JANGAN SUKA MENGURUSI PERSOALAN ORANG LAIN

Pada umumnya orang akan suka sekali dengan membicarakan aib orang lain, dan bahkan ketyika ada perlunya hal tersbeut semakin dibicarakan secara vulgar, tujuannya ialah agar orang tersebut menjadi cemar dan dirinya menjadi semakin baik di mata orang. Tetapi biasnaya yang terjadi malah sebalijnya, karena pihak yang dicemarkan biasnaya malah seperti didhalimi sehingga akan emndapatkan simpati dari amsyarakat banyak. Karean iatu sebaiknya kita tidak usah emncampuri urusan orang lain, karena  sebagaimana pepatah mengatakan bahwa gajah di pelupuk mata tidak kelihatan tetapi kuman di seberang lautan tampak jelas.

Pepatah tersebut untuk menggambarkan bahwa kesalahan sediki saja yang ada pada diri orang lain akan mudah diketahuinya namun kesalahan dirinya sendiri meskipun sangat besar tetapi tidak dilihatnya. Itulah mengapa kemudian islam menganjurkan untuk menutup aib orang lain agar kita nanti juga akan ditutup aib kita  oleh Allah swt, terutama di akhirat. Terkdang memang orang sama sekali tidak berpikir bahwa dengan emmbuka aib orang lain tersebut seolah dirinya menjadi baik, padahal orang pasti juga akan menilai bahwa dia itu tidak baik juga.

Anjuran  agama kita untuk menutip aib pihak lain rupanya memang tidak sedahsyat yang diharapkan, karena pada kenyataannya amsih terlalu banyak orang muslim yang lebih suka membukan aib pihak lain ketimbang menutupinya, apalagi kalau ada maksud untuk membuat pihak lain tersebut dijauhi oleh masyarakat pastinya akan dilakukan dnegan lebih massif bahkan mungkin malahan ditambah tambah sehingga akan semakin terpuruk dalam anggapannya.

Kita mestinya juga harus menyadari bahwa setiap orang itu pasti emmpunyai keburukan dan kelemahan serta aib seberapapun besar kecilnya, dan pasti tidak ada manusia yang suci tanpa noda. Nah untuk itu jika kita suka membuka aib orang lain, maka dapat dipastikan suatu saat aib kita juga akan dibukan olah pihak lain, cepat atyau lambat. Sudah barang tentu kita ingin bahwa meskipun kita mempunyai aib tetapi kita akan selalu memohon kepada Allah swt agar aib kita etrsebut dimaafkan dan ditutup oleh Nya sehingga tidak akan menjadi beban berat bagi kita.

Sebaliknya jika kita menginginkan aib kita ditutup oleh Allah swt, maka kita harus juga mau mentuup aib orang lain. Hal terpenting dalam hidup kita ini  jangan sampai kita mengurusi urusan orang lain, biarlah urusan mereka dilakukan dan diurus oleh mereka sendiri. Pokonya selama kita tidak diminta oeh yang bersangkutan untuk ikut menyelesaikan persoalannya, sebaiknya kita tetap tidak tertarik untuk mengurusi persoalan mereka. Sebab bisa saja niat kita yang baik justru akan menjadi  sesuatu yang buruk karena salah paham atau memang pandangan yang tidak bershabat.

Terkadang kita memang tertarik untuk ikut nimbrung dalam persoalan orang lain dnegan nait untuk menolongnya, tetapi terkadang pual orang lain sama sekali tidak nyaman kalau ada pihak lain yang iktan dalam persoalannya. Nah, karena itu sikap yang terbaik bagi kita ialah kita mkengurusi urusan kita masing masing terkecuali jika kita diminta untuk emmbantu orang lain dalam persoalan yang sedang melilitnya, maka kita bolehlah membantunya sepanjang kemampuan yang ada pada diri kita.

Terlalu banyak persoalan yang ada pada diri kita, sepeti kekurang tahuan kita terhadap banyak hal, ilmu kita yang masih terbtas dan tentu banyak lainnya yang belum kita kuasai, maka itu sebaliknya jika kita merasa kurang kerjaan, sebaiknya kita emmperdalam ilmu kita melalui membaca  terutama kitab suci alquran denagn memahami maknanya, pasti akan jauh bermanfaat ketimbang kita mengurusi uruisan orang. Setidaknya kita mau membaca berita yang aktual; yang terkait dnegan kemajuan ilmu dan teknologi ataupuntentang perkembangan suatu negara dan lainnya.

Jika kita sibuk dnegan apa yang menjadi urusan kita sendiri tentu kita tidak sempat untuk kurang kerjaan dan juga pastinya kita tidak sempat untuk sekedar melirik kepada p[ersoalan pihak lain. Jadinya kita akan etrus fokus kepada pekerjaan dan urusan kita sendiri. Jika kita membiasakan diri untuk membaca alquran meskipun sedikit dan melakukan pemahaman terhadap maknanya, pasti kita akn semakinasyik di buatnya dan tidak lagi sempat untuk mengurusi persoalan orang lain, karena urusan kita saja masih kekurangan waktu.

Memang jika kita tidak mampu mengelola diri kita sendiri dan hanya bengong serta hanya nagnaggur, maka yang ada ialah keinginan untuk mengurusi urusan orang lain, padahal urusannya sendiri masih banyak yang tercecer. Untuk itu kita memang harus berusaha untuk melakukan sesuatu bagi diri sendiri, seeprti berusaha  dalam bidang ekonomi atau berkerja dnegan serius, atau berusaha untuk menambah ilmu pengetahuan melalui membaca dan lainnya. Jika itu yang kita lakukan tentu kita sudah akan tersibukkan oleh urusan diri kita  sendiri dan pasti kita akan selamat dari mengurusi urusan orang lain.

Secara nalar juga benar bahwa sebaiknya kita mengurusi urusan kita sendiri karena belum pastyi urusan orang lain kita memahaminya. Salah salah malah akan terjadi salah paham dan akhirnya hanya kan menimbulkan persoaln berikutnya. Membantu orang lain itu tentu baik, tetapi kita harus mengetahui persoalannya terlebihd ahulu dan orang lain tersbet juga berkenan untuk kta bantu. Sebaliknya jika dia tidak mau kita terlibat di dalamnya maka kalau kita memaksakan ikut campur di dalamnya justru akan menambah persoalan dan kita pasti akan  mengalami perselisihan dnegan orang tersebut.

Benar memang kita hidup di dunia ini harus saling menolong, namun kita jgga harus tahu bahwa persoalan masing masing orang itu berbeda dan tipe masing masing orang juga berbeda. Ada sebagiannya yang tidak maslaah jika orang lain emngetahui persoaannya, tetapi ada juga yang tertutup sehingga tidak ingin orang lain terlibat dan mengetahui persoaan nya. Dengan dmeikian sesunguyhnya untuk saling menolong dan emmbantu tersbeut tidak  mestui harus melibatkan diri  kepada persoalan orang lain, melainkan cukupklah kalau kita membuka diri untuk memberikan pertolongan jika diperlukan.

Kalaupun misalnya ada orang lain yang sedang terkena musibah, maka yang dapat kita lakukan ialah dengan memberikan saran ketabahan kepadanya dan mungkin juga pertolongan awal, namun selanjutnya tentu kita harus meminta ijinnya untuk menolong dengan berbagai cara yang akan dilakukan, sebab siapa tahu dia tidak berkenan jika kita menolongnya dengan memintakan bantuan kepada pihak lain dan kemungkinan kemungkinan lainnya. Jadi  semuanya harus dikonsiltasikan kepada yang bersangkutan karena ini menyangkut namanya dan keberadaannya di tengah masyarakat.

Tentu kita juga harus menjaga diri kita masing masing agar tetap peduli kepada smeua pihak dalam hal kebersaman dan tolong menolong. Namun yang jelas kita tidak perlu mencampuri urusan orang lain, karena pada dasarnya urusan kita sendiri sangat banyak  dan tidak akan selesai jika kita serius untuk mengupayakan penyeesaiannya. Untuk itu sekali lagi kita memang harus  memosisikan diri sebagai pihak yang siap membantu pihak lain tetapi tidak akan terlibat dalam eprsoalan orang lain.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.