MENJAGA DIRI DARI AKHLAK BURUK

Kedatangan nabi Muhammad saw ke dunia ini sebagimana yang beliau ungkapkan ialah untuk memperbaiki akhlak sehingga menjadi mulia. Itu disebabkan pada saat beliau lahir, kondisi masyarakat Arab dianggap masyarakat jahilyyah, bukan mereka bodoh dalam urusan duniawi, m,elainkan bodoh dalam urusan keimanan. Bayangkan saja kalau mereka mau menyembah batu atau barang lainnya yang sama sekali tidak mampu memberikan manfaat ataupun madlarat dan  abhkan mereka itu dibuat oleh manusia lalu disembah. Tentu itu merupakan perbuatan bodoh yang pernah ada di atas dunia.

Bahkan konon mereka juga hanya mementingkan  jenis kelamin laki laki, karena  dianggap sebagai generasi yang mampu mearisi mereka, karena kehidupan yang begitu berat dan  penuh dnegan kekerasan dan peperangan, maka kaum laki lakilah yang akan mampu mewarisi mereka. Dengan begitu jika mereka mempunya anak perempuan langsung dibunuh dan dikubur hidup hidup karena malu, meskipun tidak seluruhnya, tetapi hal tersbeut sudha menjadi lazim di kalngan kaum pada saat itu.

Itu dianggap sebagai akhlak paling buruk sepanjang sejarah umat manusia, karena binatang pun sesungguhnya tidak akan tega untuk membunuh anaknya sendiri, namu manusia justru malah tega dan mungkin malah bangga saat harus memusnahkan anaknya sendiri yang kebetulan berjenis kelamin perempuan. Itulah mengapa kemudian Allah swt mengutus nabi Muhammad saw  ke atas dunia untuk memperbaiki akhlak yang sudah demikian bejat agar menjadi mulia dan terhormat.

Peperangan memperebutkan wilayah dan pengaruh juga sudah menjadi kebiasaan kaum di sana karena memang itulah yang menjadi konsentrasi mereka saling berebut pengaruh untuk menguasai. Mereka yang kuat ituylah yang kemudian memiliki kekuasaan dan pengaruh untuk menentukan apapun yang ada di sekitar mereka. Dengan begitu memang tidak ada hokum yang harus dipatuhi secara bersama  dengan tanpa membedakan kasta dan status social masyarakat. Jadilah kondisi masyarakat saat itu begitu buruk dan pasti akan dianggap buruk pula oleh umat manusia yang bermartabat.

Mereka juga sama sekali tidak memberikan tempat bagi kaum perempuan untuk memerankan diri dalam ekhidupan mastyarakat. Kaum perempuan hanyalah pelengkap hidup semata sehingga boleh dipermainkan sesuka hati jika menghendaki. Padahal Allah swt mneciptakan manusia itu sama  dalam martabat dan kedudukan, dan hanya  kadar pengabdian mereka kepada Tuhan sajalah yang seharusnya membedakan diantara mereka.  Sungguh sangat memperihatinkan sekali ktika kita mengetahui bahwa  di sana tidak ada kedailan yang hakiki melainkan hanya milik mereka yang berkuasa dan berpengaruh di masyarakat.

Bagitulah gambaran masyarakat jahiliyyah saat itu yang penuh dnegan darah dan peperangan serta pelecehan kepada kaum perempuan. Nah, kedatngan nabi Muhammadsaw ialah untuk memperbaiki kondisi umat  pada saat itu dengan pertama kali menekankan pentingnya keimanan mepada Allah swt  Dzat yang Maha Kuasa dan Menentukan segala hal. Pada walnya mereka juga menolak bahkan memusuhi nabi dan kemudian juga memusuhi dan menyakityi para pengikuitnya yang setia melaksanakan ajaran ajarannya.

Namun seriing dnegan perlakuan mereka terhadap para sahabat beliau dan juga akhirnya kep[ada beliau sendiri itulah, lalu Nabi menganjrurkan para sahabatnya untuk berpindah tempat sekedar untuk menghindari kekejaman  kaum kafir saat itu. Nabi mengajarkan begaimana bersudara diantara para kaum mukmin dan begaimana seharusnya memp[erlakukan sesame umat manusia, dan tidak hanya menyuruh, namun Nabi bahkan menjadikan dirnya sebagai teladan kepada masyarakat. Dengan dmeikian keberadaan beliau memang sebagai uswah yang sangat baik bagi manusia.

Beliau juga mempraktekkan bagaimana harus berlaku kepada pihak lain, yang meskipun sangat membencinya atau bahkan memusuhinya. Nabi tampil elegan dan tetap memperlakukan dengan baik smeua orang, termasuk mereka yang selalu menyakiti dan mencaci beliau. Inilah bukti akhlak yang baik yang seharusnya dipraktekkan juga oleh seluruh umat yang mengaku sebagai umat muslim. Hingga wafatnya, Nabi Muhammad saw  terus menyebarkan kedamaian dan menujukkan akhlak yang sangat mulia di kalangan para sahabatnya dan kaum kafir.

Pertanyaannya saat ini ialah bagaimana dengan  masyarakat muslim saat ini, apakah sudah mampu meneladani dan mempraktekkan akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah saw ataukah masih jauh dari harapan?  Jawabannya tentu sangat teergantung kepada kita masing masing, karena sesungguhnya kita sudah mengetahui betapa mulianya akhlak Nabi dan betapa  kita harus mengikuti seluruh sepak terjang beliau. Nah, kalau diantara kita masih ada yang belum mempraktekkan akhlak baik beliau, tentu itu merupakan tanggung jawab pribadinya karena Rasulullah sawt sudah menyampaikannya.

Pada saat ini dimana kita berada di era yang pemnuh dengan teklnologi dan memudahkan kita untuk melakukan apa saja termasuk berkomunikasi melalui teknologi,  apa yang sehqarusnya kita lakukan? Apakah kita kemudian lupa diri dengan pesan Nabi ataukah kita masih memeganginya sehingga  akan selalu mengontrol apapun kelakuan kita meskipun bergelimang teknologi. Kita sangat prihatin dengan kenyataan bahwa masih banyak diantara kita yang tidak mampu menjaga diri dari akhlak buruk yang sehatusnya dijauhi oleh seluruh masyarakat muslim.

Menyakitkan pihak lain adalah salah satu bentuk larangan, namun tanpa disadari banyak diantara kita yang melakukannya melalui media social, yakni dengan mudahnya kita mengatakan sesuatu padahal kita belum tahu kebenaran dan kondisi yang sesungguhnya. Bahkan kita dengan mudahnya menuduh pihak lain dengan tuduhan yang sangat menyakitkan padahal itu smeua hanyalah kebohongan. Atau bahkan kita dengan tanpa menyadari telah ikut menyebarkan kabar bohong  dengan mengeshare berita atau informasi yang tidak benar kepada  pihak lain, sehingga ada pihak lain yang sangat dirugikan dan lainnya.

Jika kita memang benar benar mengakui  diri sebagai umat Muhammad saw yang mencintai akhlak baik, tentu kita harus tetap menjaga diri untuk tidak berbuat yang sebaliknya, yakni menyakiti pihak lain atau berbohong kepada siapapun. Kalaupun kita memanfaatkan teknologi canggih sekalipun kita tetap harus ingat dengan pesan Nabi untuk selalu menjaga akhlak baik. Jika ada berita tertantu yang masih belum jelas kebenarannya, sebaiknya kita mengikuti anjuran alquran, yakni bertabayyun kep[ada pihak yang dianggap mengetahuinya sehingga kita tidak akan salah dalam membagi berita. Bahkan kelaupun berita tersebut benar, tetapi  akan menyakitkan p[ihak lain jika diketahui oleh pihak lain, maka sebaiknya kita tidak menyebarkannya.

Masih banyak akhlak yang perlu kita jaga dan  perhatikan, bukan saja  dalam kaitannya dnegan hubungan diantara sesame manusia, melainkan juga dalam kaitannya denagn sikap kita terhadap alam semesta, kepada binatang dan semua makhlk Allah swt. Sikap kita tentu akan tetap dianggap buruk meskipun terhadap makhluk lain jika itu akana embuat kondisinya semakin emmburuk, seperti jika kita merusak lingkungan atau memusnahkan tanaman yang sangat berarti bagi kehidupan dan lainnya.

Bahkan nabi Muhammad saw seccara khusu juga memerintahkan agar kita bersikap ramah kepada hewan, bahkan jika menyembelih saja harus dnegan  alat yang tajam sehingga tidak akan menyakitkan hewan yang disembelih tersebut. Itulah bentuk akhlak Nabi yang seharusnya kita laksanakan dalam kehidupan nyata kita, dan tentu akhlak lainnya yang masih terlalu banyak untuk kita sebutkan di sini. Intinya semua kebaikan memang harus kita jalankan demi  menjaga akhlak kita sendiri sebagai umat Muhammad saw.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.