PELAJARAN AGAMA DI SEKOLAH

Akhir akhir ini  di sekitar kita banyak orang membicarakan usulan dari salah seorang anak bangsa yang menginginkan agar pelajaran agama dihilangkan dari sekolah, karena dianggapnya sebagai salah satu factor utama dijadikannya agama sebagai komoditas politik, terutama pada saat kontyestasi pemilihan umum. Tentu terjadi pro dan kontra meskipun secara umum kita dapat menilainya bahwa mereka yang masih ingin pelajaran agama  tetap ada di sekolah lebih banyak karena memang masyarakat Indonesia  adalah masyarakat yang agamis dan tentu tidak mudah untuk diajak kompromi menghilangkan pelajaran agama di sekolah.

Bahkan  bangsa ini sudah sepakat bahwa  pelajaran agama di sekolah harus dilaksanakan sebagai sebuah kewajiban, dengan harapan peserta didik nantinya akan mampu emnjadi  orang yang berakhlak mulia dan mengetahui kewajibannya  sehingga sata mereka berada di masyarakat akan semakin menguatkan kebersatuan masyarakat serta mampu menjadi pemersatu bangsa melalui pengetahuan dan akhlak mereka. Lalu kenapa tiba tiba ada usulah yang dianggap konyol untuk menghilangkan pelajaran agama di sekolah?

Memang kita harus akui bahwa  pelajaran agama di sekolah saat ini kurang mendapatkan perhatian secara serius oleh banyak pihak, termasuk pihak sekolah melalui kepala sekolah, para guru dan juga para peserta didik itu sendiri. Sesungguhnya ini dapat diselesaikan dengan mudah jika memang sekolah menghendakinya, sebab factor mengapa pelajaran agama tidak diperhatikan, diantaranya ialah karena agama dianggap tidak terlalu penting, karena nanti  yang diujikan dalam ujian nasionla  hanya beberapa pelajaran saja dan tidak termasuk pelajaran agama, sehingga dengan  begitui anak sudah kurang greget dengan pelajaran ini.

Demikian juga dengan pelajaran ini tidak didukung oleh sel;uruh komponen sekolah semisal  para guru yang seharusnya ikut memberikan motivasi kepada siswa untuk menjalankan praktek agama, melalui amalan baik sesuai dengan perintah agama yang dianut para peserta didik. Bahkan ketika guru agama memberikan pelajaran dan praktek, guru lainnya seolah cuek dnegan semuanya sehingga ini jugha mendorong kondisi kurang menyenangkan bagi siswa untuk menggeluti secara seius pelajaran agama.

Namun bukan berarti dengan kondisi pelajaran agama di sekolah yang lesu tersbeut lalu solusinya ialah dihilangkan saja, bahakn kemudian dianggap sebagai biang dari munculnya politik identias  yang terkait dnegan persoalan agama. Ini tentu tidak adil dan tidak menyelesaikan persoalan, bahkan malahan menambah masalah baru yang  pada saatnya akan sangat merugikan kita sebagai bangsa. Kelesuan pelajaran agama tentunya harus dilakukan  penyelematannya yakni dengan melakukan evaluasi menyeluruh apakah yang menjadi factor sehingga pelajaran ini kurang diminati oleh siswa.

Secara umum persoalan agama menjadi sangat penting bagi bangsa Indonesia, karena kita tahu bahwa di negri ini dihuni oleh sekian banyak keyakinan, etnis,  suku, dan bahasa sertya lainnya,  dan agam merupakan persoalan pokok yang sangat sensitive. Dengan dmeikian ketika kita tidak mampu emngelola maslah ini dnegan baik, tentu akan mudah terjadi pertentangan, permusuhan dan bahkan peperangan diantara anak anak bangsa sendiri, sebagaimana yang sudah terjadi di beberapa negera lain di Timur  Tengah.

Sudah barang pasti kita tidak mau semua itu juga terjadi dinegeri kita. Sekali lagi agama memang harus terus dirawat dan dipahamkan kepada para pemeeluknya dnegan benar sehingga tidak akan terjadi kesalah pahaman dan bahkan memanipulasi agama untuk kepentingan tertentu. Kita meyakini bahwa agama kita justru akan menuntun kita  agar selalu berbuat baik dan santun kepada siapapun. Agama kita juga  akan menuntun kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan selalu baik kepada sesame.

Kita tidak dapat membayangkan  saat anak anak kita tidak mengenal aagama nya sendiri dan kemudian dnegan mudahnya mereka akan mengingkari agamanya sendiri. Lalu di mana tanggung jawab kita kepada Tuhan mengenai persoaan ini? Agama merupakan hal yang paling asasi dan harus dikenalkan kepada anak anak sejak usia dini sehingga mereka akan terus mendapatkan pencerahan dari agama dan pada saatnya mereka akan menjadi baik karena pegangan agama, bukan karena yang lain.

Boleh jadi ada naka yang menguasi ilmu pengetahuan  dengan baik sehingga menjadi pintar dan cerdas, namun jika tidak dibarengi dnegan pemahaman agama yang benar, bisa jadi dia malah memanfaatkan ilmunya bukan untuk kesejahteraan umat manusia ,melainkan justru untuk mengeksploitasi mereka dan untuk menyengsarakan manuaia secara umum. Agamalah yang akan mampu menjadikan seseroang menjadi sangat  bijak dan mau mengerti perasaan dan kehendak pihak lain.

Kita tentu sangat percaya bahwa usulan untuk menghilangkan pelajaran agama di sekolah akan ditolak dan tidak diperhatikan oleh pemerintah kita. Namun dengan terus menerusnya usulan tersbeut didengungkan kita tentu juga menjadi sedikit terganggu, bahkan usulan tersbeut sudha langsung disampaiakn kepada presiden terpilih. Sekali lagi presiden tentu juga tidak akan mudah mengabulkannya, karena pasti akan berhadapan dnegan masyarakat banyak, dan kita tahu bahwa presiden pasti akan meminta pendapat masyarakat terlebih dahulu sebelum memutuskannya.

Jangankan untuk menghilangkan pelajaran agama di sekolah pada saat menteri pendidikan menguipatyakanuntuk menjadikan sekolah sebagai  satu hari full saja sudah banyak yang protes karena khawatir akan musnahnya sekolah madrsah diniyah yang selama ini hidup dan beriop[erasi setelah jam sekolah, alias setelah dhuhur.  Kita optimis bahwa pelajaran agama di sekolah nantinya masih akan tetap eksis dan bahkan aka nada perubahan kearah perbaikan dan peningkatan kualitasnya.

Sebaiknya kita  tidak usah terpengaruh dnegan usulan tersbeut dan hanya akan menguras energy kita, karena ke depan kita masih banyak hal yang perlu dipikirkan dan lakukan untuk membenahi masyarakat kita, termasuk dalam aspek pemahana agama mereka. Khusus bagui umat muslim pelajaran agama memang tidak boleh ditawar, bahkan kalau tidak cukup dilakukan di sekolah mereka pasti akan memberikan tambahannya di tempat lain, seperti di madrasah, di masjid dan di pesantren. Itu smeua karena mereka menganggap bahwa agama itu  merupakan hal yang mutlak untuk dikenalkan kepada anak anak.

Mari satukan komitmen kita untuk terus memperjuangkan kepentingan umat, termasuk terus mempertahankan pelajaran agama di sekolah bahkan untuk eningkatkan kualitasnya dan memberikan penekanan lebih kepada para guru untuk mampu memberikan yang terbaik untuk anak anak didik. Tidak sudah pasti tidak mau kehilangan  kesempatan untuk memperkenalkan agama  kepada anak anak karena bila hal tersebut terjadi, maka kerugian besar akan kita alami, baik  saat kita masih di dunia ini maupun lebih lebih nanti diakhirat.

Anggaplah usulan untuk menghilangkan pelajaran agama di sekolah tersbeut sebagai  pengingat kepada kita untuk lebih serius dalam mengenalkan agama kepada anak anak dan sekaligus juga untuk evaluasi kepada sekolah  dalam pelajaran agama sehingga ke depannya akan dapat ditingkatkan, baik dalam pemberian teorinya maupun dalam praktek pengamalannya. Kita tidak ingin mendengar ada usulan yang serupa di masa mendatang karena itu  hanya akan emmberikan  kerepotan gbai kita yang masih banyak persoalan yang harus dikerjakan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.