MENUNGGU INFORMASI TENTANG APARAT YANG TERLIBAT DALAM KASUS NOVEL

Kasus tentang penyiramann wajah penyidik KPK Novel baswedan sampai sekarang masing belum jelas, namun dengan dibentuknya tim untuk mencari fakta rupanya  akan semakin jelas, meskipun sudah terlalu lama kasus tersebut berlangsung. Pertanyaannya ialah apakah tim masih akan mampu membuka tabirnya?. Kalau kita yakin dnegan kemampuan tim, insyaallah semua akan ada hasilnya yang positif.  Saat ini saja sudah ada keterangan yang mengindikasikan positif, bahwa ada jenderal yang terlibat dan tinggal menunggu pengumumannya.

Sesungguhnya kita tidak ingin negeri ini geger disebabkan oleh hal hal yang tidak benar, namun kita juga tidak ingin kasus besar lalu menguap begitu saja. Untuk itu kita harus bersikap tenang dan menunggu tim untuk bekerja sesuai dengan kapasitasnya dan mengumumkan hasilnya. Dengan begitu kita dapat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dan dapat bersikap serta berharap banyak terhadap penegakan hokum yang tidak memandang pihak manapun. Siapapun yang terlibat dan terbukti melakukan kejahatan, maka harus dihukum setimpal dnegan perbuatannya.

Tidak ada satu pihak pun yang kebal hukum di Negara hokum seperti Indonesia, kondisi saat tentu sudah cukup lebih bagus ketimbang beberapa tahun sebelumnya, meskipun amsih ada  kejadian yang memperihatainkan  akibat dari putusan pengadilan yang tampak melukai rasa keadilan masyarakat. Kita tentunya sebagai masyarakat awam akan menunggu kiprah dari para apenegak hokum untuk menjalankan tugasnya dnegan sangat baik dan memuaskan dan memuaskan rasa keadilan masyarakat.

Kita dan bahkan semua orang sudah mengetahui bahwa kasus Novel ini penuh dengan persoalan politik dan kepentingan, karena itu kasusnya berlarut hingga seolah polisi tidak be5daya mengungkapnya, padahal petunjuk awal sudah ada dan kalau polisi mau pada saat itu pasti sudah akan terungkap, karena kita sangat tahu potensi dan kemampuan kepolisian kita, termasuk pada saat mengungkap para teroris, persembunyiannya dan siapa saja yang menjadi dalang serat pelakunya.

Namun saat ini rupanya sudah ada kesadaran dari semua pihak untuk menuntaskan kasus tersebut, semoga saja cepat terungkap dan siapapun yang menjadi pelaku dan dalangnya harus mendapatkan balasan sesuai dengan peran mereka masing masing. Tanp disertai oleh prasangka apapun  Novel Baswedan memang merupakan penyidik KPK yang handal dan sempat mengungkap banyak kasus besar, sehingga dia pasti akan dimusuhi oleh banyak pihak. Nah, kalau kasusnya tidak terungkap, maka  kesannya akan semakin memburuk penegakan hokum di negeri kita.

Memang sudah diduga sebelumnya bahwa  yang melakukan penganiayaan terhadap Novel pastilah orang hebat, baik dari sisi pendanaan maupun  sisi kedudukan. Kalaupun dia tidak mempunyai kedudukan dan kekuasaan namun mempunyai banyak harta, pastilah dia akan mampu melakukan apa yang dikehendakinya, karena uang itu akan mampu mengantarkan  seseorang kepada tujuannya, terlepas tujuan baik ataupun tujuan buruk.

Kita juga yakin bahwa nantinya kalau persoalan ini sudah terungkap, pastinya ada orang kuat yang terlibat dalam masalah ini. Beberapa waktu yang lalu sudah ada sinyal bahwa ada seorang jenderla yang terlibat dalam persoalan ini. Kita tentu berharap bahwa kasus ini akan segera terungkap dnegan jelas dan semua yang terlibat dalam pesoalan ini akan diadili sebagaimana mestinya. Dengan terungkapnya kasus ini kiranya akan semakin memantapkan citra penegakan huykum di negeri ini yang sempat mengalami sedikit goncangan akibat beberapa putusan yang kontroversial akhir akhir ini.

Kasus Novel tersebut merupakan kasus yang sangat ditunggu oleh masyarakat banyak karena menyangkut penyidik yang sangat handal di KPK, namun ketika mengalami nasib tragis, malahan kasus nya tidak dapat diungkap. Sebelumnya bahkan kasus ini sudah dilupakan orang karena tidak jelasnya penanganan, namun seiriang dnegan dibentuknya tim yang khusus menangani ini, akhirnya sedikit terbuka selubung yang selama ini menutupinya.

Ke depannya kita ingin  KPK sebagai lembaga  penegakan hokum khusus korupsi ini akan semakin bertring kembali dnegan mengusut persoalan persoalan kakap yang selama ini masih sulit untuk diungkap.  Bahkan saat ini malah KPK terkesan hanya menangani persoalan kecil dan ecek ecek saja. Lihatlah mislnya OTT yang dilakukan hanya terkait dnegan uang yang beberapa ratus juta saja, sedangkan uang yang berjumlah milyaran dan bahkan trilyunan malahan lepas begitu saja.

Kita menyadari bahwa di manapun dan kapan pun pasti ada pihak pihak yang tidak menyukai penegakan hokum dan bahkan mereka pasti memusuhi para penegak hokum, teruatam jika para penegak hokum tersebut berintegritas dan tidak mau diajak bekerjasama dengan para pelaku kejahatan tersbeut. KPK selama ini kita kenal sebagai lembaga penegakan hokum yang tidak dapat diajak kerjasama dengan para pelaku kejahatan, sehingga keberadaannya sangat dimusuhi oleh mereka.

Bahkan suar suara yang akan menghentikan dan menutup lembaga tersebut juga sudah terdengar nyaring. Mungkin sudah dimulai dnegan terang terangan untuk mempreteli kewenangannya, sehingga KPK akan menjadi mandul dan tidka berdaya menghadapi para bajingan yang dianggap sudah profesional. Untunglah rakyat kemudian emmbela keberadaan KPK ini dan melakukan serangkaian untuk menoloka maksud  mereka tersebut sehingga sampai sata ini KPK masih utuh dan tidak jadi dikurangi kewenangannya.

Nah, salah satu yang diincar untuk dihabisi ialah  penyidik Novel Baswedan, dengan berbagai cara seperti mengungkap kaasus nya yang sudah lama dan tidak terbukti, lalu dengan melakukan kejahatan secara fisik kepadanya dan mungkin juga terror yang selalu dilakukan. Namun  karena kuatnya integritas dan keinginannya untuk emmberantas korupsi di negeri ini, maka apapun yang diadapi,maka tidak akan pernah surut niat sedikitpun.

Sudah tentu tidak hanya seorang Novel sendirian, melainkan masih banyak lagi penyidik KPK yang mendapatkan target incaran untuk dibidik, namun saat ini  sudha banyak alat untuk melakukan  pendeteksian sehingga mereka akan berpikir  berkali kali sebelum menjalankan aksinya. Semoga saja  para pelaku kejahatan etrsebut dapat segera bertobat untuk kembali kepada jalan yang benar dan bahkan mau mengungkap berbagain kejahatan lainnya yang tentu masih snagat banyak. Jika ini terjadi, maka pemberantasan korupsi di negeri ini akan semakin membaik.

Kita memang menyadari bahwa KPK merupakan lembaga yang sifatnya ad Hok sehingga kapanpun kalau sudah tidak diperlukan dapat dnegan mudah untuk ditutup, karena pertimbangannya ialah lembaga penegak hokum di negeri ini sudah  cukup, sepetri adnya kejaksaan, kepolisian dan pengadilan. Namun mengingat kondisi negera kita yang bukannya semakin emmbaik, melainkan malah semakin memburuk  terkait dnegan korupsi tersbeut, maka neggera berkepentingan untuk tetap mempertahankan keberadaan KPK tersebut.

Jika saat ini ada yang mempermasalahkannya terkait dengan posisinya yang sebagai lembaga ad hoc, tersebut, maka sebenarnya kita akan mengetahui kea rah mana pertanyaan tersebut, karena bagi masyarakat yang sehat akalnya dan menginginkan kondisi negeara lebih baik dan terbebas dari penyakit korupsi, pastinya tidak akan pernah empertanyakan keberadaan lembaga KPK etrsebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.