KUASA ALLAH SWT

Meskipun tidak ada seorang muslim pun yang meragukan kekuasaan Allah swt, namun dalam kenyataan sehari hari, teruatama dalam sikap dan perilaku sepertinya masih banyak orang yang tidak meyakini sepenuhnya kemaha kuasaan Allah tersebut. Mengapa demikian? Jawabannya ialah sngat mudah, yakni banyak diantara umat muslim yang tidak lagi mempercayai Allah sebagai Tuhan yang menentukan segalanya. Sudah banyak orang yang lebih mempercayai ilmu pengetahuan dan teknologi ketimbang Allah swt. Buktinya  saat mereka sakit tertentu misalnya bukan lari kepada Allah dalam meminta kesembuhan, melainkan kepada selain Nya.

Mungkin ini kelihatan biasa dan normal saja, karena jika sakit yak e dokter untuk meminta obat dan akhirnya ada harapan sembuh. Namun jika kita perhatikan segharusnya sebagai orang muslim dia harus pertama kali memohon kepada Allah swt  agar dibwerikan kesembuhan melalui sarana apapaun misalnya sarana dokter dan obat tertentu tetapi atas keyakinan bahwa Allah lah yang menyembuhkannya, bukan dokter dan bukan obat obatan. Ini menjadi sangat penting untuk dicermati karena  saat ini  banyak orang sudah meninggal;kan Tuhan sebagai penentu atas segala sesuatu.

Bahkan yang paling terasa ialah jika ada dokter yang memberitahukan bahwa menurt medis seseorang itu sudah tidak mampu lagi bertahan  hingga mel;ebihi satu bulan, karena penyakit kangker yang sudah akut. Lalu  semuanya menyerah kepada nasib dan idak lagi mencari Allah swt yang Maha segalanya. Jika dokter tidak mampu menyembuhkamn dan berani menentukan umur seseorang, maka  kita harus mengadukan hal tersebut kepada Allah swt, karena Allah lah yang Maha Tahu dan Menentukan.

Sangat mungkin Allah kemudian memberikan kesembuhan kepada orang tersebut, yangkemudian biasanya disebut dengan keajaiban, tetapi bagi Allah itu sesuatu yang sangat m7udah uintuk dijalankan. Karena itu kita saja yang sudah mulai tidak emmpercayai Alalah swt, sehingga semakin kita dibuat jauh dari Nya dengan lebih mempercayai pihak lain. Boleh jadi memang Allah memang sudah menentukan usia orang tersebut pendek sehingga akan meninggal, tetapi jika Allah berkenan belum memanggilnya maka orang tersebut pasti akan sembuh dan dapat beraktifitas sebagiamana biasanya.

Dalam apapun seharusnya sebagai seorang muslim berserah diri kepada Allah swt, karena hanya Allah sajalah yang menentukan segala galanya, termasuk bila seseorang mengikuti kontestasi pemilihan umum misalnya, apakah  pemilu kada ataukah pilpres atau pileg, semuanya yang menentukan adalah Allah swt, melalui rakyat. Namun  sebagai manusia kita juga harus berikhtiyar jika masih memeungkinkan, seperti melakukan kampanye agar dikenal dan dikeytahui oleh rakyat. Artinay memasrahkan kepada Allah bukan hanya pasif, karena kalau itu yang dilakukan maka pasti Allah tidak akan mengabulkannya.

Kepasrahan kepada Allah swt setelah ebrusaha itulah yang sehartusnya dilakukan oleh setiap[ muslim, karena dengan begitu jika Allah mengendaki maka jadilah dia sebagaimana yang diinginkan, namun jika Allah belum berkenan, maka kita juga harus menerima, karena mungkin itulah yang terbaik bagi kita dan  kita harus terus melakukan aktifitas kebaikan, siapa tahu di situlah dunia kita dan Allah akan mengangkat derajat kita melalui apa yang kita kerjakan belakangan tersebut.

Banyak  kekuasaan Allah yang sudah ditunjukkan kep[ada umat manusia melalui kejadian yang tampak aneh di mata manusia, sepertyi pada saat terjqadi tsunami begitu dahsyart dan semua hancur berantakan dan meninggal, namun ada  salah seorang anak kecil yang diselamatkan oleh Allah tidak terpengatuh apapun dengan tsunami tersebut. Bahkan juga dengan seornag yang sudah renta yamng masih tetap selamat dalam  banjir bandang yang meluluh lentakkan lingkungan tersebut.

Kita juga melihat keajaiban atau kuasa Allah swt yang tetap menyelmatkan sebuah rumah atau daerah yang tidak tersentuh oleh lahar yang mengalir deras di seluruh kitaran gunung berapi sehingga melahap apapun yang dilewatinya. Namun  tidak dnegan satu rumah dan daerah tersebut. Itulah salah satu bentuk kekuasaan Tuhan yang ditunjukkan kepada umat agar mereka mau berpikir dan kemudian menyadari banyak dosa yang sudah dilakukannya serta kemudian mau bertobat dan kembali kepada jalan kebaikan sebagaimana yang sudah ditunjukkan oleh Allah swt melalui para utusannya.

Mungkin juga ada yang tidak mengiora bahwa ada orang dari pelosok desa dalam kondisi yang sangat sederhana, namun di belakang hari ternyata dapat menjadi pemimpin umat dan bahkan pemimpin dunia. Semua iotu juga atas kehendak Allah swt. Persoalannya ialah mengapa masih banyak yang tidak menyadari dnegan semua kekuasaan tersebut dan masih saja  lebih mempercayai selain Nya? Berhagialah kita yang kemudian mau menyadari semua kekuasaan Tuhan dan kemudian mau melakukan kebaikan untuk mendapatkan karunia Nya.

Di dunia ini tidak ada yang pantas dimintai pertolongan terkecuali Allah swt. Apapun yang kita inginkan  haruslah meminta kepada Allah swt karena jika Allah berkenan maka apapun yang kita kehendaki pasti akan terwujud. Namun sekali lagi  hal tersbeut tidak secara tiba tiba dan begitu saja, melainkan harus melalui proses dan usaha yang serius, karena tidak akan Allah swt memberikan sesuatu secara mendadak dan tanpa usaha apapun. Hanya saja yang sangat perlu ditekankan ialah kesadaran abhwa smeua itu hanyalah pemberian dari Allah swt, bukan atas usahanya sendiri.

Tantangan itulah yang paling serius, karena kebanyakan orang lalu muncul ananiahnya dan mengakui bahwa semua capaian yang diraihnya ialah atas usahanya sendiri, bukan bantuandari pihak lain. Kesombiongan seperti itulah yang kemudian justru akan merugikan dirinya sendiri, karena kalau kemudian Allah tidak berkenan, maka semua itu akan diambil kembali tanpa sisa.  Sudah banyak contoh yang terjadi dan ekmudian emmbuat yang bersangkitan emnjadi sangat menderita, meskipun masih belum mau menyadari dirinya itu sangat lemah dan bergantung kepada Allah swt.

Jika seseorang sudah mampu menjadikan Allah sebagai sandarannya secara total, yakni semua yang ada adalah semta hanya kekuasaan dan kehendak Nya, maka kehidupan seseorang tersebut akan emnjadi sangat damai dan tenang. Masalahnya ialah jika kepercayaannya etrsebut hanya setengah setengah sehingga  justru tidak akan mampu emngangkatnya sebagai pihak yang terus menerus bergantgung kepada Allah melainkan terkadang juga muncul keakuannya dan kesombongannya, dan itulah yang menjadikan dirinya masih belum meyakini seratus persen kekuasaan Allah swt.

Untuk semua itu dan setelah kita mengetahui secara  detail tentang kekuasaan Allah, baik yang sudah sebagiannya ditunjukan kepada kita maupun yang belum, kita harus segera menyadari keberadaan kita sebagai makhluk yang sangat lemah dan bergantung kepada kekuasaan Allah, lalu kita secara sadar pula mau mendekatkan diri kepada Nya melalui amalan amalan baik yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw kepada kita. Kita harus mampu untuk membalikkan sikap kita yang kurang simpatik kepada sesama manusia  untuk menjadi simpatik dan peduli kepada manusia  makhluk lainnya. Semoga kita akan diberikan pencerahan  dan menjadi pihak yang selalu berbuat kebajikan, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.