain yang dianggap mampu memberikan masukan yang terbaik untuk para menteri yang nantinya diharapkan akan mampu bekerja lebih baik ketimbang  periode sebelumnya.

Memang sebaiknya  siapapun yang tidak diminta oleh presiden untuk memberikan masukan, tidak usah ikutan memberikan masukan, karena hal tersebut justru akan memusingkan presiden. Semua usulan tentu dianggap baik oleh pengusulnya, meskipun mungkin saja tidak baik bagi yang lainnya. Presidne tentu juga sudah mempunyai tim tersendiri dalam mencari calon menterinya etrsebut, dan kita juga yakin bahwa presiden sudah sangat intensif dalam menjaring  nama nama calon menetrainya, karena itu percayakanlah  kepada presioden dan wakilnya untuk menentukan para menterinya.

Bukan berarti kita tidak peduli dengan nasib bangsa ke depan, melainkan sudha ada yang memikirkan tentang pemilihan para menetri tersebut sehingga cukuplah jika kita menunggu saja sambil menebak nebak juga boleh asalkan bukan memaksakan kehendak. Namun jika tebakan kita melset jangalah mencari kambing hitam dan menyalahkan siapapun, karena kita sudah mendengar komentar dari beberapa pihak bahwa menetri yang diangkat justru dari mereka yang gagal untuk menjadi caleg. Komentar miring tersbeut memang sedikit menyakitkan karena dianggapnya  orang tidak dipilih rakyat, kok malah dipilih menjadi menteri.

Sekali lagi komenter tersebut  memang tidak layak untuk kita dengar karena  para menterinya saja belum diumumkan, dan hanya  tebakan dari beberapa pihak saja yang seolah itulah menteri yang akan datng. Kenapa kita sangat senang untuk berkomentar terhadap sesuatu yang belum jelas? Mungkinkah kita ini sudah ketularan penyakir ingin berkomentar  apapun yang dikomentari. Jika  jawabannya ya, maka disarankan untuk segera meralatnya sehingga tidak akan jatuh lebih dalam  terkait dnegan komentar liar tersebut.

Ini baru dalam kaitannya dengan pemerintahan emndatang khususnya terkait dnegan penyusunan para pembantu presiden, namun sesungguhnya dalam semua kondisi dan bidang, melakukan komentar terhadap sesuatu yang beluim jelas juga dapat menimbulkan kesalah pahaman dan kesulitan tersendiri.  Ternyata cukup banyak di kalangan kita yang suka berkomentar terhadap sesuatu yang memang jelas belum klar atau bahkan masih tertutup dan  buram. Nah  ketika semuanya sudah dibuklan dan ternyata sangat ebrbeda jauh dengan apa yang sudah kadung dikomentari tersbeut, maka lalu mencari alasan lainnya.

Artinya  orang berkomentar lalu akan mencari alasan untuk pembenar terhadaps esuatu kesalahan yang sudah dilakukannya. Dengan demikian akan semakin banyak kebohongan yang dilakukan hanya sekdar untuk membela diri atas kesalahan yang sudah dilakukannya. Ini tentu sangat memperihatinkan dan sebaiknya tidak dilakukan oelh mereka yang masih bermoral baik, apalagi mereka yang mengaku sebagai seorang muslim yang taat.

Kiranya masih ada waktu untuk memperbaiki diri dan bertaubat dari berkomentara terhadaps esuatu yang belum jelas,  dan kemudian melakukan hal hal terbaik yang dapat dilakukannya. Dengan niat baik seerti itu kiranya  akan dapat dimaklumi oleh semua pihak dan  akan tetap  menjadi orang yang nantinya tetap dihargai pendapat dan komentarnya. Kita berharap dalam kehiodupan ini akan banyak pihak yang berbuat kebajikan dan menghindar dari perbuatan yang menimbulkan masalah di masyarakat.

Kita mengajak kepada smeua pihak untuk berbuat yang terbaik, yakni dengan mengikuiti cara cara yang diteladankan oleh Rasulullah saw dalam segala hal, termasuk tidak memberikan komentar terhadap sesuatu yang kita tidak tahu substansinya, apalagi kalau memberikan komentar terhadap sesuatu yang tidak jelas. Nabi Muhammad saw sangat menganjurkan kepada umatnya untuk selalu berbuat kebajikan dan mengatakan sesuatu apa adanya serta tidka berburuk sangkan kepada pihak lain. Semoga kita dapat menjalaninya dnegan baik, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.