MENGAPLIKASIKAN IHSAN

Memang ada kesalahan fatal bagi pendahulu kita yang dalam menjelaskan mengenai ihsan biasanya hanya secara umum dan tidak detail. Akibatnya banyak santri dan masyarakat umum yang kemudian tidak mengetahui hakekat ihsan etrsebut. Karena itu sangat wajar jika dalam perjalanan hidupnya terkadang menerjang konsep ihsan etrsebut. Banyak guru yang dalam menjelaskan ihsan itu dnegan mengatakan bahwa dalam beribadah kita harus  seoah melihat Allah berada di hadapan kita, kalau kita tidak mampu melihat Nya dan memang kita tidak akan pernah mampu melihat Nya maka kita harus yakin bahwa Allah swt itu melihat kita.

Jadi penjelasan etrsebut kalau diperluas akan menjadi bahwa pada saat beribadah, khususnya shalat kita harus merasaa diawasi oleh Allah swt dan sebaiknya kita seolah melihat Allah dihadapan kita. Dengan penjelasan seperti itu, maka  pengawaan Allah kepada kita ialah pada sata kita sedang shalat, pasti akan baik, karena shalat itu perbuatan baik, namun kita tidak meikirkan pada saat tidak shalat, apaklah kita merasa tidak ada yang mengawasi kita? Sehingga kiota akan dapat ebrbuat semaunya dan bahkan melakukan perbuatan maksiat dan merugikan kepada pihak lain.

Kita juga tidak tahu mengapa  penjelasan ihsan emnjadi sesempit itu, yakni pada saat kita sedang shalat, bukan pada setiap saat?. Mungkin  pemahaman orang tersbeut hanya menrjemahkan secara harfiyah tanpa dihubungkan dnegan dalil lainnya mengenai penjelasan  Nabi terkait ihsan etrsebut, yakni dalam rangkaiannhadis Nabi tentang Malaikat Jibril yang sdang mengajari ilmu kepada para sahabat nabi. Pada saat etrsebut memang ketika jibril bertanya kepada Nabi tentang ihsan, lalu dijawab oleh Nabi bahwa ihsan itu ialah  engkau menyembah Allah seolah engkau melihat Nya dan jika engkau tidak melhat Nya maka ketahuilah bahwa Allah itu melihatmu.

Padahal kalau kita mengkaitkannya dnegan ayat atau hadis lainnya maka kita akan mendapatkan pemahaman yang utuh dan tidak menyesatkan, yakni bahwa diantara  ayat alquran ada yang ayat yang berbunyi wama kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun, tyang artinaya Aku Allah tidak mencip[takan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah Ku. Jadi fungsi manusia diciptakan itu memang untuk menyembah dalam kondisi apapun. Untuk itu  dalam mengimplementasikan ini seseorang harus selalu meniatkan ibadah dalm setiap aktifitasnya.

Dengan dmeikian Ihsan itu harus menyertakan masalah ini sehingga akan berbunyi setiap saat dalam  kondisi apapun kalian harus merasa selalu dilihat oleh Allah swt, dan kalian juga harus  selalu mengingat seolah Allah selalu berada di hadapan kalian agar kalian  merasa dekat dnegan Nya. Dengan pemahaman sepeti itu Ihsan itu akan mampu menjadikan seseorang selalu berbuat baik karena selalu dilihat dan diawasi oleh Allah swt secara langsung, dan bukan diawasi pada sata sedang shalat saja sebagaimana selama ini banyak dipahami orang.

Jadi sesungguhnya  jika manusia itu ebrbuat ihsan itu pastilah sangat baik dan bahkan pasti dia akan etyrhindar dari eprbuatan tercela dan mungkar, karena  keberadaannya akan selalu dimonitor oleh Allah swt. Dia akan merasa malu jika akan melakukan kemaksiatan, dan juga akan merasa malu jika berbuat yang tidak layak. Dengan demikian  dia selalu dibimbing untuk selalu berada dalam jalan yang benar dan melakukan apapun yang bernilai baik dan memberikan manfaat.

Sesungguhnya konsep tiga serangkaia yakni iman, islam dan ihsan itu merupakan  sesuatu yang dahsyat dan akan mampu mengubah diri seseorang menjadi jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Iman itu merupakan hal pokok yang harus ada dalam diri seseorang, yakni kaitannya denagn kepercayaan diri kepada Allah swt, kepada para malaikat Nya, kepada para utusan Nya, kepada kitab kitab yang diturunkannya dan juga kepada hari akhir serta percaya kepada ketentun Allah swt. Dengan meyakini nema hal tersebut seseornag tentu sudah akan mempunyai bekal yang kuat untuk melangkah selanjutnya dalam mengarungi kehiduapn, bahkan hingga hari kiamat nanti.

Sebaliknya jika orang tidak meyakini keenamnya atau salah satu diantaranya, maka akan dapat  menjadi salah arah dan bahkan mungkin juga akan dapat melakukan hal hal paling buruk yang tidak pernah dibayangkan. Dengan percaya kepada Allah swt bahwa semua yang ada ini atas kehendak Nya dan semua alam ini tunduk keada Nya serta tidak ada yang mampu melakukan apapun terkecuali atas ijinnya, pasti orang akan sangat kuat dalam mengolah hidupnya dan tunduk serta patuh hanya kepada kekuatan suiper dahsyat, yakni Allah swt.

Lalu konsep islam yang telah dnegan jelas disampaikan oleh Allah swt bahwa siapapun yang memeluk agama selain islam maka dia akan  merugi. Karena itu pengungkapan kalimat syahadat dan menjalani apapun yang diperintahkan oleh Nabi dan Allah swt menjadi sebuah keniscayaan yang tidak boleh dilupakan. Jika perintah untuk menjalani shalat, zakat, puasa ramadlan dan haji tidak dilakukan padahal  seseorang mampu melakukannya, maka dia sudah ingkar dan kalu begitu maka tidak layak baginya untuk dianggap sebagai orang baik dan patuh.

Lalu yang ketiganya ialah konsep Ihsan yang selama ini dipahamis ecara salah etrsebut. Nah kalau ihsan ini dijelaskan dengan benar maka  sudah komplitlah seseorang yang menjalani ketiga konsep dasar tersebut. Dia pasti akan memperoleh keberuntungan dan kesejahteraan serta ketenangan jiwa yang tidak ada taranya. Selama ini kita menyaksikan adanya orang yang dari sisi imananya mungkin sudah bagus dan keislamannya juga sudah baik, namun keihsanannya justru mala buruk. Itu karena konsep ihsan yang belum merasuk dalam dirinya.

Orang dapat menjalankan ibadah shalat dengan baik, haji juga kerap dilakukannya, puasa ramadlan juga dijalaninya, namun kelakuannya masih saja buruk, bahkan korupsi juga dijalaninya, menyakitkan pihak lain juga biasa dilakukan.  Nah, ini semestinya belum menjalankan ihsan, karena ihsan itu akan selalu ebrbuat baik kepada siapapun juga tanpa melihat kondisi dan situasi. Jika masih menjalani keburukan dan sikap jelek kepada pihak lain, pastinya dia belum menjaolani ihsan, meskipun mulutnya berkali kali mengatakannya sudah.

Mari mulai saat ini kita merenungkan konsep ihsan etrsebut dnegan benar dan menjalaninya dengan kopnsisten, insyaallah kita akan menjadi pihak yang baik dan bahkan mungkin sangat baik. Kita pasti akan menjauhi perbuatan buruk dan maksiat serta akan selalu tertarik untuk melakukan hal hal baik danbermanfaat. Baik bagi driinya maupun bagi kepentingan banyak orang. Kita harus yakin bahwa  jika Allah memonitor kita pastinya kita akan tertarik untuk selalu berada dalam jalan yang baik dan benar.

Mari kita ralat pengertian ihsan selama ini yang sudah terbukti tidak membuat diri kita semakin membaik, mela9nkan semakin membuat kita  jatuh kepada keburukan dan kedosaan. Kita tentu bnerkeinginan  agar jalan kita semakin lurus dan mendapatkan ridlo dari Allah swt, karena kita senantiasa menjalani kebaikan dan menjauhinkeburukan dan kemaksiatan. Smeoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.