PIONIR KE 9 DI UIN MALANG

Perhelatan pecan ilmiah, olah raga, seni dan riset atau disebut dengan pionir hari ini akan dimulai yang diikuti oleh seluruh PTKIN seluruh Indonesia. Semalam pionir ini telah dibuka secara resmi oleh menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di halaman kampus UIN Maliki. Pembukaan tersebut dimeriahkan oleh  kembang api yang sangat meriah dan disaksikan oleh seluruh peserta atau kontingen yang berjumlah lebih dari tiga ribu atlet, para rector dan ketua serta undangan lainnya. Sudah barang tentu semuanya menginginkan mendapatkan yang terbaik dan meraih prestasi maksimal dalam ajang dua tahunan tersebut.

Hanya saja  diingatkan kepada para atlet bahwa meraih prestasi itu penting, tetapi menjaga kejujuran sportifitas dan kebersamaan serta silaturrahim iru jauh lebih penting. Karena itu  diharapkan ajang pionir kali ini akan menjadikan silaturrahim lebih kental, meskipun bukan berarti persoalan prestasi akan diaabaikan. Dalam kesempatan membukan pionir tersebut menteri mengunkapkan bahwa PTKIN saat ini sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, termasuk kuantitasnya, yang dahulu pada awal beliau menjadi menteri PTKIN hanya berjumlah 53 dan saat ini sudah menjadi 58, termasuk UIN yang saat itu baru ada 6 saat ini sudah menjadi 17.

Sudah barang tentu kemajuan tersebut tidak saja dalam bidang perkembangan kampusnya, melainkan juga dalam bidang prestasinya, bukan saja dalam bidang oah raga dan seni, melainkan juga dalam bidang keilmuan dan risetnya. Munagkin dalam bidang  keilmjuan, PTKIN sudha melakukan perencanaan yang matang dan juga pelatihan kepada para mahasiswa, namun dalam bidnag olah raga dan seni, selama ini kita hanya mengandalkan  munculnya atlet alam yang tidak pernah kita bina, melinkan mereka tumbuh dnegan sendirinya, sehingga prstasi mereka kurang mendapatkan perhatian.

Melalui pionir kali ini diharapkan ke depan  para atlet mahasiswa dari PTKIN sleuruh Indoenesia harus mulai memikirkan merencanakan dan juga membina mereka dengan rencana yang bagus sehingga pada satanya nanti mereka akan dapat berbicara bukan saja dilevel nasional, melankan juga di level asena dan juga dunia. Kita harus yakin  mampu untuk mewujudkan keinginan tersebut, karena hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat mungkin dan semua orang mempunyai bakat dan kemampuan yang relatif sama, hany tinggal membina dana melatihnya saja.

Kota Malang memang cocok untuk event ini karena  tempatnya yang sejuk dan  membuat semua orang merasa yaman sehingga seluruh atlet akan dapat mengeluarkan sleuruh kemampuannya. Para Pembina dan official pun juga diharapkan akan mampu emmberikan arahan  kepada para mahasiswa agar mereka dapat melakukan perlombaan dan pertandingan dengan fair dan  meraih prestasi maksimal. Jujur secara umum kita memang menginginkana mendapatkan juara dalam ajang tersebut, namun kita juga harus menghargai dan mengakui ralitas bahwa juara itu hanya satu, sehingga yang terpenting bagi kita ialah bagaimana kita menorehkan pretasi yang membanggakan.

Pada saat melepas kontingen UIN Walaisongo beberapa hari yang lalu saya juga sudah berpean bahwa lakukanlah yang terbaik dan berjuanglah dnegan sekuat tenaga namun yang lebih penting ialah bagaimana kita menjaga silaturrahim dan kejujuran serta kebersamaan  seluruh mahasiswa PTKIN  agar tetap terjalin  ukhuwah yang bagus dan tidak saling melakukan  hal hal yang dapat merugikan kita semua. Istilahnya meraih prestasi itu penting namun memelihar ahubungan ukhuwah dan menjaga kejujuran itu jauh lebih penting.

Selama beberapa hari ke depan, yakni sampai tanggal 20 Juli nangi seluruh atlet akan ambil bagian dalam pertandingan dan perlombaan di beberapa even yang sudah ditentukan untuk meraih prestasi mereka, dan kita doakan agar mereka tetap sehat dan mampu meraih prstasi terbaiknya untuk mengharumkan almamater mereka dan sekaligus juga untuk menunjukkan prestasi mahasiswa PTKIN. Kita smeua menyadari bahwa sampai saat ini kita masih kelah dnegan para atlet datri PTU yang sudah biasa dikirim untuk mewakili Indonesia ke ajang internasional.

Untuk itu sebagaimana harapan menteri tadi malam, kita harus mulai menyadari masalah ini danmelakukan uara perencanaan untuk membina  mereka yang mempunyai bakat dna minat dalm bidang olah raga dan snei khususnya  agar mereka dapat mengembangkan bakat mereka sehingga akan lebih berprestasi di level yang lebih tinggi. Kita memang harus bermimpi, bukan hanya berangan angan kosong, sebab kalu bermimpi itu artinya kita juga sekaligus harus merencanakannya dengan semangat dan  doa.

Dalam pionir ini sesunggunya kita  secara umum berharap bahwa  prestasi yang lebih baik, meskipun  kita belum berangan angan untuk meraih juara umum, karena biasanya juara umum akan diraih oleh tuan rumah yang mampu mengerahkan lebih banyak atlet dan juga supporter sehingga akan menambah semangat para atletnya. Kita tentu menetahui secara lebih baik bahwa jika para atlet yang bukan professional itu  masih mudah untuk dipengaruhi oleh sorak  sorei para supporter sehingga bagaimanapun kita harus mengakui keberadaan mereka sangat menentukan kemenangan sebuah pertandingan.

Untuk itu kita memang harus mulai berpikir untuk meningkatan pembinaan dalam bidang riset, ilmiah dan  bidang lainnya yang terkait dengan  dunia akademik mahasiswa. Kita akan jauh lebih bangga  jika mahasiwa kita meraih kejuaraan dalam bidang bidang tersebut, semacam  dalam debat Bahasa asing, qiraatul kutub, ajang karya ilmiah dna juga  dalam bidang inovasi dan sejenisnya. Untuk itu sekali lagi  kita memang harus mencari solusi   agar kita mampu berbicara dalam even even seperti pionir tersebut.

Jika kita memang mempnyai para atlet yang berbakat bagus dalam bidang apapun, semacam silat, bola volley dan sejenisnya, kiranya akan jauh lebih bagu jika kita memfasilitasi mereka untuk melakukan latihan secara intensif dan sesekali melakukan  pertandingan persabatan dengan tim lainnya yang sudah lebih bagus.  Itu tentu tergantung kepada para Pembina mahasiswa  dan para mahasiswanya sendiri, dan kita tentu juga  dapat mendukung dari beberapa segi agar apa yang drencanakan dapat terealisasi.

Dalam event pionr kali ini kita sesungguhnya juga dapat melakukan pemetaan terhadap kemampuan  seluruh mahasiswa PTKIN seluruh Indonesia dalam bidang bidang yang dilombakan dna dipertandingkan, lalu kita berupaya untuk melkukan  penekanan terhadap bidang yang kita masih berads jauh di bawah mereka atau juga kita dapat melakukan penekanan dalam bidnag yang kta sudha mempunyai modal bagus sehingga tinggal memupuknya saja.

Barangkali kita juga harus menargetkan untuk pionir  yang akan dating kita akan meraih pretasi yang lebih tinggi dan begitu seterusnya sehingga pada akhirnya nanti kita akn mampu emnjadi juara umumnya.  Itu bukan sesuatu yang mustakhil karena semua hal dapat direncanakan dan diraih sesuai dnegan usaha yang kita lakukan. Boleh jadi dengan perencanaan yang lebih matang dan  kuat, kita juga akan ikut menyumbang  pada negara dalam bidang tertentu dengan cara mengirimkan  salah satu atlet handal kita untk mengikuti even internasional atau sejenisnya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.